SELAMAT BERGABUNG DI MUSLIM CENTER. KAMI AKAN MENYEDIAKAN BERITA DAN KONTEN ISLAMI TERUPDATE SETIAP MINGGUNYA
Post Yang Belum Di Upload
Bismillaahirrahmaanirrahiim


Mengundang Kepada Seluruh Ummat Islam di Kota Tebing Tinggi Dan Sekitarnya


Hadirilah Safari Kemanusiaan Bersama tebingtinggi.yukmengaji dan SYAM ORGANIZER 1439 Hijriyah


Dengan tema :


”RAMADHAN BERMAKNA BERSAMA IMAM-IMAM NEGERI SYAM"


Sebagaimana diketahui bahwa penderitaan terus bergulir menemani hari hari kaum muslimin di bumi Syam, tahun demi tahun berganti tanpa ada perubahan dan perbaikan. Derita yang dirasa hampir tanpa jeda...


Tak terasa bulan penuh keberkahan dan ampunan itu telah tiba ditengah-tengah kita. Waktu dimana kebaikan dibalas dengan pahala berlipatganda dan pintu keburukan ditutup rapat-rapat, Jangan sampai menjadi manusia yang merugi di penghujungnya.


Mari tebar kebaikan dengan menjadikan Ramadhan ini bermakna dengan BERBAGI & PEDULI membantu meringankan beban saudara kita di bumi Syam yang masih Terdzalimi..


tebingtinggi.yukmengaji dan SYAM ORGANIZER Bersama : Syaikh Husam Jum'ah Mahmoud Al-Slimat


Akan hadir dalam sebuah Event Spesial Ramadhan “Ramadhan Bermakna Bersama Imam Imam dari Negeri Syam”  membangun dukungan dan kepedulian akan nasib saudara-saudara kita di bumi Syam yang diberkahi. Agar Ramadhan tahun ini mereka bisa kembali tersenyum dan berbahagia. Agar anak-anak mereka bisa kembali bermain dan tertawa sebagaimana anak-anak kita juga.


Maka dari itu kami mengajak seluruh muslimin dan Muslimah kota Tebing Tinggi dan sekitar untuk menghadiri event tersebut yang Insya alloh dilaksanakan pada :


🗓 Hari : Rabu, 30 Mei 2018

⏱ Jam : 04.30 s/d Selesai  (Subuh Berjama'ah)

🕌 Tempat: Masjid Raya Nur-Addin Jl.Let. Jenderal. Suprapto Kota tebingtinggi. 


Cp : 0823 6397 6866


Mari jadikan diri kita bagian dari Umat Rasululloh dengan Peduli atas kondisi kaum Muslimin di Negeri Syam, Selipkan Do'a dan Infaq terbaik Anda


Barakallahu Fiekum.

SAFARI RAMADHAN

Bismillaahirrahmaanirrahiim


Mengundang Kepada Seluruh Ummat Islam di Kota Tebing Tinggi Dan Sekitarnya


Hadirilah Safari Kemanusiaan Bersama tebingtinggi.yukmengaji dan SYAM ORGANIZER 1439 Hijriyah


Dengan tema :


”RAMADHAN BERMAKNA BERSAMA IMAM-IMAM NEGERI SYAM"


Sebagaimana diketahui bahwa penderitaan terus bergulir menemani hari hari kaum muslimin di bumi Syam, tahun demi tahun berganti tanpa ada perubahan dan perbaikan. Derita yang dirasa hampir tanpa jeda...


Tak terasa bulan penuh keberkahan dan ampunan itu telah tiba ditengah-tengah kita. Waktu dimana kebaikan dibalas dengan pahala berlipatganda dan pintu keburukan ditutup rapat-rapat, Jangan sampai menjadi manusia yang merugi di penghujungnya.


Mari tebar kebaikan dengan menjadikan Ramadhan ini bermakna dengan BERBAGI & PEDULI membantu meringankan beban saudara kita di bumi Syam yang masih Terdzalimi..


tebingtinggi.yukmengaji dan SYAM ORGANIZER Bersama : Syaikh Husam Jum'ah Mahmoud Al-Slimat


Akan hadir dalam sebuah Event Spesial Ramadhan “Ramadhan Bermakna Bersama Imam Imam dari Negeri Syam”  membangun dukungan dan kepedulian akan nasib saudara-saudara kita di bumi Syam yang diberkahi. Agar Ramadhan tahun ini mereka bisa kembali tersenyum dan berbahagia. Agar anak-anak mereka bisa kembali bermain dan tertawa sebagaimana anak-anak kita juga.


Maka dari itu kami mengajak seluruh muslimin dan Muslimah kota Tebing Tinggi dan sekitar untuk menghadiri event tersebut yang Insya alloh dilaksanakan pada :


🗓 Hari : Rabu, 30 Mei 2018

⏱ Jam : 04.30 s/d Selesai  (Subuh Berjama'ah)

🕌 Tempat: Masjid Raya Nur-Addin Jl.Let. Jenderal. Suprapto Kota tebingtinggi. 


Cp : 0823 6397 6866


Mari jadikan diri kita bagian dari Umat Rasululloh dengan Peduli atas kondisi kaum Muslimin di Negeri Syam, Selipkan Do'a dan Infaq terbaik Anda


Barakallahu Fiekum.

🍃🌻 *PESAN INDAH* 🌻🍃

        dari Ust. Arifin Ilham :


Assalamu'alaikum Wr. Wb.. Cerdasnya orang yg beriman adalah, *dia yg mampu mengolah hidupnya yg sesaat & yg sekejap untuk hidup yg panjang.. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.*


Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, *tapi rindukan mati.* Karena, *mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT.* Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, *tapi mati adalah awal cerita sebenarnya,* maka *sambutlah kematian dengan penuh Ketakwaan.*


Hendaknya kita *selalu menjaga Tujuh Sunnah Nabi setiap Hari.* Ketujuh Sunnah Nabi SAW itu adalah :


●Pertama, 

*Tahajjud*  karena kemuliaan seorang Mukmin terletak pada Tahajjudnya.


●Kedua, 

*Membaca Al-Qur’an sebelum terbit Matahari.* Alangkah baiknya sebelum mata melihat Dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh Pemahaman.


●Ketiga, 

*Jangan tinggalkan Masjid terutama di waktu Subuh.* Sebelum melangkah kemana pun *langkahkan kaki ke Masjid, karena Masjid merupakan pusat Keberkahan,* bukan karena panggilan Muadzin *tetapi panggilan Allah SWT,*yg memanggil orang Beriman *untuk memakmurkan Masjid Allah.*


●Keempat, 

*Jaga Shalat Dhuha* karena kunci Rezeki terletak pada Shalat Dhuha


●Kelima, 

*Jaga sedekah setiap hari.* Allah menyukai orang yg suka bersedekah, dan *malaikat Allah selalu mendoakan kepada Orang yg bersedekah setiap hari.*


●Keenam

*Jaga wudhu terus menerus*, karena Allah menyayangi Hamba2-nya yg berwudhu.

Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, *“Orang yg selalu berwudhu senantiasa Ia akan merasa selalu Shalat walau ia sedang tidak Shalat,* dan dijaga oleh Malaikat dengan dua Do'a, *"ampuni dosa dan sayangi Dia Ya Allah”.*


●Ketujuh, 

*Amalkan Istighfar setiap saat.*

Dengan Istighfar *masalah yg terjadi karena Dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.*         *Tiga Do'a yang janganlah Kita lupakan dalam Sujud*, yaitu :


*1. Mintalah diwafatkan dalam keadaan Husnul Khatimah :*

Allahumma inni as'aluka husnal khotimah

Artinya : *" Ya Allah aku meminta kepada-MU Husnul Khatimah ".*


*2. Mintalah agar kita diberikan kesempatan Taubat sebelum Wafat :*

Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut

Artinya:  *Ya Allah berilah aku rezeki Taubat Nasuha (atau sebenar-benarnya Taubat) sebelum Wafat ".*


*3. Mintalah agar Hati kita ditetapkan di atas Agamanya :*

Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi 'ala diinika

Artinya: *" Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah Hatiku pada Agama-MU ".*


Kemudian saya sampaikan,

jika kau sebarkan perkataan ini, & kau berniat baik *maka Kami Do'akan menjadikan Kemudahan urusan - urusanmu di Dunia & Akhirat.*


*Lakukanlah Kebaikan walau sekecil apapun itu, karena tidaklah Kau ketahui, Amal Kebaikan yang mana yang dapat menghantarkanmu ke Syurga.*


Kirim  ini semampumu dan seikhlasmu kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 Org..


*SEKECIL* apapun Amal Ibadah, Allah SWT menghargainya PULUHAN kali lipat...

Semoga Kita semua termasuk dlm Golongan Org2 yang Bertaqwa,, Aamiin... *tolong Baca sebentar aja Kita Dzikir sebentar ingat اَللّهُ ...*


*"Subhanallah, Walhamdulillah WalailaHa ilallah Allahu-Akbar wa la haula wala quwata illa billahil aliyil adzim”*


Sebarkanlah... Insha Allah kita akan membuat beribu-ribu manusia berzikir kepada Allah SWT


 *آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ*

Kultum Ramadhan

🍃🌻 *PESAN INDAH* 🌻🍃

        dari Ust. Arifin Ilham :


Assalamu'alaikum Wr. Wb.. Cerdasnya orang yg beriman adalah, *dia yg mampu mengolah hidupnya yg sesaat & yg sekejap untuk hidup yg panjang.. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.*


Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, *tapi rindukan mati.* Karena, *mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT.* Mati bukanlah akhir cerita dalam hidup, *tapi mati adalah awal cerita sebenarnya,* maka *sambutlah kematian dengan penuh Ketakwaan.*


Hendaknya kita *selalu menjaga Tujuh Sunnah Nabi setiap Hari.* Ketujuh Sunnah Nabi SAW itu adalah :


●Pertama, 

*Tahajjud*  karena kemuliaan seorang Mukmin terletak pada Tahajjudnya.


●Kedua, 

*Membaca Al-Qur’an sebelum terbit Matahari.* Alangkah baiknya sebelum mata melihat Dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh Pemahaman.


●Ketiga, 

*Jangan tinggalkan Masjid terutama di waktu Subuh.* Sebelum melangkah kemana pun *langkahkan kaki ke Masjid, karena Masjid merupakan pusat Keberkahan,* bukan karena panggilan Muadzin *tetapi panggilan Allah SWT,*yg memanggil orang Beriman *untuk memakmurkan Masjid Allah.*


●Keempat, 

*Jaga Shalat Dhuha* karena kunci Rezeki terletak pada Shalat Dhuha


●Kelima, 

*Jaga sedekah setiap hari.* Allah menyukai orang yg suka bersedekah, dan *malaikat Allah selalu mendoakan kepada Orang yg bersedekah setiap hari.*


●Keenam

*Jaga wudhu terus menerus*, karena Allah menyayangi Hamba2-nya yg berwudhu.

Khalifah Ali bin Abi Thalib berkata, *“Orang yg selalu berwudhu senantiasa Ia akan merasa selalu Shalat walau ia sedang tidak Shalat,* dan dijaga oleh Malaikat dengan dua Do'a, *"ampuni dosa dan sayangi Dia Ya Allah”.*


●Ketujuh, 

*Amalkan Istighfar setiap saat.*

Dengan Istighfar *masalah yg terjadi karena Dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.*         *Tiga Do'a yang janganlah Kita lupakan dalam Sujud*, yaitu :


*1. Mintalah diwafatkan dalam keadaan Husnul Khatimah :*

Allahumma inni as'aluka husnal khotimah

Artinya : *" Ya Allah aku meminta kepada-MU Husnul Khatimah ".*


*2. Mintalah agar kita diberikan kesempatan Taubat sebelum Wafat :*

Allahummarzuqni taubatan nasuha qoblal maut

Artinya:  *Ya Allah berilah aku rezeki Taubat Nasuha (atau sebenar-benarnya Taubat) sebelum Wafat ".*


*3. Mintalah agar Hati kita ditetapkan di atas Agamanya :*

Allahumma yaa muqollibal quluub tsabbit qolbi 'ala diinika

Artinya: *" Ya Allah wahai sang pembolak balik hati, tetapkanlah Hatiku pada Agama-MU ".*


Kemudian saya sampaikan,

jika kau sebarkan perkataan ini, & kau berniat baik *maka Kami Do'akan menjadikan Kemudahan urusan - urusanmu di Dunia & Akhirat.*


*Lakukanlah Kebaikan walau sekecil apapun itu, karena tidaklah Kau ketahui, Amal Kebaikan yang mana yang dapat menghantarkanmu ke Syurga.*


Kirim  ini semampumu dan seikhlasmu kepada sesama Muslim, sampaikanlah walau hanya pada 1 Org..


*SEKECIL* apapun Amal Ibadah, Allah SWT menghargainya PULUHAN kali lipat...

Semoga Kita semua termasuk dlm Golongan Org2 yang Bertaqwa,, Aamiin... *tolong Baca sebentar aja Kita Dzikir sebentar ingat اَللّهُ ...*


*"Subhanallah, Walhamdulillah WalailaHa ilallah Allahu-Akbar wa la haula wala quwata illa billahil aliyil adzim”*


Sebarkanlah... Insha Allah kita akan membuat beribu-ribu manusia berzikir kepada Allah SWT


 *آمِّيْنَ آمِّيْنَ آمِّيْنَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ*

Belajar Berdakwah dari Akhlak Nabi


BincangSyariah.Com – Belakangan kita sering melihat di berbagai media massa, orang yang mengaku berjuang menegakkan agamanya dengan cara yang cenderung mengancam dan menakut-nakuti kelompok lain yang berbeda. Mereka melakukannya karena merasa itu bagian dari dakwah. Apakah dakwah dengan cara-cara seperti ini dianjurkan Nabi? Cara paling mudah untuk menjawabnya adalah dengan membandingkan dengan akhlak Nabi Muhammad selama ia hidup.

Jauh sebelum mendapat wahyu kenabian dari langit, masyarakat Mekah sudah mengenal Nabi Muhammad sebagai pribadi yang mengesankan. Salah satu buktinya adalah gelar Alamin (orang yang dipercaya) yang disematkan kepadanya. Gelar ini didapatkannya ketika berhasil meredakan sebuah perselisihan di kalangan kaum Quraisy.

Akhlak terpuji secara konsisten dicontohkan Nabi ketika sudah menjadi rasul, bahkan sampai akhir hayat. Terkait hal ini bahkan dengan gamblang ia katakan, “aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.

Banyak contoh yang bisa kita dapatkan dari kisah hidup Nabi sehari-hari. Mulai dari caranya bersikap kepada para sahabat, sikap kepada orang yang berbeda agama, bahkan sikap kepada para pembencinya.

Ada sebuah cerita populer tentang seseorang yang begitu membenci Nabi Muhammad, sampai setiap hari ia melempari Nabi dengan kotoran. Tapi ketika orang itu sakit, Nabi adalah orang pertama yang menjenguknya. Karena perlakuan Nabi yang begitu manusiawi, orang itu memutuskan untuk memeluk Islam.

Kepada para sahabatnya Nabi dikenal sebagai sosok yang bersahabat, bisa berkelakar di saat-saat tertentu, dan tak ingin lebih dihormati lebih tinggi dari orang-orang di sekitarnya. Tapi pada saat yang diperlukan, ia bisa bersikap tegas pada sahabatnya, seperti pada kasus Mu’adz bin Jabal.

Mu’adz ditegur Nabi karena membaca surat yang panjang (Albaqarah) saat mengimami shalat Isya, sementara di antara makmum ada yang tidak punya banyak waktu dan ada juga yang kelelahan. Nabi menganjurkan agar melihat kondisi para makmum lebih dulu sebelum memilih ayat yang dibaca.

Ada juga kisah tentang pengemis buta yang selalu menghina Nabi Muhammad setiap hari. Ia tidak tahu bahwa Nabi yang selalu dihinanya adalah orang yang menyuapi setiap hari. Sampai ketika Nabi wafat dan kebiasaan menyuapi ini diteruskan Abu Bakar Shidiq, pengemis itu baru tahu bahwa selama ini yang menyuapinya adalah Nabi.

Memang kita juga tahu Nabi berkali-kali terlibat peperangan dengan kelompok Quraisy. Tapi ini dilakukan untuk mempertahankan diri saat tak ada pilihan lain, bukan sebagai praktik dakwah. Peperangan terjadi biasanya karena kelompok lawan lebih dulu menyerang, atau menyudutkan posisi kelompok muslim. Misalnya saat kaum Quraisy memberlakukan embargo perdagangan pada kelompok muslim.

Salah satu kemenangan Nabi yang paling dihormati justru adalah peristiwa pembebasan kota Mekah (Fathu Makkah) yang dilakukan tanpa pertempuran. Saat itu Nabi memutuskan kembali ke Mekah setelah 10 tahun di Madinah dan sudah memiliki kekuatan yang besar. Mekah ditaklukkan dengan damai, tanpa setetes darah pun tumpah.

Kunci keberhasilan Nabi Muhammad dalam berdakwah adalah akhlaq terpuji. Kita melihat pribadi Nabi Muhammad yang ramah dan bukan pendendam. Dia tidak berdakwah dengan kekuatan fisik, atau dengan menakut-nakuti orang, baik di saat masih menjadi minoritas, maupun ketika sudah menjadi mayoritas.

Untuk belajar cara berdakwah, mari kita ingat lagi akhlak mulia Nabi Muhammad.

Belajar Berdakwah dari Akhlak Nabi

Belajar Berdakwah dari Akhlak Nabi


BincangSyariah.Com – Belakangan kita sering melihat di berbagai media massa, orang yang mengaku berjuang menegakkan agamanya dengan cara yang cenderung mengancam dan menakut-nakuti kelompok lain yang berbeda. Mereka melakukannya karena merasa itu bagian dari dakwah. Apakah dakwah dengan cara-cara seperti ini dianjurkan Nabi? Cara paling mudah untuk menjawabnya adalah dengan membandingkan dengan akhlak Nabi Muhammad selama ia hidup.

Jauh sebelum mendapat wahyu kenabian dari langit, masyarakat Mekah sudah mengenal Nabi Muhammad sebagai pribadi yang mengesankan. Salah satu buktinya adalah gelar Alamin (orang yang dipercaya) yang disematkan kepadanya. Gelar ini didapatkannya ketika berhasil meredakan sebuah perselisihan di kalangan kaum Quraisy.

Akhlak terpuji secara konsisten dicontohkan Nabi ketika sudah menjadi rasul, bahkan sampai akhir hayat. Terkait hal ini bahkan dengan gamblang ia katakan, “aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia”.

Banyak contoh yang bisa kita dapatkan dari kisah hidup Nabi sehari-hari. Mulai dari caranya bersikap kepada para sahabat, sikap kepada orang yang berbeda agama, bahkan sikap kepada para pembencinya.

Ada sebuah cerita populer tentang seseorang yang begitu membenci Nabi Muhammad, sampai setiap hari ia melempari Nabi dengan kotoran. Tapi ketika orang itu sakit, Nabi adalah orang pertama yang menjenguknya. Karena perlakuan Nabi yang begitu manusiawi, orang itu memutuskan untuk memeluk Islam.

Kepada para sahabatnya Nabi dikenal sebagai sosok yang bersahabat, bisa berkelakar di saat-saat tertentu, dan tak ingin lebih dihormati lebih tinggi dari orang-orang di sekitarnya. Tapi pada saat yang diperlukan, ia bisa bersikap tegas pada sahabatnya, seperti pada kasus Mu’adz bin Jabal.

Mu’adz ditegur Nabi karena membaca surat yang panjang (Albaqarah) saat mengimami shalat Isya, sementara di antara makmum ada yang tidak punya banyak waktu dan ada juga yang kelelahan. Nabi menganjurkan agar melihat kondisi para makmum lebih dulu sebelum memilih ayat yang dibaca.

Ada juga kisah tentang pengemis buta yang selalu menghina Nabi Muhammad setiap hari. Ia tidak tahu bahwa Nabi yang selalu dihinanya adalah orang yang menyuapi setiap hari. Sampai ketika Nabi wafat dan kebiasaan menyuapi ini diteruskan Abu Bakar Shidiq, pengemis itu baru tahu bahwa selama ini yang menyuapinya adalah Nabi.

Memang kita juga tahu Nabi berkali-kali terlibat peperangan dengan kelompok Quraisy. Tapi ini dilakukan untuk mempertahankan diri saat tak ada pilihan lain, bukan sebagai praktik dakwah. Peperangan terjadi biasanya karena kelompok lawan lebih dulu menyerang, atau menyudutkan posisi kelompok muslim. Misalnya saat kaum Quraisy memberlakukan embargo perdagangan pada kelompok muslim.

Salah satu kemenangan Nabi yang paling dihormati justru adalah peristiwa pembebasan kota Mekah (Fathu Makkah) yang dilakukan tanpa pertempuran. Saat itu Nabi memutuskan kembali ke Mekah setelah 10 tahun di Madinah dan sudah memiliki kekuatan yang besar. Mekah ditaklukkan dengan damai, tanpa setetes darah pun tumpah.

Kunci keberhasilan Nabi Muhammad dalam berdakwah adalah akhlaq terpuji. Kita melihat pribadi Nabi Muhammad yang ramah dan bukan pendendam. Dia tidak berdakwah dengan kekuatan fisik, atau dengan menakut-nakuti orang, baik di saat masih menjadi minoritas, maupun ketika sudah menjadi mayoritas.

Untuk belajar cara berdakwah, mari kita ingat lagi akhlak mulia Nabi Muhammad.

Tulisan Rektor ITS, Prof Joni Hermana di wall FB nya

Coba simak kutipan inspiratif di bawah ini yang menggugah...

.

Kutipan Inspiratif : LIFE GUIDE (Inspiration story)

.

Dulu dikala aku kecil, aku sll mendpt peringkat 1 baik di tingkat SD, SMP, SMA


Semua merasa senang, ibu & ayah pun sll memelukku dg bangga. Klrg sgt senang melihat anaknya pintar & berprestasi.


Aku masuk perguruan tinggi ternama pun, tnp embel2 test.


Org tua & teman2 ku merasa bangga thd diriku.


Tatkala aku kuliah IPK ku sll 4 & lulus dg predikat cum laude.


Semua bahagia, para rektor menyalami ku & merasa bangga memiliki mahasiswa spt diriku, jgn ditanya ttg org tua ku, tentunya mrk org yg paling bangga, bangga melihat anaknya lulus dg predikat cum laude. Teman2 seperjuangan ku pun gembira. Semua wajah memancarkan kebahagiaan.


Lulus dr perguruan tinggi aku bekerja disbh perusahan bonafit. Karirku sgt melejit & gajiku sgt besar.


Semua pun merasa bangga dg diriku, semua rekan bisnisku sll menjabat tgn-ku, semua hormat & mnghargai diriku, teman2 lama pun sll menyebut namaku sbg slh satu org sukses. 


Namun ada sesuatu yg tak prnh kudptkan dlm perjalanan hidup ku slm ini. Hatiku sll kosomg & risau. Perasaan sepi sll memghantui hari2ku. Ya..aku terlalu mengejar duniaku & mengabaikan akhiratku. Aku sedih...


Ketika aku berikrar utk berjuang bersama barisan pembela Rasulullah saw & ku buang sgl title keduniaanku, kutinggalkan dunia ku utk mengejar akhirat & ridhaNya. Seketika itu pula dunia terasa berbalik. Yaa... Dunia spt berbalik. Ku putuskan utk mrantau & memilih mempelajari ilmu Al-Qur'an & hadist & kuhafalkan Al-Qur'an 30 juz.


Semua org mencemooh & memaki diriku. Tak ada lg pujian, senyum kebanggan, peluk hangat dll. Yg ada hanyalah cacian. 


Terkadang org memaki diriku, "buat apa sekolah tinggi2 kalau akhirnya masuk pesantren.

Dia itu org bodoh..! Udh punya pekerjaan enak ditinggalin...


Berbagai caci & maki tertuju pd diriku, bahkan dr klrg yg tak jarang membuat diriku sedih....


"Apa ada lulusan perguruan tinggi terkenal masuk pondok tahfidz..? Ga sayang apa udh dpt kerja enak, mau makan apa & dr mana lg..?


Kata mereka..


Ya, pertanyaan2 itu trs menyerang & menyudutkan diriku.


Hingga suatu ketika..


Ketika fajar mulai menyingsing ku ajak ibu utk shalat berjamaah di masjid, masjid tmpt dimn aku biasa mnjd imam.


Ini adalah shalat subuh yg akan sll ku kenang. 


Ku angkat tangan seraya mengucapkan takbir. " Allaaahuu akbaar"_

ku agungkan Allah dg seagung2nya.


Ku baca doa iftitah dlm hati ku, berdesir hati ini rasanya.... 

Kulanjutkan membaca Al-Fatihah, 

Bismillahirrahmaanirrahiiim, (smp disini hati ku bergetar ), ku sebut namaNya yg maha pengasih & maha penyayang..


Alhamdulillahirabbil alamiin...

Ku panjatkan puji2an utk Rabb semesta alam..


Kulanjutkan bacaan lamat2, ku hayati surah al-fatihah dg seindah2nya tadabur, tnp terasa air mata jatuh membasahi wajahku....


Berat lidah ku utk melanjutkan ayat, Arrahmaanirrahiim, 

ku lanjutkan ayat dg nada yg mulai bergetar....


Malikiyaumiddin, kali ini aku sdh tak kuasa menahan tangisku. 


Iyyaka na'budu wa iyyaka nastaiin, "yaa Allah hanya kpdMu lah kami menyembah & hanya kpdMu lah kami meminta pertolongan."

Hati ku terasa tercabik2, sering kali diri ini menuntut kpd Allah utk memenuhi kebutuhanku, tp aku lalai melaksanakan kewajibanku kpd-Mu.


Smp lah aku pd akhir ayat dlm surah Al-Fatihah. Ku seka air mata & ku tenangkan sejenak diriku.


Selanjutnya aku putuskan utk membaca surah _Abasa'_. Ku hanyut dlm bacaan ku, terasa syahdu, hingga terdengar isak tangis jamaah sesekali. Bacaan trs mengalun, hingga smp lah pd ayat 34. Tangisku memecah sejadi2nya.


Yauma yafirrul mar'u min akhii, wa ummihii wa abiih, wa shaahibatihi wa baniih, likullimriim minhum yauma idzin sya'nuy yughniih...


Tangisku pun memecah, tak mampu ku lanjutkan ayat tsb, tubuhku terasa lemas....


Stlh shalat subuh selesai, dlm perjlnan plg, ibu bertanya : "mengapa kamu menangis saat membaca ayat tadi, apa artinya..?"


Aku hentikan langkahku & aku jelaskan pd ibu. Kutatap wajahnya dlm2 & aku berkata : 


"wahai ibu..

Ayat itu mnjelaskan ttg huru hara padang mahsyar saat kiamat nanti, semua akan lari meninggalkan sudaranya...


Ibunya...

Bapaknya..

Istri & anak2nya..


Semuanya sibuk dg urusannya masing2.


Bila kita kaya org akan memuji dg sebutan org yg berjaya...,


Namun ketika kiamat trjd apalah gunanya sgl puji2an manusia itu....


Semua akan meninggalkan kita. Bahkan ibupun akan meninggalkan aku..


Ibu pun meneteskan air mata, ku seka air matanya...


Ku lanjutkan, "Aku pun takut bu bila dimahsyar bekal yg ku bawa sedikit.."


Pujian org yg ramai slm bertahun2 pun kini tak berguna lg...


Lalu knp org beramai2 menginginkan pujian & takut mendpt celaan. Apakah mrk tak menghiraukan kehidupan akhiratnya kelak...?


Ibu kembali memelukku & tersenyum. Ibu mengatakan, "betapa bahagianya punya anak spt dirimu..."

Baru kali ini aku merasa bahagia, krn ibuku bangga thd diriku.


Brbagai pencapaian yg aku dpt dulu, walaupun ibu sama memeluk ku namun baru kali ini pelukan itu sgt membekas dlm jiwaku.


Wahai manusia sebenarnya apa yg kalian kejar..?

Dan apa pula yg mngejar kalian..?

Bukankah maut semakin hari semakin mndekat...?


Dunia yg menipu jgn smp menipu & membuat diri lupa pd negeri akhirat kelak...


Wahai saudaraku,

apakah kalian sadar nafas kalian hanya bbrp saat lagi..?


Seblm lubang kubur kalian akan digali..

Apa yg aku & kalian banggakan dihadapan Allah & RasulNya kelak...?


Wallahua'lam...

.

Jika antum mau share niatkanlah dengan baik mudah-mudahan bisa jadi obat bagi masalah anda dan kita semua.....Aamiin.


Sobat sekarang anda memiliki dua pilihan ,

1. Membiarkan sedikit pengetahuan ini hanya dibaca disini

2. Membagikan pengetahuan ini insyallah bermanfaat dan akan menjadi pahala bagimu. Aamiin..


Silahkan Di Share Ya..


Boleh di SHARE sebanyak mungkin!!

.

LIFE GUIDE (Inspiration story)

Tulisan Rektor ITS, Prof Joni Hermana di wall FB nya

Coba simak kutipan inspiratif di bawah ini yang menggugah...

.

Kutipan Inspiratif : LIFE GUIDE (Inspiration story)

.

Dulu dikala aku kecil, aku sll mendpt peringkat 1 baik di tingkat SD, SMP, SMA


Semua merasa senang, ibu & ayah pun sll memelukku dg bangga. Klrg sgt senang melihat anaknya pintar & berprestasi.


Aku masuk perguruan tinggi ternama pun, tnp embel2 test.


Org tua & teman2 ku merasa bangga thd diriku.


Tatkala aku kuliah IPK ku sll 4 & lulus dg predikat cum laude.


Semua bahagia, para rektor menyalami ku & merasa bangga memiliki mahasiswa spt diriku, jgn ditanya ttg org tua ku, tentunya mrk org yg paling bangga, bangga melihat anaknya lulus dg predikat cum laude. Teman2 seperjuangan ku pun gembira. Semua wajah memancarkan kebahagiaan.


Lulus dr perguruan tinggi aku bekerja disbh perusahan bonafit. Karirku sgt melejit & gajiku sgt besar.


Semua pun merasa bangga dg diriku, semua rekan bisnisku sll menjabat tgn-ku, semua hormat & mnghargai diriku, teman2 lama pun sll menyebut namaku sbg slh satu org sukses. 


Namun ada sesuatu yg tak prnh kudptkan dlm perjalanan hidup ku slm ini. Hatiku sll kosomg & risau. Perasaan sepi sll memghantui hari2ku. Ya..aku terlalu mengejar duniaku & mengabaikan akhiratku. Aku sedih...


Ketika aku berikrar utk berjuang bersama barisan pembela Rasulullah saw & ku buang sgl title keduniaanku, kutinggalkan dunia ku utk mengejar akhirat & ridhaNya. Seketika itu pula dunia terasa berbalik. Yaa... Dunia spt berbalik. Ku putuskan utk mrantau & memilih mempelajari ilmu Al-Qur'an & hadist & kuhafalkan Al-Qur'an 30 juz.


Semua org mencemooh & memaki diriku. Tak ada lg pujian, senyum kebanggan, peluk hangat dll. Yg ada hanyalah cacian. 


Terkadang org memaki diriku, "buat apa sekolah tinggi2 kalau akhirnya masuk pesantren.

Dia itu org bodoh..! Udh punya pekerjaan enak ditinggalin...


Berbagai caci & maki tertuju pd diriku, bahkan dr klrg yg tak jarang membuat diriku sedih....


"Apa ada lulusan perguruan tinggi terkenal masuk pondok tahfidz..? Ga sayang apa udh dpt kerja enak, mau makan apa & dr mana lg..?


Kata mereka..


Ya, pertanyaan2 itu trs menyerang & menyudutkan diriku.


Hingga suatu ketika..


Ketika fajar mulai menyingsing ku ajak ibu utk shalat berjamaah di masjid, masjid tmpt dimn aku biasa mnjd imam.


Ini adalah shalat subuh yg akan sll ku kenang. 


Ku angkat tangan seraya mengucapkan takbir. " Allaaahuu akbaar"_

ku agungkan Allah dg seagung2nya.


Ku baca doa iftitah dlm hati ku, berdesir hati ini rasanya.... 

Kulanjutkan membaca Al-Fatihah, 

Bismillahirrahmaanirrahiiim, (smp disini hati ku bergetar ), ku sebut namaNya yg maha pengasih & maha penyayang..


Alhamdulillahirabbil alamiin...

Ku panjatkan puji2an utk Rabb semesta alam..


Kulanjutkan bacaan lamat2, ku hayati surah al-fatihah dg seindah2nya tadabur, tnp terasa air mata jatuh membasahi wajahku....


Berat lidah ku utk melanjutkan ayat, Arrahmaanirrahiim, 

ku lanjutkan ayat dg nada yg mulai bergetar....


Malikiyaumiddin, kali ini aku sdh tak kuasa menahan tangisku. 


Iyyaka na'budu wa iyyaka nastaiin, "yaa Allah hanya kpdMu lah kami menyembah & hanya kpdMu lah kami meminta pertolongan."

Hati ku terasa tercabik2, sering kali diri ini menuntut kpd Allah utk memenuhi kebutuhanku, tp aku lalai melaksanakan kewajibanku kpd-Mu.


Smp lah aku pd akhir ayat dlm surah Al-Fatihah. Ku seka air mata & ku tenangkan sejenak diriku.


Selanjutnya aku putuskan utk membaca surah _Abasa'_. Ku hanyut dlm bacaan ku, terasa syahdu, hingga terdengar isak tangis jamaah sesekali. Bacaan trs mengalun, hingga smp lah pd ayat 34. Tangisku memecah sejadi2nya.


Yauma yafirrul mar'u min akhii, wa ummihii wa abiih, wa shaahibatihi wa baniih, likullimriim minhum yauma idzin sya'nuy yughniih...


Tangisku pun memecah, tak mampu ku lanjutkan ayat tsb, tubuhku terasa lemas....


Stlh shalat subuh selesai, dlm perjlnan plg, ibu bertanya : "mengapa kamu menangis saat membaca ayat tadi, apa artinya..?"


Aku hentikan langkahku & aku jelaskan pd ibu. Kutatap wajahnya dlm2 & aku berkata : 


"wahai ibu..

Ayat itu mnjelaskan ttg huru hara padang mahsyar saat kiamat nanti, semua akan lari meninggalkan sudaranya...


Ibunya...

Bapaknya..

Istri & anak2nya..


Semuanya sibuk dg urusannya masing2.


Bila kita kaya org akan memuji dg sebutan org yg berjaya...,


Namun ketika kiamat trjd apalah gunanya sgl puji2an manusia itu....


Semua akan meninggalkan kita. Bahkan ibupun akan meninggalkan aku..


Ibu pun meneteskan air mata, ku seka air matanya...


Ku lanjutkan, "Aku pun takut bu bila dimahsyar bekal yg ku bawa sedikit.."


Pujian org yg ramai slm bertahun2 pun kini tak berguna lg...


Lalu knp org beramai2 menginginkan pujian & takut mendpt celaan. Apakah mrk tak menghiraukan kehidupan akhiratnya kelak...?


Ibu kembali memelukku & tersenyum. Ibu mengatakan, "betapa bahagianya punya anak spt dirimu..."

Baru kali ini aku merasa bahagia, krn ibuku bangga thd diriku.


Brbagai pencapaian yg aku dpt dulu, walaupun ibu sama memeluk ku namun baru kali ini pelukan itu sgt membekas dlm jiwaku.


Wahai manusia sebenarnya apa yg kalian kejar..?

Dan apa pula yg mngejar kalian..?

Bukankah maut semakin hari semakin mndekat...?


Dunia yg menipu jgn smp menipu & membuat diri lupa pd negeri akhirat kelak...


Wahai saudaraku,

apakah kalian sadar nafas kalian hanya bbrp saat lagi..?


Seblm lubang kubur kalian akan digali..

Apa yg aku & kalian banggakan dihadapan Allah & RasulNya kelak...?


Wallahua'lam...

.

Jika antum mau share niatkanlah dengan baik mudah-mudahan bisa jadi obat bagi masalah anda dan kita semua.....Aamiin.


Sobat sekarang anda memiliki dua pilihan ,

1. Membiarkan sedikit pengetahuan ini hanya dibaca disini

2. Membagikan pengetahuan ini insyallah bermanfaat dan akan menjadi pahala bagimu. Aamiin..


Silahkan Di Share Ya..


Boleh di SHARE sebanyak mungkin!!

.


Penulis:MUHAMMAD MASRUR

 Sebelum saya menulis ini, saya menonton beberapa video penceramah yang ditanya tentang mencium tangan dan kaki orang yang dihormati, seperti guru atau orang tua. Video lain menampilkan judul bagaimana hukumnya sungkem (merunduk dengan meletakkan kedua telapak tangan di atas kepala sambil berlutut di hadapan orang yang dihormati. Sebagian sampai bersujud) di hadapan orang tua. 

Penceramah pertama dari kalangan habaib (keturunan Nabi Saw.) menyampaikan dalam bahasa Melayu, yang membolehkan hal tersebut karena para sahabat juga pernah mencium tangan bahkan lutut Nabi Saw. karena memuliakan dan tujuannya tidak lebih dari apa yang dicontohkan para sahabat.

Penceramah kedua juga membolehkan karena yang terpenting prinsipnya adalah memuliakan (takrim), tidak menyembah. Ia menampilkan dengan jelas dalil-dalilnya bahkan mampu menyebutkan nomor ayat Alquran dan hadis.

Penceramah ketiga dengan judul video sungkem kepada orangtua menyarankan agar perilaku mencium kaki atau tangan ini ditinggalkan. Menurutnya, tidak ada yang lebih patut dihormati kecuali Allah Swt.

Penceramah itu berdalil dengan riwayat Mu’adz bin Jabal yang ditegur Nabi karena mencium kakinya dan Nabi Saw. berkata kalau ada manusia yang dihormati maka istri bersujud kepada suami lebih berhak dari itu.

Menelusuri Dalil Mencium Kaki

Dua pandangan berbeda dari tiga contoh penceramah tersebut itu diakui ada dasarnya. Banyak ulama membolehkan praktik mencium tangan atau kaki dalam konteks menghormati. Tidak hanya ulama kontemporer, tapi juga ulama terdahulu seperti dari kalangan ahli hadis. Meski begitu, yang tidak membolehkan juga ada. Imam Malik diriwayatkan memnadang perilaku mencium tangan (apalagi kaki) orang, meskipun dalam konteks menghormati, hukumnya makruh.

Dalil pertama secara spesifik adalah hadis al-Tirmidzi, al-Nasa’i, dan Ibn Majah tentang kisah dua orang Yahudi yang mencium kedua tangan dan kaki Nabi Saw. setelah mendengar penjelasannya. Hadis tersebut diriwayatkan dari Shafwan bin ‘Assal. Namun, Shafwan bin ‘Assal menurut banyak kritikus hadis dianggap sebagai pe-rawi yang lemah. Sebenarnya ada keragaman pendapat di kalangan ahli hadis. al-Tirmidzi menilai hadis ini hasan shahih. Al-Nasa’i menilainya munkar. Memang, Al-Nasa’i terkenal sebagai kritikus hadis yang ketat (mutasyaddid).

Dalil kedua adalah adalah hadis riwayat Ummu Aban binti al-Wazi’ bin Zari’, dari kakeknya Zari’ yang pernah berada di dalam rombongan ‘Abd al-Qays, beliau berkata:

لَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ فَجَعَلْنَا نَتَبَادَرُ مِنْ رَوَاحِلِنَا فَنُقَبِّلُ يَدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، وَرجله .

“Ketika kami tiba di Madinah, kami segera mempercepat unta yang kami tunggangi lalu mencium tangan Nabi Saw. dan kakinya.”

Hadis ini terdapat di dalam Sunan Abu Dawud. Menurut al-Albani, hadis ini hukumnya hasan tanpa memasukan redaksi wa rijlahu. Menurut Ibn Hajar al-‘Asqalani, hadis ini memiliki sanad yang baik.

Dalil ketiga adalah kisah Ka’b bin Malik, dari ayahnya yang hendak bertaubat kepada Nabi Saw.:

لَمَّا نَزَلَتْ تَوْبَتِي أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَبَّلْتُ يده وركبتيه

“Ketika saya bertaubat, saya mendatangi Nabi Saw. lalu mencium tangan dan kedua lututnya.”

Dari ketiga hadis tersebut, yang mendapatkan komentar negatif dari segi kesahihan hadis adalah yang pertama. Namun dari segi kontennya (matan), ketiga hadis tersebut sama-sama menunjukkan penghormatan kepada Nabi Saw., ada yang dalam kondisi bertaubat atau pun tiba dari perjalanan yang sangat penting dalam hidup muslimin waktu itu, hijrah ke Madinah. Artinya, mencium tangan dan kaki orang yang dihormati seperti Nabi atau orang tua, sebenarnya ada dasar dalilnya dalam syariat.

Memahami Makna Hadis Mencium Kaki

Sebagian pemuka agama, memang ada yang berpendapat kalau hal ini tidak diperbolehkan. Alasannya adalah tidak boleh ada yang diagungkan apalagi bersujud kecuali kepada Allah semata. Mereka yang berpendapat demikian menyandarkan pendapatnya pada hadis yang terdapat dalam Sunan Ibn Majah:

 لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِغَيْرِ اللَّهِ ، لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Kalau aku (harus) memerintah seseorang untuk bersujud kepada selain Allah, aku akan perintahkan perempuan untuk bersujud kepada suaminya.”

Hadis tersebut mengilustrasikan pengandaian Nabi Saw., bahwa andaikan sujud -dalam makna sesungguhnya, yaitu penyembahan (ibadah)- kepada selain Allah itu diperbolehkan, maka yang disyariatkan adalah sujudnya seorang istri kepada suami. Menurut Syaikh Shalih al-Munjid, hadis di atas sama sekali tidak menunjukkan kewajiban sujud kepada seorang suami. Justru hadis di atas berfungsi sebagai larangan.

Meskipun demikian, ada ulama yang berpendapat dengan hadis tersebut kalau mencium kaki orang yang dihormati dikhawatirkan sama dengan menyembah selain kepada Allah. Yang berpendapat demikian adalah Syaikh Shalih Fauzan dan Syaikh Sulaiman bin Salimullah al-Ruhaili. Keduanya berasal dari Saudi Arabia. Syaikh Sulaiman bin Salimullah, menambahkan meskipun itu tidak berarti penyembahan, ia berpendapat lebih baik perilaku ini dijauhi.

Namun, banyak juga yang mengatakan bahwa mencium kaki orang tua atau guru, sama sekali tidak menunjukkan bentuk penyembahan kepada orang tua. Justru hal tersebut dalam konteks penghormatan dan memuliakan. Hal ini dibenarkan dalam agama.

Di antara yang berpendapat demikian adalah Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin. Selain beliau, banyak juga ulama-ulama mutaqaddimin yang memperbolehkan seperti al-Tirmidzi dan al-Baihaqi yang memasukkan tema ini di dalam kitab hadisnya.

Menurut Imam al-Nawawi dalam Almajmu’, seperti mencium tangan, mencium kaki tidak boleh untuk tujuan harta duniawi, mendapatkan jabatan, atau apa saja yang tidak terdapat unsur ukhrawi di dalamnya. Al-Mubarakfuri juga mengatakan kalau kisah dua orang Yahudi yang mencium tangan dan kaki Nabi Saw. menjadi dalil dibolehkannya hal tersebut. Wallahu A’lam.

HUKUM MENCIUM KAKI ORANG YANG DIHORMATI


Penulis:MUHAMMAD MASRUR

 Sebelum saya menulis ini, saya menonton beberapa video penceramah yang ditanya tentang mencium tangan dan kaki orang yang dihormati, seperti guru atau orang tua. Video lain menampilkan judul bagaimana hukumnya sungkem (merunduk dengan meletakkan kedua telapak tangan di atas kepala sambil berlutut di hadapan orang yang dihormati. Sebagian sampai bersujud) di hadapan orang tua. 

Penceramah pertama dari kalangan habaib (keturunan Nabi Saw.) menyampaikan dalam bahasa Melayu, yang membolehkan hal tersebut karena para sahabat juga pernah mencium tangan bahkan lutut Nabi Saw. karena memuliakan dan tujuannya tidak lebih dari apa yang dicontohkan para sahabat.

Penceramah kedua juga membolehkan karena yang terpenting prinsipnya adalah memuliakan (takrim), tidak menyembah. Ia menampilkan dengan jelas dalil-dalilnya bahkan mampu menyebutkan nomor ayat Alquran dan hadis.

Penceramah ketiga dengan judul video sungkem kepada orangtua menyarankan agar perilaku mencium kaki atau tangan ini ditinggalkan. Menurutnya, tidak ada yang lebih patut dihormati kecuali Allah Swt.

Penceramah itu berdalil dengan riwayat Mu’adz bin Jabal yang ditegur Nabi karena mencium kakinya dan Nabi Saw. berkata kalau ada manusia yang dihormati maka istri bersujud kepada suami lebih berhak dari itu.

Menelusuri Dalil Mencium Kaki

Dua pandangan berbeda dari tiga contoh penceramah tersebut itu diakui ada dasarnya. Banyak ulama membolehkan praktik mencium tangan atau kaki dalam konteks menghormati. Tidak hanya ulama kontemporer, tapi juga ulama terdahulu seperti dari kalangan ahli hadis. Meski begitu, yang tidak membolehkan juga ada. Imam Malik diriwayatkan memnadang perilaku mencium tangan (apalagi kaki) orang, meskipun dalam konteks menghormati, hukumnya makruh.

Dalil pertama secara spesifik adalah hadis al-Tirmidzi, al-Nasa’i, dan Ibn Majah tentang kisah dua orang Yahudi yang mencium kedua tangan dan kaki Nabi Saw. setelah mendengar penjelasannya. Hadis tersebut diriwayatkan dari Shafwan bin ‘Assal. Namun, Shafwan bin ‘Assal menurut banyak kritikus hadis dianggap sebagai pe-rawi yang lemah. Sebenarnya ada keragaman pendapat di kalangan ahli hadis. al-Tirmidzi menilai hadis ini hasan shahih. Al-Nasa’i menilainya munkar. Memang, Al-Nasa’i terkenal sebagai kritikus hadis yang ketat (mutasyaddid).

Dalil kedua adalah adalah hadis riwayat Ummu Aban binti al-Wazi’ bin Zari’, dari kakeknya Zari’ yang pernah berada di dalam rombongan ‘Abd al-Qays, beliau berkata:

لَمَّا قَدِمْنَا الْمَدِينَةَ فَجَعَلْنَا نَتَبَادَرُ مِنْ رَوَاحِلِنَا فَنُقَبِّلُ يَدَ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم، وَرجله .

“Ketika kami tiba di Madinah, kami segera mempercepat unta yang kami tunggangi lalu mencium tangan Nabi Saw. dan kakinya.”

Hadis ini terdapat di dalam Sunan Abu Dawud. Menurut al-Albani, hadis ini hukumnya hasan tanpa memasukan redaksi wa rijlahu. Menurut Ibn Hajar al-‘Asqalani, hadis ini memiliki sanad yang baik.

Dalil ketiga adalah kisah Ka’b bin Malik, dari ayahnya yang hendak bertaubat kepada Nabi Saw.:

لَمَّا نَزَلَتْ تَوْبَتِي أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَبَّلْتُ يده وركبتيه

“Ketika saya bertaubat, saya mendatangi Nabi Saw. lalu mencium tangan dan kedua lututnya.”

Dari ketiga hadis tersebut, yang mendapatkan komentar negatif dari segi kesahihan hadis adalah yang pertama. Namun dari segi kontennya (matan), ketiga hadis tersebut sama-sama menunjukkan penghormatan kepada Nabi Saw., ada yang dalam kondisi bertaubat atau pun tiba dari perjalanan yang sangat penting dalam hidup muslimin waktu itu, hijrah ke Madinah. Artinya, mencium tangan dan kaki orang yang dihormati seperti Nabi atau orang tua, sebenarnya ada dasar dalilnya dalam syariat.

Memahami Makna Hadis Mencium Kaki

Sebagian pemuka agama, memang ada yang berpendapat kalau hal ini tidak diperbolehkan. Alasannya adalah tidak boleh ada yang diagungkan apalagi bersujud kecuali kepada Allah semata. Mereka yang berpendapat demikian menyandarkan pendapatnya pada hadis yang terdapat dalam Sunan Ibn Majah:

 لَوْ كُنْتُ آمِرًا أَحَدًا أَنْ يَسْجُدَ لِغَيْرِ اللَّهِ ، لَأَمَرْتُ الْمَرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا

“Kalau aku (harus) memerintah seseorang untuk bersujud kepada selain Allah, aku akan perintahkan perempuan untuk bersujud kepada suaminya.”

Hadis tersebut mengilustrasikan pengandaian Nabi Saw., bahwa andaikan sujud -dalam makna sesungguhnya, yaitu penyembahan (ibadah)- kepada selain Allah itu diperbolehkan, maka yang disyariatkan adalah sujudnya seorang istri kepada suami. Menurut Syaikh Shalih al-Munjid, hadis di atas sama sekali tidak menunjukkan kewajiban sujud kepada seorang suami. Justru hadis di atas berfungsi sebagai larangan.

Meskipun demikian, ada ulama yang berpendapat dengan hadis tersebut kalau mencium kaki orang yang dihormati dikhawatirkan sama dengan menyembah selain kepada Allah. Yang berpendapat demikian adalah Syaikh Shalih Fauzan dan Syaikh Sulaiman bin Salimullah al-Ruhaili. Keduanya berasal dari Saudi Arabia. Syaikh Sulaiman bin Salimullah, menambahkan meskipun itu tidak berarti penyembahan, ia berpendapat lebih baik perilaku ini dijauhi.

Namun, banyak juga yang mengatakan bahwa mencium kaki orang tua atau guru, sama sekali tidak menunjukkan bentuk penyembahan kepada orang tua. Justru hal tersebut dalam konteks penghormatan dan memuliakan. Hal ini dibenarkan dalam agama.

Di antara yang berpendapat demikian adalah Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin. Selain beliau, banyak juga ulama-ulama mutaqaddimin yang memperbolehkan seperti al-Tirmidzi dan al-Baihaqi yang memasukkan tema ini di dalam kitab hadisnya.

Menurut Imam al-Nawawi dalam Almajmu’, seperti mencium tangan, mencium kaki tidak boleh untuk tujuan harta duniawi, mendapatkan jabatan, atau apa saja yang tidak terdapat unsur ukhrawi di dalamnya. Al-Mubarakfuri juga mengatakan kalau kisah dua orang Yahudi yang mencium tangan dan kaki Nabi Saw. menjadi dalil dibolehkannya hal tersebut. Wallahu A’lam.

Syaikh Salim bin Abdullah al-Hadhrami dalam kitabnya Safinatun Najah meyebutkan sepuluh hal yang dilarang bagi wanita yang sedang haid; shalat, thawaf, menyentuh Alquran, membawa Alquran, berdiam diri di dalam masjid, membaca Alquran, puasa, talak, lewat dan berjalan di dalam masjid apabila khawatir mengotori masjid dengan darahnya, bersenang-senang dengan pasangan di antara pusar dan lutut.

Lantas, bagaimana dengan wudhu? Apakah boleh wanita wudhu sebelum tidur?

Mengenai masalah ini, ulama berbeda pendapat. Secara umum, setidaknya ada tiga pendapat ulama tentang hukum wudhu bagi wanita haid sebelum tidur.

Pertama; tetap dianjurkan wudhu sebelum tidur bagi wanita haid. Hal ini didasarkan pada keumuman hadis Nabi Saw. yang menganjurkan wudhu terlebih dahulu sebelum tidur, bagi laki-laki maupun wanita, dalam keadaan haid maupun tidak. Dalam sebuah hadis riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim dari al-Barra’ bin ‘Azib, Nabi Saw bersabda;

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ

BACA JUGA:

“Jika kamu hendak tidur, maka berwudhulah sebagaimana wudhu ketika hendak melaksanakan shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu”.

Dalam kitab Syarh Muslim, Imam al-Nawawi menyebutkan perkataan al-Maziri mengenai pendapat sebagian ulama yang tetap menganjurkan wanita haid tidur dalam keadaan bersuci dengan wudhu terlebih dahulu.

“Al-Maziri mengatakan, ‘terdapat perbedaan pendapat tentang wudhunya wanita haid sebelum tidur. Bagi ulama yang memahami bahwa tidur hendaknya dalam keadaan suci, maka dia menganjurkan wudhu sebelum tidur.”

Kedua; tidak dianjurkan wudhu sebelum tidur bagi wanita yang sedang haid. Meski demikian, apabila wudhu terlebih dahulu tidak haram, hanya saja lebih baik tidak wudhu. Hal ini karena wudhu tidak dapat menghilangkan hadas dan membuat wanita haid menjadi suci, sehingga wudhu atau tidak statusnya sama saja. Pendapat ini menjadi kesepakatan hukum di kalangan ulama mazhab Syafiiyah, sebagaimana ditegaskan oleh Imam al-Nawawi berikut;

BACA JUGA:

“Para ulama mazhab kami (Syafiiyah) sepakat bahwa tidak dianjurkan bagi wanita haid atau nifas melakukan wudhu karena wudhunya tidak berdampak menghilangkan hadas keduanya. Kecuali apabila darahnya sudah berhenti (sedangkan dia belum mandi suci), maka hukumya seperti orang junub.”

Ketiga; haram wudhu bagi wanita haid baik sebelum tidur atau lainnya. Wudhu sebelum tidur ini haram apabila dia wudhu dengan niat menghilangkan hadas dan dengan tujuan beribadah. Pendapat ini dikatakan oleh Imam al-Ramli dalam kitab Nihayatul Muhtaj sebagai berikut;

“Di antara perkara yang haram bagi wanita haid adalah bersuci dari hadas dengan tujuan beribadah serta dia mengerti bahwa hal tersebut haram”.

Dari ketiga hukum tersebut di atas, yang paling kuat adalah pendapat kedua. Wanita haid tidak dianjurkan wudhu sebelum tidur dikarenakan wudhunya tidak akan menghilangkan hadas atau membuat dirinya suci dari hadas. Namun apabila dia wudhu, maka hukumnya tidak haram karena wudhu tidak termasuk di antara sepuluh perkara yang haram dilakukan bagi wanita haid sebagaimana telah disebutkan di atas.

Wallahu’alam.

Apakah WANITA HAID DIANJURKAN WUDHU SEBELUM TIDUR?

Syaikh Salim bin Abdullah al-Hadhrami dalam kitabnya Safinatun Najah meyebutkan sepuluh hal yang dilarang bagi wanita yang sedang haid; shalat, thawaf, menyentuh Alquran, membawa Alquran, berdiam diri di dalam masjid, membaca Alquran, puasa, talak, lewat dan berjalan di dalam masjid apabila khawatir mengotori masjid dengan darahnya, bersenang-senang dengan pasangan di antara pusar dan lutut.

Lantas, bagaimana dengan wudhu? Apakah boleh wanita wudhu sebelum tidur?

Mengenai masalah ini, ulama berbeda pendapat. Secara umum, setidaknya ada tiga pendapat ulama tentang hukum wudhu bagi wanita haid sebelum tidur.

Pertama; tetap dianjurkan wudhu sebelum tidur bagi wanita haid. Hal ini didasarkan pada keumuman hadis Nabi Saw. yang menganjurkan wudhu terlebih dahulu sebelum tidur, bagi laki-laki maupun wanita, dalam keadaan haid maupun tidak. Dalam sebuah hadis riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim dari al-Barra’ bin ‘Azib, Nabi Saw bersabda;

إِذَا أَتَيْتَ مَضْجَعَكَ فَتَوَضَّأْ وُضُوءَكَ لِلصَّلاَةِ ، ثُمَّ اضْطَجِعْ عَلَى شِقِّكَ الأَيْمَنِ

BACA JUGA:

“Jika kamu hendak tidur, maka berwudhulah sebagaimana wudhu ketika hendak melaksanakan shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu”.

Dalam kitab Syarh Muslim, Imam al-Nawawi menyebutkan perkataan al-Maziri mengenai pendapat sebagian ulama yang tetap menganjurkan wanita haid tidur dalam keadaan bersuci dengan wudhu terlebih dahulu.

“Al-Maziri mengatakan, ‘terdapat perbedaan pendapat tentang wudhunya wanita haid sebelum tidur. Bagi ulama yang memahami bahwa tidur hendaknya dalam keadaan suci, maka dia menganjurkan wudhu sebelum tidur.”

Kedua; tidak dianjurkan wudhu sebelum tidur bagi wanita yang sedang haid. Meski demikian, apabila wudhu terlebih dahulu tidak haram, hanya saja lebih baik tidak wudhu. Hal ini karena wudhu tidak dapat menghilangkan hadas dan membuat wanita haid menjadi suci, sehingga wudhu atau tidak statusnya sama saja. Pendapat ini menjadi kesepakatan hukum di kalangan ulama mazhab Syafiiyah, sebagaimana ditegaskan oleh Imam al-Nawawi berikut;

BACA JUGA:

“Para ulama mazhab kami (Syafiiyah) sepakat bahwa tidak dianjurkan bagi wanita haid atau nifas melakukan wudhu karena wudhunya tidak berdampak menghilangkan hadas keduanya. Kecuali apabila darahnya sudah berhenti (sedangkan dia belum mandi suci), maka hukumya seperti orang junub.”

Ketiga; haram wudhu bagi wanita haid baik sebelum tidur atau lainnya. Wudhu sebelum tidur ini haram apabila dia wudhu dengan niat menghilangkan hadas dan dengan tujuan beribadah. Pendapat ini dikatakan oleh Imam al-Ramli dalam kitab Nihayatul Muhtaj sebagai berikut;

“Di antara perkara yang haram bagi wanita haid adalah bersuci dari hadas dengan tujuan beribadah serta dia mengerti bahwa hal tersebut haram”.

Dari ketiga hukum tersebut di atas, yang paling kuat adalah pendapat kedua. Wanita haid tidak dianjurkan wudhu sebelum tidur dikarenakan wudhunya tidak akan menghilangkan hadas atau membuat dirinya suci dari hadas. Namun apabila dia wudhu, maka hukumnya tidak haram karena wudhu tidak termasuk di antara sepuluh perkara yang haram dilakukan bagi wanita haid sebagaimana telah disebutkan di atas.

Wallahu’alam.

Inilah Kenikmatan yang Diperoleh Penghuni Surga ‘Adn


Surga merupakan tujuan utama bagi umat manusia setelah hari kiamat kelak. Banyak orang yang berlomba-lomba untuk menjadi penghuni surga, sebab di sinilah Allah menjanjikan kenikmatan pagi para penghuninya yang tidak mereka dapat selama di dunia. Tentu saja surga menjadi hadiah bagi hamba Allah yang beriman dan senantiasa taat kepada-Nya. Ada beberapa nama surga yang disediakan Allah untuk kehidupan setelah di dunia kelak. Salah satunya bernama surga ‘Adn. Lantas kenikmatan apa saja yang akan diperoleh penghuninya? Berikut informasi selengkapnya.

1. Janji Allah SWT Kepada Orang Mukmin Laki-laki dan Perempuan. Kenikmatan pertama yang akan diperoleh para penghuni surga ‘Adn adalah bahwa Allah SWT telah menjanjikan surga tersebut bagi lelaki dan perempuan mukmin. Allah Ta’ala berfirman: “Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.” (Q.S. At-Taubah : 72)

2. Balasan Bagi Hamba Allah SWT yang Benar-Benar Taat Kepada-Nya. Di dalam surga ini berkumpullah orang-orang shaleh. Allah Ta’ala berfirman: “(yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (Q.S. Ar-Ra’d : 23)

3. Balasan Bagi Orang yang Bertakwa. Di surga ini mengalir sungai-sungai, serta setiap penghuninya diberi keleluasaan untuk mendapatkan apapun yang mereka inginkan. Allah Ta’ala berfirman: “(yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa” (Q.S. An-Nahl : 31)

4. Balasan Bagi Orang-Orang yang Bersih Dari Kesesatan dan Kemaksiatan. Bahkan dikatakan dalam sebuah ayat bahwa penghuni surga ini akan berada kekal di dalamnya. Allah Ta’ala berfirman: “(yaitu) syurga 'Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan)” (Q.S. Thaahaa : 76)

Demikianlah informasi mengenai kenikmatan yang akan diperoleh para penghuni surga ‘Adn. Tentu saja semua orang akan berlomba-lomba mengerjakan amalan kebaikan demi mendapatkan kenikmatan dari surga ini. -infoyunik.com


Inilah Kenikmatan yang Diperoleh Penghuni Surga ‘Adn

Inilah Kenikmatan yang Diperoleh Penghuni Surga ‘Adn


Surga merupakan tujuan utama bagi umat manusia setelah hari kiamat kelak. Banyak orang yang berlomba-lomba untuk menjadi penghuni surga, sebab di sinilah Allah menjanjikan kenikmatan pagi para penghuninya yang tidak mereka dapat selama di dunia. Tentu saja surga menjadi hadiah bagi hamba Allah yang beriman dan senantiasa taat kepada-Nya. Ada beberapa nama surga yang disediakan Allah untuk kehidupan setelah di dunia kelak. Salah satunya bernama surga ‘Adn. Lantas kenikmatan apa saja yang akan diperoleh penghuninya? Berikut informasi selengkapnya.

1. Janji Allah SWT Kepada Orang Mukmin Laki-laki dan Perempuan. Kenikmatan pertama yang akan diperoleh para penghuni surga ‘Adn adalah bahwa Allah SWT telah menjanjikan surga tersebut bagi lelaki dan perempuan mukmin. Allah Ta’ala berfirman: “Allah menjanjikan kepada orang-orang mukmin, lelaki dan perempuan, (akan mendapat) surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai, kekal mereka di dalamnya, dan (mendapat) tempat-tempat yang bagus di surga 'Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itu adalah keberuntungan yang besar.” (Q.S. At-Taubah : 72)

2. Balasan Bagi Hamba Allah SWT yang Benar-Benar Taat Kepada-Nya. Di dalam surga ini berkumpullah orang-orang shaleh. Allah Ta’ala berfirman: “(yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (Q.S. Ar-Ra’d : 23)

3. Balasan Bagi Orang yang Bertakwa. Di surga ini mengalir sungai-sungai, serta setiap penghuninya diberi keleluasaan untuk mendapatkan apapun yang mereka inginkan. Allah Ta’ala berfirman: “(yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa” (Q.S. An-Nahl : 31)

4. Balasan Bagi Orang-Orang yang Bersih Dari Kesesatan dan Kemaksiatan. Bahkan dikatakan dalam sebuah ayat bahwa penghuni surga ini akan berada kekal di dalamnya. Allah Ta’ala berfirman: “(yaitu) syurga 'Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan)” (Q.S. Thaahaa : 76)

Demikianlah informasi mengenai kenikmatan yang akan diperoleh para penghuni surga ‘Adn. Tentu saja semua orang akan berlomba-lomba mengerjakan amalan kebaikan demi mendapatkan kenikmatan dari surga ini. -infoyunik.com


Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

Kalender 2019

Kalender 2019
Perfect World Online Spear Thingy

Masehi HijriyahPerhitungan pada sistem konversi Masehi – Hijriah ini memungkinkan terjadi selisih H-1 atau H+1 dari tanggal seharusnya untuk tanggal Hijriyah

SELAMAT BERGABUNG DI MUSLIM CENTER SMKN 2 TEBING TINGGI.AYO SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA UNTUK MENGAJI, DIJAMIN LANGSUNG LANCAR MEMBACA AL QUR'AN AYO BACA CERITA MENARIK HANYA DI BLOG INI SETIAP HARI KAMIS DAN SABTU PUKUL 19.00 WIB .
Islam Ornamental Art 2
SELAMAT DATANG DI BLOG MUSLIM CENTER. SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT UNTUK ANDA DAN DAPATKAN SELURUH INFORMASI DISINI
AYO LIKE AND SUBSCRIBE DAKWAH STOP MOTION,TAQWA MEDIA DAN MUSLIM CENTER SMK 2 DI YOUTUBE KESAYANGAN ANDA.

back to top