SELAMAT BERGABUNG DI MUSLIM CENTER. KAMI AKAN MENYEDIAKAN BERITA DAN KONTEN ISLAMI TERUPDATE SETIAP MINGGUNYA
Post Yang Belum Di Upload

Ini Tanda Malam Lailatul Qadar di Alquran, Bagaimana Cara Mendapatkannya

Eramuslim.com – Salah satu peristiwa penting pada momen bulan suci ramadhan yaitu datangnya malam lailatul qadar. Menurut berbagai riwayat, malam yang digadang-gadang oleh seluruh umat Islam di dunia ini datang pada 10 hari terakhir bulan ramadhan, khususnya di tanggal-tanggal ganjil.

Namun, datangnya malam lailatul qadar tidak seorang pun yang mengetahui tepatnya kapan.

Melansir artikel di laman nu.or.id berjudul ‘Pertanda Malam Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an’ disebutkan selama ini umat Islam hanya membaca tanda-tanda malam yang menurut Al-Qur’an lebih baik dari 1000 bulan ini.

Betapa mulianya malam lailatul qadar karena mampu membawa seorang hamba pada ketakwaan yang hakiki.

Lalu, benarkah pertanda malam lailatul qadar di antaranya membekunya air, heningnya malam, dan menunduknya pepohonan, dan sebagainya? Yang pasti, dan ini harus diimani oleh setiap muslim berdasarkan pernyataan Al-Qur’an, bahwa “Ada suatu malam yang bernama Lailatul Qadar” (QS Al-Qadr: 1) dan malam itu merupakan “malam yang penuh berkah di mana dijelaskan atau ditetapkan segala urusan besar dengan kebijaksanaan” (QS Ad-Dukhan: 3).

Ditegaskan dalam Al-Qur’an, malam tersebut adalah malam mulia, tidak mudah diketahui betapa besar kemuliaannya. Ini diisyaratkan oleh adanya “pertanyaan” dalam bentuk pengagungan, yaitu “Wa ma adraka ma laylatul qadar.”

Untuk memperoleh pemahaman yang jernih terkait malam lailatul qadar, Muhammad Quraish Shihab (1999) memberikan sejumlah keterangan terkait arti kata qadar. Mufassir kenamaan tersebut memaparkan tiga arti pada kata qadar tersebut.

Pertama, qadar berarti penetapan atau pengaturan sehingga lailatul qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia.

Pendapat ini dikuatkan oleh penganutnya dengan Firman Allah pada Surat Ad-Dukhan ayat 3.

Ada ulama yang memahami penetapan itu dalam batas setahun.

Al-Qur’an yang turun pada malam lailatul qadar diartikan bahwa pada malam itu Allah SWT mengatur dan menetapkan khiththah dan strategi bagi Nabi-Nya, Muhammad SAW guna mengajak manusia kepada agama yang benar yang pada akhirnya akan menetapkan perjalanan sejarah umat manusia, baik sebagai individu maupun kelompok.

Kedua, qadar berati kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia yang tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Qur’an serta karena ia menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih.

Kata qadar yang berarti mulia ditemukan dalam ayat ke-91 Surat Al-An’am yang berbicara tentang kaum musyrik: Ma qadaru Allaha haqqa qadrihi idz qalu ma anzala Allahu ‘ala basyarin min syay’i (mereka itu tidak memuliakan Allah sebagaimana kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia).

Ketiga, qadar berati sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam Surat Al-Qadar: Pada malam itu turun malikat-malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

Kata qadar yang berarti sempit digunakan oleh Al-Qur’an antara lain dalam ayat ke-26 Surat Ar-Ra’du: Allah yabsuthu al-rizqa liman yasya’ wa yaqdiru (Allah melapangkan rezeki bagi yang dikehendaki dan mempersempitnya [bagi yang dikehendakinya]).(nu.or.id)

Lalu bagaimana Cara Mendapatkannya

Lailatul Qadar merupakan yang ditunggu-tunggu umat muslim selama bulan Ramadan, terutama memasuki malam ganji di 10 hari terakhir.

Siapakah yang berhak mendapatkan Lailatul Qadar?

Apakah seseorang yang kurang ibadahnya dan bolong-bolong menjalankan ibadah puasanya juga berhak mendapatkan lailatur qadar? jika dia kemudian sungguh di 10 malam terakhir?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mari kita kupas satu persatu, apa sayarat mendapatkanya, ciri-ciri orang yang telah mendapatkannya, dan apa tanda-tandanya?

Ustad Atoillah, pengasuh Pesantren Miftahul Huda berpendapat, bahwa malam lailatul qadar itu terjadi sepanjang malam, sejak maghrib hingga subuh.

Jadi 10 malam terakhir itu, mulai dari 21,23,25,27,29 merupakan malam yang dinantikan, dan memang hanya orang tertentu saja yang berhak mendapatkannya.

Berikut Allah berfirman:

“Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.”

(QS. Al-Qadr: 3 – 5)

Dia pun menegaskan, untuk mendapatkannya memang harus diperkuat dengan berbagai ibadah, baik itu yang wajib maupun yang sunnah.

Sehingga kemudian seorang muslim yang taat harus menjalankannya dengan sungguh-sungguh, tidak hanya pada malam ganji, tetapi semuanya sepanjang bulan puasa.

1. Beribadah Sepanjang Malam

Berikut penjelasannya: Rentang dari maghrib sampai subuh itu sangat berguna dan jangan dilewatkan untuk beribadah, dimulai dari wajib seperti shalat maghrib, isya, tarawih, dan subuh.

“Maka ibadahnya itu merupakan ibadah di malam rahmat dengan bekeradaan malam lailatul qadar.”

2. Beribadah dengan Ikhlas dengan meningkatkan Kualitas

Maka itu, semua ibadah harus dikerjakan dengan tekun, dengan tulus dan ikhlas. Makin banyak ibadah makin baik, makin baik pula yang betul-betul khusyu, iklas dan berpasrah kepada Allah.

3. Tetap Tekun Hingga Akhir Ramadan

Ketekunan akan berbuah pahala, keikhlasan akan berbuah ridho dan ampunan. Namun apapun kita memang tidak boleh bermalas-malasan semakin mendekati akhir Ramadhan, justu harus semakin ditingkatkan.

Karena 10 malam terakhir ini merupakan cobaan paling berat, karena ada kejemuan dan mulai banyaknya aktivitas lain yang menggoda.

Maka itu ketekukan dan berjuang keras demi menjalankan Ibadah ada kunci meraih lailatul qadar.

Orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Ankabut: 69)


Selasa, 22 Ramadhan 1439 H / 5 Juni 2018

Ini Tanda Malam Lailatul Qadar di Alquran, Bagaimana Cara Mendapatkannya

Redaksi – Selasa, 22 Ramadhan 1439 H / 5 Juni 2018 19:32 WIB

Tanda-tanda Orang yang sudah Mendapatkan Lailatul Qadar

Tidak ada satu pun orang yang tahu kapan waktu terjadinya lailatul qadar, karena peristiwa itu merupakan rahasia Tuhan.

Hanya saja, Nabi Muhammad SAW memberikan saran agar mencari lailatul qadar di malam ganjil sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Karena lailatul qadar berpeluang akan terjadi pada malam-malam tersebut.

Suatu keberuntungan bagi orang yang mendapatkan berkah lailatul qadar yang hanya terjadi setahun sekali.

Ingin tahu tanda-tanda orang yang telah mendapatkan rahmat lailatul qadar? Lihat saja rangkuman di bawah ini.

1. Dia akan senantiasa berusaha menjadi orang yang terbaik di mata Allah SWT begitu pula dengan sesama manusia. Selalu mengerjakan perintah Allah SWT dan melakukannya dengan cara terbaik di mata Allah SWT.

2. Orang yang berhasil mendapatkan Lailatul Qadar akan selalu merasa kurang khususnya dalam soal beribadah.

3. Selain ibadah wajib yakni salat lima waktu, ia juga tidak pernah meninggalkan ibadah sunnah seperti tahajud dan tarawih.

4. Dalam kehidupan sehari-hari baik dengan atasan maupun bawahan, ia selalu menjadi orang yang rendah hati dan bersikap sewajarnya saja. Tidak merasa sombong dan angkuh khususnya kepada sesama manusia.

5. Orang yang mendapatkan lailatul qadar akan terlihat lebih bersinar wajahnya dan enak untuk dipandang. Namun tanda-tanda ini juga hanya bisa dirasakan dan dilihat oleh orang-orang yang senantiasa selalu dekat kepada Allah SWT.

Nah, itu dia ciri-ciri orang yang mendapatkan rahmat malam lailatul qadar. Semoga kita termasuk salah satu orang diantaranya.

Ini Tanda Malam Lailatul Qadar di Alquran, Bagaimana Cara Mendapatkannya

Ini Tanda Malam Lailatul Qadar di Alquran, Bagaimana Cara Mendapatkannya

Eramuslim.com – Salah satu peristiwa penting pada momen bulan suci ramadhan yaitu datangnya malam lailatul qadar. Menurut berbagai riwayat, malam yang digadang-gadang oleh seluruh umat Islam di dunia ini datang pada 10 hari terakhir bulan ramadhan, khususnya di tanggal-tanggal ganjil.

Namun, datangnya malam lailatul qadar tidak seorang pun yang mengetahui tepatnya kapan.

Melansir artikel di laman nu.or.id berjudul ‘Pertanda Malam Lailatul Qadar dalam Al-Qur’an’ disebutkan selama ini umat Islam hanya membaca tanda-tanda malam yang menurut Al-Qur’an lebih baik dari 1000 bulan ini.

Betapa mulianya malam lailatul qadar karena mampu membawa seorang hamba pada ketakwaan yang hakiki.

Lalu, benarkah pertanda malam lailatul qadar di antaranya membekunya air, heningnya malam, dan menunduknya pepohonan, dan sebagainya? Yang pasti, dan ini harus diimani oleh setiap muslim berdasarkan pernyataan Al-Qur’an, bahwa “Ada suatu malam yang bernama Lailatul Qadar” (QS Al-Qadr: 1) dan malam itu merupakan “malam yang penuh berkah di mana dijelaskan atau ditetapkan segala urusan besar dengan kebijaksanaan” (QS Ad-Dukhan: 3).

Ditegaskan dalam Al-Qur’an, malam tersebut adalah malam mulia, tidak mudah diketahui betapa besar kemuliaannya. Ini diisyaratkan oleh adanya “pertanyaan” dalam bentuk pengagungan, yaitu “Wa ma adraka ma laylatul qadar.”

Untuk memperoleh pemahaman yang jernih terkait malam lailatul qadar, Muhammad Quraish Shihab (1999) memberikan sejumlah keterangan terkait arti kata qadar. Mufassir kenamaan tersebut memaparkan tiga arti pada kata qadar tersebut.

Pertama, qadar berarti penetapan atau pengaturan sehingga lailatul qadar dipahami sebagai malam penetapan Allah bagi perjalanan hidup manusia.

Pendapat ini dikuatkan oleh penganutnya dengan Firman Allah pada Surat Ad-Dukhan ayat 3.

Ada ulama yang memahami penetapan itu dalam batas setahun.

Al-Qur’an yang turun pada malam lailatul qadar diartikan bahwa pada malam itu Allah SWT mengatur dan menetapkan khiththah dan strategi bagi Nabi-Nya, Muhammad SAW guna mengajak manusia kepada agama yang benar yang pada akhirnya akan menetapkan perjalanan sejarah umat manusia, baik sebagai individu maupun kelompok.

Kedua, qadar berati kemuliaan. Malam tersebut adalah malam mulia yang tiada bandingnya. Ia mulia karena terpilih sebagai malam turunnya Al-Qur’an serta karena ia menjadi titik tolak dari segala kemuliaan yang dapat diraih.

Kata qadar yang berarti mulia ditemukan dalam ayat ke-91 Surat Al-An’am yang berbicara tentang kaum musyrik: Ma qadaru Allaha haqqa qadrihi idz qalu ma anzala Allahu ‘ala basyarin min syay’i (mereka itu tidak memuliakan Allah sebagaimana kemuliaan yang semestinya, tatkala mereka berkata bahwa Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia).

Ketiga, qadar berati sempit. Malam tersebut adalah malam yang sempit, karena banyaknya malaikat yang turun ke bumi, seperti yang ditegaskan dalam Surat Al-Qadar: Pada malam itu turun malikat-malaikat dan ruh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.

Kata qadar yang berarti sempit digunakan oleh Al-Qur’an antara lain dalam ayat ke-26 Surat Ar-Ra’du: Allah yabsuthu al-rizqa liman yasya’ wa yaqdiru (Allah melapangkan rezeki bagi yang dikehendaki dan mempersempitnya [bagi yang dikehendakinya]).(nu.or.id)

Lalu bagaimana Cara Mendapatkannya

Lailatul Qadar merupakan yang ditunggu-tunggu umat muslim selama bulan Ramadan, terutama memasuki malam ganji di 10 hari terakhir.

Siapakah yang berhak mendapatkan Lailatul Qadar?

Apakah seseorang yang kurang ibadahnya dan bolong-bolong menjalankan ibadah puasanya juga berhak mendapatkan lailatur qadar? jika dia kemudian sungguh di 10 malam terakhir?

Sebelum menjawab pertanyaan di atas, mari kita kupas satu persatu, apa sayarat mendapatkanya, ciri-ciri orang yang telah mendapatkannya, dan apa tanda-tandanya?

Ustad Atoillah, pengasuh Pesantren Miftahul Huda berpendapat, bahwa malam lailatul qadar itu terjadi sepanjang malam, sejak maghrib hingga subuh.

Jadi 10 malam terakhir itu, mulai dari 21,23,25,27,29 merupakan malam yang dinantikan, dan memang hanya orang tertentu saja yang berhak mendapatkannya.

Berikut Allah berfirman:

“Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.”

(QS. Al-Qadr: 3 – 5)

Dia pun menegaskan, untuk mendapatkannya memang harus diperkuat dengan berbagai ibadah, baik itu yang wajib maupun yang sunnah.

Sehingga kemudian seorang muslim yang taat harus menjalankannya dengan sungguh-sungguh, tidak hanya pada malam ganji, tetapi semuanya sepanjang bulan puasa.

1. Beribadah Sepanjang Malam

Berikut penjelasannya: Rentang dari maghrib sampai subuh itu sangat berguna dan jangan dilewatkan untuk beribadah, dimulai dari wajib seperti shalat maghrib, isya, tarawih, dan subuh.

“Maka ibadahnya itu merupakan ibadah di malam rahmat dengan bekeradaan malam lailatul qadar.”

2. Beribadah dengan Ikhlas dengan meningkatkan Kualitas

Maka itu, semua ibadah harus dikerjakan dengan tekun, dengan tulus dan ikhlas. Makin banyak ibadah makin baik, makin baik pula yang betul-betul khusyu, iklas dan berpasrah kepada Allah.

3. Tetap Tekun Hingga Akhir Ramadan

Ketekunan akan berbuah pahala, keikhlasan akan berbuah ridho dan ampunan. Namun apapun kita memang tidak boleh bermalas-malasan semakin mendekati akhir Ramadhan, justu harus semakin ditingkatkan.

Karena 10 malam terakhir ini merupakan cobaan paling berat, karena ada kejemuan dan mulai banyaknya aktivitas lain yang menggoda.

Maka itu ketekukan dan berjuang keras demi menjalankan Ibadah ada kunci meraih lailatul qadar.

Orang-orang yang bersungguh-sungguh untuk (mencari keridhaan) Kami, benar- benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. dan Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik. (QS. Al-Ankabut: 69)


Selasa, 22 Ramadhan 1439 H / 5 Juni 2018

Ini Tanda Malam Lailatul Qadar di Alquran, Bagaimana Cara Mendapatkannya

Redaksi – Selasa, 22 Ramadhan 1439 H / 5 Juni 2018 19:32 WIB

Tanda-tanda Orang yang sudah Mendapatkan Lailatul Qadar

Tidak ada satu pun orang yang tahu kapan waktu terjadinya lailatul qadar, karena peristiwa itu merupakan rahasia Tuhan.

Hanya saja, Nabi Muhammad SAW memberikan saran agar mencari lailatul qadar di malam ganjil sepuluh hari terakhir bulan Ramadan. Karena lailatul qadar berpeluang akan terjadi pada malam-malam tersebut.

Suatu keberuntungan bagi orang yang mendapatkan berkah lailatul qadar yang hanya terjadi setahun sekali.

Ingin tahu tanda-tanda orang yang telah mendapatkan rahmat lailatul qadar? Lihat saja rangkuman di bawah ini.

1. Dia akan senantiasa berusaha menjadi orang yang terbaik di mata Allah SWT begitu pula dengan sesama manusia. Selalu mengerjakan perintah Allah SWT dan melakukannya dengan cara terbaik di mata Allah SWT.

2. Orang yang berhasil mendapatkan Lailatul Qadar akan selalu merasa kurang khususnya dalam soal beribadah.

3. Selain ibadah wajib yakni salat lima waktu, ia juga tidak pernah meninggalkan ibadah sunnah seperti tahajud dan tarawih.

4. Dalam kehidupan sehari-hari baik dengan atasan maupun bawahan, ia selalu menjadi orang yang rendah hati dan bersikap sewajarnya saja. Tidak merasa sombong dan angkuh khususnya kepada sesama manusia.

5. Orang yang mendapatkan lailatul qadar akan terlihat lebih bersinar wajahnya dan enak untuk dipandang. Namun tanda-tanda ini juga hanya bisa dirasakan dan dilihat oleh orang-orang yang senantiasa selalu dekat kepada Allah SWT.

Nah, itu dia ciri-ciri orang yang mendapatkan rahmat malam lailatul qadar. Semoga kita termasuk salah satu orang diantaranya.

MAU dapat Lailatul qadar? Kenali dulu tanda-tandanya.

1. Keadaan matahari di pagi hari, terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru

Dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Muslim no. 762)

2. Kedaan malam tidak panas, tidak juga dingin, matahari di pagi harinya tidak begitu cerah nampak kemerah-merahan

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Jaami’ul Ahadits 18: 361. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahihul Jaami’ no. 5475)

Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah berkata, “Ada beberapa dalil yang membicarakan mengenai tanda-tanda lailatul qadar. Namun itu semua tidaklah nampak kecuali setelah malam tersebut berlalu.” (Fath Al-Bari, 4: 260)

Meskipun ada tanda-tanda yang dapat diprediksikan sebagai tanda lailatul qadar, namun tidak dianjurkan untuk mencar-carinya dengan sengaja supaya ibadah habis-habisan pada malam itu saja. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak mencari-cari tanda. Yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah memperbanyak ibadah saja di akhir-akhir Ramadhan.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah (dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174). []

MAU dapat Lailatul qadar? Kenali dulu tanda-tandanya.

MAU dapat Lailatul qadar? Kenali dulu tanda-tandanya.

1. Keadaan matahari di pagi hari, terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru

Dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.” (HR. Muslim no. 762)

2. Kedaan malam tidak panas, tidak juga dingin, matahari di pagi harinya tidak begitu cerah nampak kemerah-merahan

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan.” (HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Jaami’ul Ahadits 18: 361. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahihul Jaami’ no. 5475)

Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah berkata, “Ada beberapa dalil yang membicarakan mengenai tanda-tanda lailatul qadar. Namun itu semua tidaklah nampak kecuali setelah malam tersebut berlalu.” (Fath Al-Bari, 4: 260)

Meskipun ada tanda-tanda yang dapat diprediksikan sebagai tanda lailatul qadar, namun tidak dianjurkan untuk mencar-carinya dengan sengaja supaya ibadah habis-habisan pada malam itu saja. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun tidak mencari-cari tanda. Yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah memperbanyak ibadah saja di akhir-akhir Ramadhan.

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa ketika memasuki 10 Ramadhan terakhir, beliau bersungguh-sungguh dalam ibadah (dengan meninggalkan istri-istrinya), menghidupkan malam-malam tersebut dengan ibadah, dan membangunkan istri-istrinya untuk beribadah.” (HR. Bukhari no. 2024 dan Muslim no. 1174). []

TUJUH AMALAN HEBAT


Pertama :

➖➖➖➖➖

Tahajjud, karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.

Pastinya doa mudah termakbul dan menjadikan kita semakin dekat dengan Allah Swt.


Kedua :

➖➖➖➖➖

Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari, alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.

Paling tidak jika sesibuk apapun kita, bacalah walau beberapa ayat...


Ketiga :

➖➖➖➖➖

Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke mesjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.


Ke-empat :

➖➖➖➖➖➖

Jaga sholat dhuha, karena kunci rezeki terletak pada sholat dhuha.

Yakinlah, manfaat sholat dhuha sangat dasyat dalam mendatangkan rezeki...


Kelima :

➖➖➖➖➖

Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.

Percayalah, sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah dengan berlipat-ganda...


Ke-enam :

➖➖➖➖➖

Jaga wudlu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yang berwudlu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu sholat walau ia sedang tidak sholat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, "ampuni dosanya dan sayangilah dia ... Yaa Allah”.


Ketujuh :

➖➖➖➖➖

Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah Swt.


Sebarkanlah ilmu ini dengan HP atau sarana komunikasi yang kita miliki, dan kita tidak akan rugi sedikitpun.


Karena HP yang kita miliki sangat ringan dibawa namun di akhirat akan menjadi berat Hisabnya.

TUJUH AMALAN HEBAT

TUJUH AMALAN HEBAT


Pertama :

➖➖➖➖➖

Tahajjud, karena kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.

Pastinya doa mudah termakbul dan menjadikan kita semakin dekat dengan Allah Swt.


Kedua :

➖➖➖➖➖

Membaca Al-Qur’an sebelum terbit matahari, alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur’an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.

Paling tidak jika sesibuk apapun kita, bacalah walau beberapa ayat...


Ketiga :

➖➖➖➖➖

Jangan tinggalkan masjid terutama di waktu subuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke mesjid, karena masjid merupakan pusat keberkahan, bukan karena panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.


Ke-empat :

➖➖➖➖➖➖

Jaga sholat dhuha, karena kunci rezeki terletak pada sholat dhuha.

Yakinlah, manfaat sholat dhuha sangat dasyat dalam mendatangkan rezeki...


Kelima :

➖➖➖➖➖

Jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.

Percayalah, sedekah yang diberikan akan dibalas oleh Allah dengan berlipat-ganda...


Ke-enam :

➖➖➖➖➖

Jaga wudlu terus menerus karena Allah menyayangi hamba yang berwudlu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, “Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu sholat walau ia sedang tidak sholat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, "ampuni dosanya dan sayangilah dia ... Yaa Allah”.


Ketujuh :

➖➖➖➖➖

Amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi karena dosa kita akan dijauhkan oleh Allah Swt.


Sebarkanlah ilmu ini dengan HP atau sarana komunikasi yang kita miliki, dan kita tidak akan rugi sedikitpun.


Karena HP yang kita miliki sangat ringan dibawa namun di akhirat akan menjadi berat Hisabnya.

Kisah Nyata : 

ALLAH BAYAR SECARA TUNAI 

(Wajib baca)


Dikisahkan oleh seorang ustadz dinegeri Jiran (kisah nyata)


1 hari saya pergi ke satu Rumah Panti Jompo, 

Seorang sahabat meminta bantuan,

Agar saya dapat menyalurkan bantuan kepada orang miskin,


Saya belikan kain sarung, 

Beli roti, 

Dll, 

Saya pun pergi ke Panti Jompo yang saya kenal, 

Tak usah saya sebut namanya,


Saat sampai kendaraan kami di perkarangan Panti Jompo tsb, 

Tiba-tiba ada seorang ibu tua berlari dari asrama (panti) mendekati saya,

.

"Ye...

Ye...

Anak aku datang, 

Anak aku datang, 

Senangnya anak aku datang..."


Saya tak mengenal beliau siapa, 

Ibu itu memeluk saya, 

Dia cium saya,


0rang tua itu berkata...


"Nak...

Kenapa tinggalkan ibu disini nak, 

Ibu mau pulang...

Ibu rindu rumah kita..."


Saya waktu itu...

Hampir tak bisa berkata-kata, 

Ya Allah...

Saya coba mengucapkan kata...


"Bu..."


Saya pegang tanganya, 

Saya lihat mukanya, 

Dia bilang...


"Sampai hati nak, 

Kau tak mengaku aku ini ibu kau..."


Bisa saya bayangkan, 

Bagaimana perasan beliau begitu rindu pada anak nya, 

Saya coba berpura-pura, 

Seolah-olah saya anaknya, saya berkata...


"Bu...

Maafkan saya ya..."


Saya pegang tangannya, saya ajak duduk atas kursi, 

Saya ambil roti, dl

Dan saya suapkan ke mulutnya,

Tak terasa menetes air mata dipipi,


Mencoba bayangkan, 

Hati seorang ibu yang rindu kepada anaknya, 

Bila kita anaknya, 

Mengambilkan sepotong roti,

Kita suapkan kemulutnya, 

Bagaimana perasaan beliau ? 

Bagaimana perasan kita ?


Saya coba usap air matanya yang meleleh dipipi, 

Dia pegang tangan saya, 

Subhana Allah...

Saya bisa merasakan bagaimana perasaan beliau yang begitu rindu kepada anaknya,


Saat saya hendak pulang, 

Dia pegang kaki saya sambil berkata...


"Nak...

Jangan tinggalkan ibu nak, 

Ibu mau balik, 

Ibu mau pulang..."


Akhirnya saya minta izin dengan pihak pengawas panti di situ,

Melihat data beliau ternyata anaknya ada 5 orang,

Yang paling besar bergelar Tan Sri, 

0rangnya memang kaya, 

Punya nama besar, 

Dan hebat orangnya,


Waktu saya izin pulang, 

Dia pegang baju saya, 

Dia bilang mau ikut saya pulang, 

Saya bilang 

"Di mobil ada banyak barang", 

"Tak apa kata ibu itu, 

Saya duduk sama barang-barang, 

Itu"...


Akhirnya saya izin ke pengelola panti untuk membawa ibu itu selama 5 hari saja,


Pulang ke rumah saya, 

Sholat Subuh saya jadi Imam dia makmum di belakang, 

Saya baca doa, sl

Saya tengok air mata beliau jatuh,

Selesai doa saya salami beliau, 

Saya cium tangannya, 

Saya bilang...


"Bu...Maafkan saya ya..."


Waktu itu, 

Saya tak membayangkan,

Kalau ibu saya sudah meninggal, 

Tapi saya bayangkan ibu ini adalah ibu saya, 

Sebab dia rindu pada anak-anaknya,


Di hari ketiga di rumah saya, 

Waktu Sholat Isya', 

Selesai doa saya salami beliau, 

Dia lapisi tangannya dengan kain mukena-nya, 

Dia salam,


Saya bilang...


"Bu...

Kenapa ibu lapisi tangan ibu ?, 

2 hari yang lalu ibu salam, 

Ibu tak lapisi tangan ibu dengan saya,

Kenapa hari ini ibu lapisi tangan ?"


Dia bilang...


"Ustaz...

Kau bukan anak saya kan..."


Subhanaallah...

Tiba-tiba dia sebut nama saya "Ustaz",

Saya bilang...


"Kenapa ibu panggil saya ustaz ? 

Saya anak ibu..."


Dia berkata...


"Bukan...

Kalau anak saya dia tak akan seperti ini, 

Kalau anak saya dia tak akan jadi imam saya, 

Kalau anak saya dia tak akan suap saya makan..."


Bayangkan sahabat-sahabat bagaimana perasaan ibu ini, 

Spontan saya pegang dia, 

Saya peluk dia, 

Saya menangis, 

Saya bilang...


"Bu... 

Walaupun bukan ibu saya,

Tapi saya sayang ibu seperti ibu saya..."


Saya pegang tangan ibu ini...

Walaupun bukan ibu saya,

Tapi saya tahu hatinya sangat rindu dekat dengan anaknya, 

Waktu itu saya pandang wajahnya, 

Saya bilang...


"Bu...

Walaupun ibu saya telah tiada, 

Tapi ibu boleh ganti menjadi ibu saya, 

Ibu duduklah di sini..."


Saat makan, 

Saya suapkan nasi ke mulutnya, 

Dia muntahkan balik makan dari mulutnya,


Saya tanya...


"Kenapa bu ?"


Tiba-tiba saya lihat wajahnya pucat, 

Saya angkat dia, 

Panggil ambulan antar ke rumah sakit,


Waktu di RS, 

Saya ambil kepalanya dan saya rebahkan ibu ini, 

Dia pegang tangan saya dia berkata...


"Ustaz...

Kalau saya mati, 

Tolong jangan beritahu sorang pun anak saya, 

Kalau saya sudah mati, 

Jangan beritahu mereka di mana makam saya, 

Kalau mereka tahu di mana kubur saya, 

Jangan izinkan dia pegang batu nisan saya..."


Saya pegang beliau saya berkata...


"Bu...

Jangan ngomong seperti itu, 

Bu..."


Isteri saya menangis di sebelah, 

Anak saya menangis di sebelah memegang dia, 

Kami pegang dia...


"Bu...

Jangan ngomong seperti itu, 

Bu..."


Dia geleng kepala, 

Rupa-rupanya itulah saat penghujung hayatnya, 

Akhirnya dia pun meninggal di atas ribaan saya di rumah sakit itu,


Dia meninggal dalam pelukan saya, 

Saya doakan Ibu Hajjah Khalijah ini ruhnya mudah-mudahan bersama Salafusoleh,


Sahabat, 

Bila kita masih ada ibu,

Tolonglah taat pada ibu kita, 

Jangan durhaka pada ibu kita, 

Jangan tinggalkan dia di Panti Jompo, 

Saat ibu kita sakit kita jaga dia, 

Pijat-pijat kepala dan kaki ibu kita...


Sahabat-sahabat coba tanya ibu kita...


"Bagaimana penderitaan ibu saat mengandung saya dulu ? 

Bagaimana sakitnya ibu saat melahirkan saya dulu ?"


Tanya ibu kita sahabat-sahabat sekalian...

Kalau kita tanya sudah tentu air mata ibu kita akan jatuh, 

Karena itu sahabat-sahabat suapkanlah makanan pada ibu kita...


Sahabat-sahabat semua... 

Selepas wafatnya ibu ini, ternyata berita kematiannya sampai juga kepada anaknya yang sulung, 

Anak dia terus telefon saya...


Apa anaknya bilang pada saya...


"Saya akan bawa anda ke pengadilan, 

Saya akan tuntut anda telah membawa keluar ibu saya dari dari Panti Jompo"...


3 tahun dia titipkan ibunya di Panti, 

Dia tak pergi lihat, 

Sebab itu ibunya rindu,

Hingga ibu itu tak bisa membedakan saya dengan anaknya...


Akhirnya saya tunggu, 

Tunggu punya tunggu tidak ada kabar hampir setahun lebih,

Saya pergi ceramah di Masjid di daerah pecinaan, 

Selesai saya ceramah datang seorang lelaki memeluk saya,


Menangis dalam masjid, 

0rang dalam masjid heran, 

Ada apa ini, 

Saya tanya pada dia...


"Pak, 

Ada apa ini ? 

Ada masalah apa...?"


Dia berkata dalam keadaan menangis...


"Ustaz...

Tolong kasih tahu di mana makam ibu saya ustaz ? 

Tolong kasih tahu di mana kubur ibu saya ?"...


Saya bilang...


"Kenapa hari ini baru tanya kubur ibu kamu ?"...


Dia bilang...


"Tolonglah ustaz...

Saya mau jumpa ibu saya ustaz, 

Sayalah orang yang bergelar Tan Sri yang mau menuntut ustaz saat itu... 

Saya sekarang ini sudah bangkrut ustaz, 

Isteri saya mati kecelakaan, 

Rumah disita bank, 

Mobil mewah saya semua dah disita bank, 

Tinggal 1 saja, 

Motor tua itu..."


Saya berkata...


"Saya bisa tunjukkan makam ibu kamu, 

Tapi dengan 1 syarat, 

Kamu jangan pegang batu nisan ibu kamu..."


Sampai di pemakaman, 

Tak sempat saya turun dari mobil, 

Dia turun duluan, 

Saya lihat didepan mata saya sendiri dia jatuh tersungkur tangan nya menjadi hitam, 

Mulutnya tertarik sebelah yang tadi awalnya tangan dan mulutnya baik-baik saja, 

Sambil memanggil-manggil...


"Ibu... 

Ibuuu... 

Ibuuuuu..."


Tiba-tiba saya angkat dia tak jauh dari makam ibunya belum sampai ke kubur ibunya, 

Dia sudah hembuskan nafas terakhir disamping makam ibunya...


Allahu Akbarrr...


Mengucap panjang saya... 

Allah SWT tunjukkan kepada saya, 

Dikehidupan ini balasan anak yang durhaka pada ibu dan ayahnya,


Semoga kisah ini menjadi pelajaran di luar sana, 

Ambillah iktiar dari kisah di atas,.


"Dan apabila mata ibumu sudah tertutup,

Maka hilanglah satu keberkatan disisi Allah SWT. 

Yaitu *Doa* seorang ibu"


Sekarang anda mempunyai 2 pilihan,

1. Biarkan Tulisan ini berada di page ini supaya orang lain tidak membaca,

2. Menyebarkan ke Teman yang lain dengan klik 'Bagikan' supaya orang lain ikut terinpirasi dan Inysa Allah mendapat pahala,


Silahkan Di Share Ya...

Semoga yang Share Akan Ditambahkan Rezekinya, 

Dan Diangkat Penyakitnya...

Aamiin


Ya Allah...

😊✔ Muliakanlah orang yang membaca status ini

😊✔ Lapangkanlah hatinya

😊✔ Bahagiakanlah keluarganya

😊✔ Luaskan rezekinya seluas lautan

😊✔ Mudahkan segala urusannya

😊✔ Kabulkan cita-citanya

😊✔ Jauhkan dari segala Musibah

😊✔ Jauhkan dari segala Penyakit, 

Fitnah,

Prasangka Keji, 

Berkata Kasar, 

Dan Mungkar

😊✔ Dan semoga yang membagikan status ini rezekinya berlimpah.Aamiin...


Boleh di SHARE sebanyak mungkin !

Kisah Nyata 

Kisah Nyata : 

ALLAH BAYAR SECARA TUNAI 

(Wajib baca)


Dikisahkan oleh seorang ustadz dinegeri Jiran (kisah nyata)


1 hari saya pergi ke satu Rumah Panti Jompo, 

Seorang sahabat meminta bantuan,

Agar saya dapat menyalurkan bantuan kepada orang miskin,


Saya belikan kain sarung, 

Beli roti, 

Dll, 

Saya pun pergi ke Panti Jompo yang saya kenal, 

Tak usah saya sebut namanya,


Saat sampai kendaraan kami di perkarangan Panti Jompo tsb, 

Tiba-tiba ada seorang ibu tua berlari dari asrama (panti) mendekati saya,

.

"Ye...

Ye...

Anak aku datang, 

Anak aku datang, 

Senangnya anak aku datang..."


Saya tak mengenal beliau siapa, 

Ibu itu memeluk saya, 

Dia cium saya,


0rang tua itu berkata...


"Nak...

Kenapa tinggalkan ibu disini nak, 

Ibu mau pulang...

Ibu rindu rumah kita..."


Saya waktu itu...

Hampir tak bisa berkata-kata, 

Ya Allah...

Saya coba mengucapkan kata...


"Bu..."


Saya pegang tanganya, 

Saya lihat mukanya, 

Dia bilang...


"Sampai hati nak, 

Kau tak mengaku aku ini ibu kau..."


Bisa saya bayangkan, 

Bagaimana perasan beliau begitu rindu pada anak nya, 

Saya coba berpura-pura, 

Seolah-olah saya anaknya, saya berkata...


"Bu...

Maafkan saya ya..."


Saya pegang tangannya, saya ajak duduk atas kursi, 

Saya ambil roti, dl

Dan saya suapkan ke mulutnya,

Tak terasa menetes air mata dipipi,


Mencoba bayangkan, 

Hati seorang ibu yang rindu kepada anaknya, 

Bila kita anaknya, 

Mengambilkan sepotong roti,

Kita suapkan kemulutnya, 

Bagaimana perasaan beliau ? 

Bagaimana perasan kita ?


Saya coba usap air matanya yang meleleh dipipi, 

Dia pegang tangan saya, 

Subhana Allah...

Saya bisa merasakan bagaimana perasaan beliau yang begitu rindu kepada anaknya,


Saat saya hendak pulang, 

Dia pegang kaki saya sambil berkata...


"Nak...

Jangan tinggalkan ibu nak, 

Ibu mau balik, 

Ibu mau pulang..."


Akhirnya saya minta izin dengan pihak pengawas panti di situ,

Melihat data beliau ternyata anaknya ada 5 orang,

Yang paling besar bergelar Tan Sri, 

0rangnya memang kaya, 

Punya nama besar, 

Dan hebat orangnya,


Waktu saya izin pulang, 

Dia pegang baju saya, 

Dia bilang mau ikut saya pulang, 

Saya bilang 

"Di mobil ada banyak barang", 

"Tak apa kata ibu itu, 

Saya duduk sama barang-barang, 

Itu"...


Akhirnya saya izin ke pengelola panti untuk membawa ibu itu selama 5 hari saja,


Pulang ke rumah saya, 

Sholat Subuh saya jadi Imam dia makmum di belakang, 

Saya baca doa, sl

Saya tengok air mata beliau jatuh,

Selesai doa saya salami beliau, 

Saya cium tangannya, 

Saya bilang...


"Bu...Maafkan saya ya..."


Waktu itu, 

Saya tak membayangkan,

Kalau ibu saya sudah meninggal, 

Tapi saya bayangkan ibu ini adalah ibu saya, 

Sebab dia rindu pada anak-anaknya,


Di hari ketiga di rumah saya, 

Waktu Sholat Isya', 

Selesai doa saya salami beliau, 

Dia lapisi tangannya dengan kain mukena-nya, 

Dia salam,


Saya bilang...


"Bu...

Kenapa ibu lapisi tangan ibu ?, 

2 hari yang lalu ibu salam, 

Ibu tak lapisi tangan ibu dengan saya,

Kenapa hari ini ibu lapisi tangan ?"


Dia bilang...


"Ustaz...

Kau bukan anak saya kan..."


Subhanaallah...

Tiba-tiba dia sebut nama saya "Ustaz",

Saya bilang...


"Kenapa ibu panggil saya ustaz ? 

Saya anak ibu..."


Dia berkata...


"Bukan...

Kalau anak saya dia tak akan seperti ini, 

Kalau anak saya dia tak akan jadi imam saya, 

Kalau anak saya dia tak akan suap saya makan..."


Bayangkan sahabat-sahabat bagaimana perasaan ibu ini, 

Spontan saya pegang dia, 

Saya peluk dia, 

Saya menangis, 

Saya bilang...


"Bu... 

Walaupun bukan ibu saya,

Tapi saya sayang ibu seperti ibu saya..."


Saya pegang tangan ibu ini...

Walaupun bukan ibu saya,

Tapi saya tahu hatinya sangat rindu dekat dengan anaknya, 

Waktu itu saya pandang wajahnya, 

Saya bilang...


"Bu...

Walaupun ibu saya telah tiada, 

Tapi ibu boleh ganti menjadi ibu saya, 

Ibu duduklah di sini..."


Saat makan, 

Saya suapkan nasi ke mulutnya, 

Dia muntahkan balik makan dari mulutnya,


Saya tanya...


"Kenapa bu ?"


Tiba-tiba saya lihat wajahnya pucat, 

Saya angkat dia, 

Panggil ambulan antar ke rumah sakit,


Waktu di RS, 

Saya ambil kepalanya dan saya rebahkan ibu ini, 

Dia pegang tangan saya dia berkata...


"Ustaz...

Kalau saya mati, 

Tolong jangan beritahu sorang pun anak saya, 

Kalau saya sudah mati, 

Jangan beritahu mereka di mana makam saya, 

Kalau mereka tahu di mana kubur saya, 

Jangan izinkan dia pegang batu nisan saya..."


Saya pegang beliau saya berkata...


"Bu...

Jangan ngomong seperti itu, 

Bu..."


Isteri saya menangis di sebelah, 

Anak saya menangis di sebelah memegang dia, 

Kami pegang dia...


"Bu...

Jangan ngomong seperti itu, 

Bu..."


Dia geleng kepala, 

Rupa-rupanya itulah saat penghujung hayatnya, 

Akhirnya dia pun meninggal di atas ribaan saya di rumah sakit itu,


Dia meninggal dalam pelukan saya, 

Saya doakan Ibu Hajjah Khalijah ini ruhnya mudah-mudahan bersama Salafusoleh,


Sahabat, 

Bila kita masih ada ibu,

Tolonglah taat pada ibu kita, 

Jangan durhaka pada ibu kita, 

Jangan tinggalkan dia di Panti Jompo, 

Saat ibu kita sakit kita jaga dia, 

Pijat-pijat kepala dan kaki ibu kita...


Sahabat-sahabat coba tanya ibu kita...


"Bagaimana penderitaan ibu saat mengandung saya dulu ? 

Bagaimana sakitnya ibu saat melahirkan saya dulu ?"


Tanya ibu kita sahabat-sahabat sekalian...

Kalau kita tanya sudah tentu air mata ibu kita akan jatuh, 

Karena itu sahabat-sahabat suapkanlah makanan pada ibu kita...


Sahabat-sahabat semua... 

Selepas wafatnya ibu ini, ternyata berita kematiannya sampai juga kepada anaknya yang sulung, 

Anak dia terus telefon saya...


Apa anaknya bilang pada saya...


"Saya akan bawa anda ke pengadilan, 

Saya akan tuntut anda telah membawa keluar ibu saya dari dari Panti Jompo"...


3 tahun dia titipkan ibunya di Panti, 

Dia tak pergi lihat, 

Sebab itu ibunya rindu,

Hingga ibu itu tak bisa membedakan saya dengan anaknya...


Akhirnya saya tunggu, 

Tunggu punya tunggu tidak ada kabar hampir setahun lebih,

Saya pergi ceramah di Masjid di daerah pecinaan, 

Selesai saya ceramah datang seorang lelaki memeluk saya,


Menangis dalam masjid, 

0rang dalam masjid heran, 

Ada apa ini, 

Saya tanya pada dia...


"Pak, 

Ada apa ini ? 

Ada masalah apa...?"


Dia berkata dalam keadaan menangis...


"Ustaz...

Tolong kasih tahu di mana makam ibu saya ustaz ? 

Tolong kasih tahu di mana kubur ibu saya ?"...


Saya bilang...


"Kenapa hari ini baru tanya kubur ibu kamu ?"...


Dia bilang...


"Tolonglah ustaz...

Saya mau jumpa ibu saya ustaz, 

Sayalah orang yang bergelar Tan Sri yang mau menuntut ustaz saat itu... 

Saya sekarang ini sudah bangkrut ustaz, 

Isteri saya mati kecelakaan, 

Rumah disita bank, 

Mobil mewah saya semua dah disita bank, 

Tinggal 1 saja, 

Motor tua itu..."


Saya berkata...


"Saya bisa tunjukkan makam ibu kamu, 

Tapi dengan 1 syarat, 

Kamu jangan pegang batu nisan ibu kamu..."


Sampai di pemakaman, 

Tak sempat saya turun dari mobil, 

Dia turun duluan, 

Saya lihat didepan mata saya sendiri dia jatuh tersungkur tangan nya menjadi hitam, 

Mulutnya tertarik sebelah yang tadi awalnya tangan dan mulutnya baik-baik saja, 

Sambil memanggil-manggil...


"Ibu... 

Ibuuu... 

Ibuuuuu..."


Tiba-tiba saya angkat dia tak jauh dari makam ibunya belum sampai ke kubur ibunya, 

Dia sudah hembuskan nafas terakhir disamping makam ibunya...


Allahu Akbarrr...


Mengucap panjang saya... 

Allah SWT tunjukkan kepada saya, 

Dikehidupan ini balasan anak yang durhaka pada ibu dan ayahnya,


Semoga kisah ini menjadi pelajaran di luar sana, 

Ambillah iktiar dari kisah di atas,.


"Dan apabila mata ibumu sudah tertutup,

Maka hilanglah satu keberkatan disisi Allah SWT. 

Yaitu *Doa* seorang ibu"


Sekarang anda mempunyai 2 pilihan,

1. Biarkan Tulisan ini berada di page ini supaya orang lain tidak membaca,

2. Menyebarkan ke Teman yang lain dengan klik 'Bagikan' supaya orang lain ikut terinpirasi dan Inysa Allah mendapat pahala,


Silahkan Di Share Ya...

Semoga yang Share Akan Ditambahkan Rezekinya, 

Dan Diangkat Penyakitnya...

Aamiin


Ya Allah...

😊✔ Muliakanlah orang yang membaca status ini

😊✔ Lapangkanlah hatinya

😊✔ Bahagiakanlah keluarganya

😊✔ Luaskan rezekinya seluas lautan

😊✔ Mudahkan segala urusannya

😊✔ Kabulkan cita-citanya

😊✔ Jauhkan dari segala Musibah

😊✔ Jauhkan dari segala Penyakit, 

Fitnah,

Prasangka Keji, 

Berkata Kasar, 

Dan Mungkar

😊✔ Dan semoga yang membagikan status ini rezekinya berlimpah.Aamiin...


Boleh di SHARE sebanyak mungkin !

Hukum Memegang Alquran Android Tanpa Wudhu



Dalam kitab Safinatun Najah disebutkan bahwa di antara perkara yang mewajibkan wudhu adalah memegang dan membawa mushaf. Ketika kita tidak dalam keadaan memiliki wudhu, maka haram hukumnya memegang maupun membawa mushaf.

Yang dimaksud mushaf di sini adalah benda, baik kertas atau lainnya, yang di dalamnya terdapat tulisan huruf-huruf Alquran.

Dalam kitab Nihayatuz Zain, Imam Nawawi Al-Jawi lebih jelas mendefinisikan mushaf ini sebagai berikut;

والمراد بالمصحف كل ما كتب في شيء من القرآن بقصد الدراسة كلوح أو عمودا او جدار كتب عليه شيء من القرآن للداسة

“Adapun yang dimaksud mushaf adalah semua benda yang huruf-huruf Alquran ditulis di atasnya untuk tujuan belajar, seperti papan, tiang dan tembok yang ada tulisan huruf-huruf Alquran untuk tujuan belajar.”

Lantas apakah Alquran yang terdapat dalam Android, PC dan sejenisnya bisa dikatakan mushaf yang haram disentuh ketika tidak memiliki wudhu?

Berdasarkan keterangan dari kitab Nihayatuz Zain di atas, suatu benda bisa dikatakan mushaf apabila huruf-huruf Alquran ditulis di atasnya dan tulisan tersebut harus bersifat tetap.

Sedangkan Alquran yang terdapat dalam Android adalah pancaran sinar tulisan Alquran atau gambar tulisan Alquran yang keadaannya tidak tetap, kadang nampak dan kadang hilang.

Dengan demikian, aplikasi Alquran yang terdapat dalam  Android tidak dikatakan mushaf karena hanya berupa gambar tulisan Alquran, bukan tulisan Alquran itu sendiri.

BACA JUGA:

Kewajiban Suami terhadap Istri

30 Mei 2018

Oleh karena itu, kita boleh memegang dan membaca Alquran yang terdapat dalam Android dan sejenisnya meskipun tidak memiliki wudhu. Dalam kitab Hasyiyah Albujairimi Alal Khatib disebutkan;

فلو رسم صورتها في هواء أو ماء فليس كتابة في المذهب كما قاله الزيادي

“Apabila menulis gambar Alquran di udara atau air, maka tidak disebut tulisan (mushaf) dalam pendapat mazhab sebagaimana dikatakan Imam Azziyadi.”

Meski demikian, alangkah lebih baik jika memegang dan membaca Alquran dari aplikasi Android memiliki wudhu. Wudhu ketika memegang dan membaca Alquran dari aplikasi Android dan sejenisnya tidak wajib, namun sebagai bentuk kesempurnaan sebaiknya memiliki wudhu.

Hukum Memegang Alquran Android Tanpa Wudhu

Hukum Memegang Alquran Android Tanpa Wudhu



Dalam kitab Safinatun Najah disebutkan bahwa di antara perkara yang mewajibkan wudhu adalah memegang dan membawa mushaf. Ketika kita tidak dalam keadaan memiliki wudhu, maka haram hukumnya memegang maupun membawa mushaf.

Yang dimaksud mushaf di sini adalah benda, baik kertas atau lainnya, yang di dalamnya terdapat tulisan huruf-huruf Alquran.

Dalam kitab Nihayatuz Zain, Imam Nawawi Al-Jawi lebih jelas mendefinisikan mushaf ini sebagai berikut;

والمراد بالمصحف كل ما كتب في شيء من القرآن بقصد الدراسة كلوح أو عمودا او جدار كتب عليه شيء من القرآن للداسة

“Adapun yang dimaksud mushaf adalah semua benda yang huruf-huruf Alquran ditulis di atasnya untuk tujuan belajar, seperti papan, tiang dan tembok yang ada tulisan huruf-huruf Alquran untuk tujuan belajar.”

Lantas apakah Alquran yang terdapat dalam Android, PC dan sejenisnya bisa dikatakan mushaf yang haram disentuh ketika tidak memiliki wudhu?

Berdasarkan keterangan dari kitab Nihayatuz Zain di atas, suatu benda bisa dikatakan mushaf apabila huruf-huruf Alquran ditulis di atasnya dan tulisan tersebut harus bersifat tetap.

Sedangkan Alquran yang terdapat dalam Android adalah pancaran sinar tulisan Alquran atau gambar tulisan Alquran yang keadaannya tidak tetap, kadang nampak dan kadang hilang.

Dengan demikian, aplikasi Alquran yang terdapat dalam  Android tidak dikatakan mushaf karena hanya berupa gambar tulisan Alquran, bukan tulisan Alquran itu sendiri.

BACA JUGA:

Kewajiban Suami terhadap Istri

30 Mei 2018

Oleh karena itu, kita boleh memegang dan membaca Alquran yang terdapat dalam Android dan sejenisnya meskipun tidak memiliki wudhu. Dalam kitab Hasyiyah Albujairimi Alal Khatib disebutkan;

فلو رسم صورتها في هواء أو ماء فليس كتابة في المذهب كما قاله الزيادي

“Apabila menulis gambar Alquran di udara atau air, maka tidak disebut tulisan (mushaf) dalam pendapat mazhab sebagaimana dikatakan Imam Azziyadi.”

Meski demikian, alangkah lebih baik jika memegang dan membaca Alquran dari aplikasi Android memiliki wudhu. Wudhu ketika memegang dan membaca Alquran dari aplikasi Android dan sejenisnya tidak wajib, namun sebagai bentuk kesempurnaan sebaiknya memiliki wudhu.

Bolehkah Wudu dengan Bantuan Orang Lain?

Dalam fiqih disebutkan bahwa di antara sunah wudu adalah melakukannya tanpa bantuan orang lain. Kita disunahkan untuk berusaha sendiri dalam proses pelaksanaan wudu, mulai dari mengambil air dan menuangkan air ke anggota tubuh.

Namun bagaimana hukumnya kita minta bantuan kepada orang lain ketika wudu? Apakah boleh kita minta bantuan terutama ketika kita sedang sakit?

Dalam kitab Safinatun Najah disebutkan secara rinci mengenai minta bantuan kepada orang lain ketika melakukan wudu. Ada empat hukum minta bantuan ketika wudhu; mubah atau boleh, khilaful aula atau menyimpang dari keutamaan, makruh dan wajib. Keempat hukum tersebut disebutkan secara oleh Syaikh Salim Alhadhrami dalam kitabnya Safinatun Najah;

الإستعانات أربع خصال: مباحة، وخلاف الأولى، ومكروھه، وواجبة فالمباحة ھي تقريب الماء، وخلاف الأولى ھي صب الماء على نحو المتوضئ، والمكروھه ھي لمن يغسل أعضاءه، والواجبة ھي للمريض عند العجز

“Minta bantuan (ketika wudu) ada empat hukum; mubahah atau boleh, khilaful aula atau menyimpang dari keutamaan, makruh dan wajib. Boleh jika hanya minta bantuan untuk mendekatkan air, menyimpang dari keutamaan jika minta bantuan untuk menuangkan air ke arah orang melakukan wudu, makruh jika minta bantuan untuk membasuh anggota wudu dan wajib minta bantuan bagi orang sakit yang tidak mampu melakukan wudu dengan sendiri.

Dengan demikian, wudu kita dinilai sah meskipun minta bantuan kepada orang lain. Bahkan kalau kita sakit dan tidak mampu wudu sendiri, maka kita wajib minta bantuan kepada orang lain untuk mewudukan kita.

Nabi Saw. pernah suatu ketika minta bantuan untuk menuangkan air pada saat wudu kepada sahabatnya. Disebutkan dalam hadis riwayat imam Bukhari dari Usamah bin Zaid;

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – لَمَّا أَفَاضَ مِنْ عَرَفَةَ عَدَلَ إِلَى الشِّعْبِ ، فَقَضَى حَاجَتَهُ . قَالَ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَجَعَلْتُ أَصُبُّ عَلَيْهِ وَيَتَوَضَّأُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتُصَلِّى فَقَالَ الْمُصَلَّى أَمَامَكَ

“Rasulullah Saw ketika berangkat dari Arofah, beliau menuju celah bukit, lalu menunaikan hajatnya. Usamah bin Zaid berkata, ‘kemudian aku yang mengguyurkan air, lalu beliau Saw. berwudu’. Lalu aku bertanya kepada beliau, ‘engkau akan salat?.’ Beliau menjawab, ‘salat di depanmu.”

Dalam hadis riwayat imam Bukhari juga disebutkan;

عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِى سَفَرٍ ، وَأَنَّهُ ذَهَبَ لِحَاجَةٍ لَهُ ، وَأَنَّ مُغِيرَةَ جَعَلَ يَصُبُّ الْمَاءَ عَلَيْهِ ، وَهُوَ يَتَوَضَّأُ ، فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَمَسَحَ عَلَى الْخُفَّيْنِ

“Dari Almughirah bin Syu’bah bahwa dia bersama Rasulullah Saw. dalam sebuah perjalanan, lalu beliau pergi buang hajat. Mughirah yang menuangkan air kepada beliau, kemudian beliau berwudu, mencuci wajahnya, kedua tangannya dan mengusap kepalanya dan kedua khuf-nya”.

Melalui dua hadis ini dapat kita ketahui bahwa minta bantuan kepada orang lain ketika wudu diperbolehkan, hanya saja tetap disunahkan untuk dilakukan sendiri.

Bolehkah Wudu dengan Bantuan Orang Lain?

Bolehkah Wudu dengan Bantuan Orang Lain?

Dalam fiqih disebutkan bahwa di antara sunah wudu adalah melakukannya tanpa bantuan orang lain. Kita disunahkan untuk berusaha sendiri dalam proses pelaksanaan wudu, mulai dari mengambil air dan menuangkan air ke anggota tubuh.

Namun bagaimana hukumnya kita minta bantuan kepada orang lain ketika wudu? Apakah boleh kita minta bantuan terutama ketika kita sedang sakit?

Dalam kitab Safinatun Najah disebutkan secara rinci mengenai minta bantuan kepada orang lain ketika melakukan wudu. Ada empat hukum minta bantuan ketika wudhu; mubah atau boleh, khilaful aula atau menyimpang dari keutamaan, makruh dan wajib. Keempat hukum tersebut disebutkan secara oleh Syaikh Salim Alhadhrami dalam kitabnya Safinatun Najah;

الإستعانات أربع خصال: مباحة، وخلاف الأولى، ومكروھه، وواجبة فالمباحة ھي تقريب الماء، وخلاف الأولى ھي صب الماء على نحو المتوضئ، والمكروھه ھي لمن يغسل أعضاءه، والواجبة ھي للمريض عند العجز

“Minta bantuan (ketika wudu) ada empat hukum; mubahah atau boleh, khilaful aula atau menyimpang dari keutamaan, makruh dan wajib. Boleh jika hanya minta bantuan untuk mendekatkan air, menyimpang dari keutamaan jika minta bantuan untuk menuangkan air ke arah orang melakukan wudu, makruh jika minta bantuan untuk membasuh anggota wudu dan wajib minta bantuan bagi orang sakit yang tidak mampu melakukan wudu dengan sendiri.

Dengan demikian, wudu kita dinilai sah meskipun minta bantuan kepada orang lain. Bahkan kalau kita sakit dan tidak mampu wudu sendiri, maka kita wajib minta bantuan kepada orang lain untuk mewudukan kita.

Nabi Saw. pernah suatu ketika minta bantuan untuk menuangkan air pada saat wudu kepada sahabatnya. Disebutkan dalam hadis riwayat imam Bukhari dari Usamah bin Zaid;

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – لَمَّا أَفَاضَ مِنْ عَرَفَةَ عَدَلَ إِلَى الشِّعْبِ ، فَقَضَى حَاجَتَهُ . قَالَ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَجَعَلْتُ أَصُبُّ عَلَيْهِ وَيَتَوَضَّأُ فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَتُصَلِّى فَقَالَ الْمُصَلَّى أَمَامَكَ

“Rasulullah Saw ketika berangkat dari Arofah, beliau menuju celah bukit, lalu menunaikan hajatnya. Usamah bin Zaid berkata, ‘kemudian aku yang mengguyurkan air, lalu beliau Saw. berwudu’. Lalu aku bertanya kepada beliau, ‘engkau akan salat?.’ Beliau menjawab, ‘salat di depanmu.”

Dalam hadis riwayat imam Bukhari juga disebutkan;

عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةَ أَنَّهُ كَانَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فِى سَفَرٍ ، وَأَنَّهُ ذَهَبَ لِحَاجَةٍ لَهُ ، وَأَنَّ مُغِيرَةَ جَعَلَ يَصُبُّ الْمَاءَ عَلَيْهِ ، وَهُوَ يَتَوَضَّأُ ، فَغَسَلَ وَجْهَهُ وَيَدَيْهِ وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ وَمَسَحَ عَلَى الْخُفَّيْنِ

“Dari Almughirah bin Syu’bah bahwa dia bersama Rasulullah Saw. dalam sebuah perjalanan, lalu beliau pergi buang hajat. Mughirah yang menuangkan air kepada beliau, kemudian beliau berwudu, mencuci wajahnya, kedua tangannya dan mengusap kepalanya dan kedua khuf-nya”.

Melalui dua hadis ini dapat kita ketahui bahwa minta bantuan kepada orang lain ketika wudu diperbolehkan, hanya saja tetap disunahkan untuk dilakukan sendiri.

Makanan Yang Baik Dikonsumsi Saat Sahur dan Berbuka

 
Tips News
Makanan Yang Baik Dikonsumsi Saat Sahur dan Berbuka

Selama bulan Ramadhan, para keluarga akan berkumpul untuk menikmati sajian makanan. Pada saat seperti ini pasti akan terpikir untuk mengonsumsi makanan favorit setelah hampir 14 jam berpuasa. Namun seperti kita ketahui, saat berpuasa seseorang tidak akan makan dan minum hampir 14 jam sehingga diperlukan nutrisi yang tepat saat santap sahur dan saat berbuka puasa.

 

Makanan apa yang baik dikonsumsi saat Sahur dan berbuka puasa?

- Untuk sahur

Menu untuk Sahur harus sehat. Karena pada keadaan ini makanan yang dikonsumsi harus mampu menyediakan energi yang cukup untuk bertahan selama berjam-jam saat Anda berpuasa. 

Untuk Sahur harus terdapat makanan seperti: 

  • Buah-buahan dan sayuran 

Buah-buahan dan sayuran kaya akan serat, buah-buahan dan sayuran penting untuk dikonsumsi oleh Anda yang akan berpuasa karena dapat meningkatkan rasa kenyang dan membantu mencegah terjadinya sembelit. Selain itu buah-buahan dan sayuran juga mengandung vitamin, mineral dan fitokimia yang penting untuk kesehatan.

  • Beras dan karbohidrat lainnya

Karbohidrat tinggi serat seperti beras merah dan roti gandum membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga membantu untuk mempertahankan energi yang lebih lama. 

  • Daging dan sumber protein lainnya

Ayam tanpa kulit, ikan dan produk susu rendah lemak adalah sumber protein. Dengan mengonsumsi makanan tinggi protein hal ini akan membatasi asupan lemak. Selain itu, makanan tinggi protein membantu memperbaiki dan membentuk jaringan tubuh, dan membangun sistem kekebalan tubuh Anda.

  • Mengkonsumsi produk susu tinggi kalsium

Mengkonsumsi produk susu tinggi kalsium juga membantu mempertahankan tulang yang kuat. Untuk seseorang yang alergi terhadap laktosa dapat memilih susu bebas laktosa atau susu kedelai yang diperkaya kalsium. 

 

- Untuk berbuka puasa

Saat berbuka adalah waktu dimana Anda mengisi kembali energi yang hilang selama berpuasa sehingga diperlukan untuk mengkonsumsi makanan dari semua kelompok makanan utama: seperti buah dan sayuran, nasi, serta daging (termasuk susu). 

  • Buah dan sayuran 

Health Promotion Board (HPB) merekomendasikan dua porsi sayuran dan dua porsi buah per hari. Sehingga Anda harus mengkonsumsi masing-masing satu porsi buah dan satu porsi sayuran dalam dua kali makan. 

Selama bulan Ramdhan kurma menjadi makanan wajib yang sering dikonsumsi. Selain merupakan sumber energi yang baik, kurma juga kaya akan kalium sehingga  membantu otot dan saraf berfungsi dengan baik. Namun jangan terlalu banyak mengkonsumsi kurma, karena kurma tinggi akan gula.

  • Beras dan karbohidrat lainnya

Roti gandum, beras merah atau mie gandum adalah karbohidrat kompleks yang memberikan tubuh energi, kaya akan serat dan mineral. Dibandingkan dengan makanan manis dan makanan penutup yang akan terbakar dengan cepat, karbohidrat kompleks ini memberikan energi yang lebih stabil dan bertahan lama. 

  • Daging dan sumber protein lainnya

Jangan lupakan makanan yang satu ini yaitu makanan yang kaya akan protein seperti daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, ikan, telur, kacang-kacangan dan produk susu rendah lemak.

 

Untuk menjaga makanan Anda tetap sehat, batasi penggunaan minyak dan lebih baik mengunakan cara mengukus, memanggang, memanggang. Ketika memilih minyak, Anda juga harus lebih baik memilih lemak tak jenuh seperti minyak canola dan minyak kedelai.



Gunakan saat Ramadan ini untuk menumbuhkan kebiasaan makan yang baik. Dan pada saat bulan puasa berakhir, Anda akan merasa lebih sehat.

 

 

Sumber : healthxchange

Makanan Yang Baik Dikonsumsi Saat Sahur dan Berbuka

Makanan Yang Baik Dikonsumsi Saat Sahur dan Berbuka

 
Tips News
Makanan Yang Baik Dikonsumsi Saat Sahur dan Berbuka

Selama bulan Ramadhan, para keluarga akan berkumpul untuk menikmati sajian makanan. Pada saat seperti ini pasti akan terpikir untuk mengonsumsi makanan favorit setelah hampir 14 jam berpuasa. Namun seperti kita ketahui, saat berpuasa seseorang tidak akan makan dan minum hampir 14 jam sehingga diperlukan nutrisi yang tepat saat santap sahur dan saat berbuka puasa.

 

Makanan apa yang baik dikonsumsi saat Sahur dan berbuka puasa?

- Untuk sahur

Menu untuk Sahur harus sehat. Karena pada keadaan ini makanan yang dikonsumsi harus mampu menyediakan energi yang cukup untuk bertahan selama berjam-jam saat Anda berpuasa. 

Untuk Sahur harus terdapat makanan seperti: 

  • Buah-buahan dan sayuran 

Buah-buahan dan sayuran kaya akan serat, buah-buahan dan sayuran penting untuk dikonsumsi oleh Anda yang akan berpuasa karena dapat meningkatkan rasa kenyang dan membantu mencegah terjadinya sembelit. Selain itu buah-buahan dan sayuran juga mengandung vitamin, mineral dan fitokimia yang penting untuk kesehatan.

  • Beras dan karbohidrat lainnya

Karbohidrat tinggi serat seperti beras merah dan roti gandum membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna, sehingga membantu untuk mempertahankan energi yang lebih lama. 

  • Daging dan sumber protein lainnya

Ayam tanpa kulit, ikan dan produk susu rendah lemak adalah sumber protein. Dengan mengonsumsi makanan tinggi protein hal ini akan membatasi asupan lemak. Selain itu, makanan tinggi protein membantu memperbaiki dan membentuk jaringan tubuh, dan membangun sistem kekebalan tubuh Anda.

  • Mengkonsumsi produk susu tinggi kalsium

Mengkonsumsi produk susu tinggi kalsium juga membantu mempertahankan tulang yang kuat. Untuk seseorang yang alergi terhadap laktosa dapat memilih susu bebas laktosa atau susu kedelai yang diperkaya kalsium. 

 

- Untuk berbuka puasa

Saat berbuka adalah waktu dimana Anda mengisi kembali energi yang hilang selama berpuasa sehingga diperlukan untuk mengkonsumsi makanan dari semua kelompok makanan utama: seperti buah dan sayuran, nasi, serta daging (termasuk susu). 

  • Buah dan sayuran 

Health Promotion Board (HPB) merekomendasikan dua porsi sayuran dan dua porsi buah per hari. Sehingga Anda harus mengkonsumsi masing-masing satu porsi buah dan satu porsi sayuran dalam dua kali makan. 

Selama bulan Ramdhan kurma menjadi makanan wajib yang sering dikonsumsi. Selain merupakan sumber energi yang baik, kurma juga kaya akan kalium sehingga  membantu otot dan saraf berfungsi dengan baik. Namun jangan terlalu banyak mengkonsumsi kurma, karena kurma tinggi akan gula.

  • Beras dan karbohidrat lainnya

Roti gandum, beras merah atau mie gandum adalah karbohidrat kompleks yang memberikan tubuh energi, kaya akan serat dan mineral. Dibandingkan dengan makanan manis dan makanan penutup yang akan terbakar dengan cepat, karbohidrat kompleks ini memberikan energi yang lebih stabil dan bertahan lama. 

  • Daging dan sumber protein lainnya

Jangan lupakan makanan yang satu ini yaitu makanan yang kaya akan protein seperti daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit, ikan, telur, kacang-kacangan dan produk susu rendah lemak.

 

Untuk menjaga makanan Anda tetap sehat, batasi penggunaan minyak dan lebih baik mengunakan cara mengukus, memanggang, memanggang. Ketika memilih minyak, Anda juga harus lebih baik memilih lemak tak jenuh seperti minyak canola dan minyak kedelai.



Gunakan saat Ramadan ini untuk menumbuhkan kebiasaan makan yang baik. Dan pada saat bulan puasa berakhir, Anda akan merasa lebih sehat.

 

 

Sumber : healthxchange

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

Kalender 2019

Kalender 2019
Perfect World Online Spear Thingy

Masehi HijriyahPerhitungan pada sistem konversi Masehi – Hijriah ini memungkinkan terjadi selisih H-1 atau H+1 dari tanggal seharusnya untuk tanggal Hijriyah

SELAMAT BERGABUNG DI MUSLIM CENTER SMKN 2 TEBING TINGGI.AYO SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA UNTUK MENGAJI, DIJAMIN LANGSUNG LANCAR MEMBACA AL QUR'AN AYO BACA CERITA MENARIK HANYA DI BLOG INI SETIAP HARI KAMIS DAN SABTU PUKUL 19.00 WIB .
Islam Ornamental Art 2
SELAMAT DATANG DI BLOG MUSLIM CENTER. SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT UNTUK ANDA DAN DAPATKAN SELURUH INFORMASI DISINI
AYO LIKE AND SUBSCRIBE DAKWAH STOP MOTION,TAQWA MEDIA DAN MUSLIM CENTER SMK 2 DI YOUTUBE KESAYANGAN ANDA.

back to top