SELAMAT BERGABUNG DI MUSLIM CENTER. KAMI AKAN MENYEDIAKAN BERITA DAN KONTEN ISLAMI TERUPDATE SETIAP MINGGUNYA
Post Yang Belum Di Upload

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh


MENUNDA SHOLAT● 

(Jangan* dibaca jika tak kuat)


Ada seorang wanita bertanya kepada'' mufti :"Bagaimana caranya membangunkan anak-anak saya yang sedang tertidur nyenyak untuk sholat Subuh ?" Mufti menjawab dengan balik bertanya kepada wanita tersebut :"Apa yang akan kamu lakukan jika rumahmu terbakar dan pada saat itu anak-anakmu sedang tidur nyenyak ?" Wanita tersebut berkata :"Saya pasti akan membangunkan mereka dari tidurnya." Mufti menjawab :"Bagaimana jika mereka sedang tertidur nyenyak sekali ?" .


Wanita itu kemudian menjawab :"Demi ALLAH! Saya akan membangunkan mereka sampai bener-benar bangun, jika mereka tidak bangun juga, saya akan menarik menyeret mereka sampai keluar dari rumah." Mufti kemudian menjawab :"Jika itu yang kamu akan lakukan untuk menyelamatkan anak-anakmu dari api dunia, lakukanlah hal yang sama untuk menyelamatkan mereka dari api neraka di akhirat kelak." Dari : Abuya As-Sayyid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki


AKIBAT SUKA SHOLAT DI UJUNG WAKTU


Para Malaikat menyeretnya melewati orang banyak, menuju ke arah api neraka yang menyambar-nyambar.


Dia menjerit sekuat tenaga dan bertanya-tanya barangkali ada orang yang mampu membantunya.


Dia menjerit lagi sambil menyebutkan semua kebaikan yang telah dia lakukan; bagaimana dia sering membantu orangtuanya. Bagaimana dia tidak pernah tertinggal puasanya, tidak pernah meninggalkan shalatnya, selalu bersedekah dan rajin membaca al-Quran.


Dia terus menjerit lagi, namun tidak  ada seorangpun yang tampil membantunya.


Para malaikat terus menyeret dia. Dan … mereka semakin dekat dengan kawah api neraka.


Dia menoleh ke belakang dan ini harapannya yang terakhir. Dia teringat …


Tidak! Rasulullah SAW pernah bersabda:


“Bagaimana bersihnya seseorang yang mandi di sungai lima kali sehari dari kotoran, begitu juga bersihnya orang yang melaksanakan shalat lima kali sehari dari dosa-dosa mereka”


Dia menjerit lagi sekuat tenaga:


“Solat saya? Solat saya? Doa saya?”


Kedua malaikat tidak berhenti, dan terus menyeretnya ke tepi jurang neraka. Kembang api neraka yang membubung terasa menyambar mukanya.


Dia menoleh ke belakang lagi, tapi matanya telah kering dari setiap harapan dan dia tidak memiliki apa-apa lagi yang tinggal di dalam dirinya.


Salah satu malaikat menolak dia dan memasukan ke kawah neraka.


Dia mandapati dirinya terus melayang dan akhirnya jatuh ke dalam kawah api neraka yang menjulang tinggi selama 70 tahun.


Setelah 70 tahun sengsara dibakar api, tiba-tiba terasa tangannya diraih oleh satu lengan.


Dia ditarik kembali ke atas.


Ketika dia mengangkat kepalanya, dia melihat seorang pria yang sangat tua dengan jenggot putih yang panjang memegang tangannya.


Pria itu kelihatannya sangat daif.


Sambil menyapu debu di tubuhnya dia bertanya pada pria tua itu:


“Siapakah anda?”


Orang tua itu menjawab: “Akulah sholat anda”


“Mengapa kamu begitu terlambat bantu saya? Wahai shalatku, saya telah terjerumus ke dalam api neraka selama 70 tahun! Kenapa setelah tubuh saya hangus dan hampir hancur baru kamu datang selamatkan saya ? kenapa …?.”


Orang tua itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dan berkata:


“Apakah kau lupa? Selama hidup di dunia dulu kamu selalu laksanakan saya pada saat-saat akhir !!”


“Setiap kali Maghrib kamu fokus pada sinetron tv dulu ..


“Dzuhur kamu lewat, kamu lebih mementingkan kerja daripada saya. Sholat ashar dan subuh juga selalu diujung waktu.


“Kamu ingatkah itu semua ??”


Penjelasan pria tua itu mengejutkannya dari tidur …


Dia terjaga dan mengangkat kepalanya dari tidur. Seluruh tubuhnya basah oleh keringat ketakutan …

Ya Allah.. Aku mimpi…


Tapi seperti nyata ..

Ketika itu juga ia mendengar suara adzan di kumandangkan menandai masuknya waktu shalat ashar.

Dia bangun dengan cepat dan mengambil wudhu. Dia berjanji tidak akan melalaikan shalat lagi. Dia menyadari kesalahannya sekarang. Dia telah mendapat petunjuk yang maha benar.

Sebarkan kisah ini kepada keluarga dan kawan-kawan anda. Mungkin anda dapat membantu mereka agar mulai sekarang mau menunaikan sholat tepat waktu.

Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak


Rasulullah S.A.W bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)

Akibat Menunda Nunda Sholat

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh


MENUNDA SHOLAT● 

(Jangan* dibaca jika tak kuat)


Ada seorang wanita bertanya kepada'' mufti :"Bagaimana caranya membangunkan anak-anak saya yang sedang tertidur nyenyak untuk sholat Subuh ?" Mufti menjawab dengan balik bertanya kepada wanita tersebut :"Apa yang akan kamu lakukan jika rumahmu terbakar dan pada saat itu anak-anakmu sedang tidur nyenyak ?" Wanita tersebut berkata :"Saya pasti akan membangunkan mereka dari tidurnya." Mufti menjawab :"Bagaimana jika mereka sedang tertidur nyenyak sekali ?" .


Wanita itu kemudian menjawab :"Demi ALLAH! Saya akan membangunkan mereka sampai bener-benar bangun, jika mereka tidak bangun juga, saya akan menarik menyeret mereka sampai keluar dari rumah." Mufti kemudian menjawab :"Jika itu yang kamu akan lakukan untuk menyelamatkan anak-anakmu dari api dunia, lakukanlah hal yang sama untuk menyelamatkan mereka dari api neraka di akhirat kelak." Dari : Abuya As-Sayyid Muhammad Bin Alawi Al-Maliki


AKIBAT SUKA SHOLAT DI UJUNG WAKTU


Para Malaikat menyeretnya melewati orang banyak, menuju ke arah api neraka yang menyambar-nyambar.


Dia menjerit sekuat tenaga dan bertanya-tanya barangkali ada orang yang mampu membantunya.


Dia menjerit lagi sambil menyebutkan semua kebaikan yang telah dia lakukan; bagaimana dia sering membantu orangtuanya. Bagaimana dia tidak pernah tertinggal puasanya, tidak pernah meninggalkan shalatnya, selalu bersedekah dan rajin membaca al-Quran.


Dia terus menjerit lagi, namun tidak  ada seorangpun yang tampil membantunya.


Para malaikat terus menyeret dia. Dan … mereka semakin dekat dengan kawah api neraka.


Dia menoleh ke belakang dan ini harapannya yang terakhir. Dia teringat …


Tidak! Rasulullah SAW pernah bersabda:


“Bagaimana bersihnya seseorang yang mandi di sungai lima kali sehari dari kotoran, begitu juga bersihnya orang yang melaksanakan shalat lima kali sehari dari dosa-dosa mereka”


Dia menjerit lagi sekuat tenaga:


“Solat saya? Solat saya? Doa saya?”


Kedua malaikat tidak berhenti, dan terus menyeretnya ke tepi jurang neraka. Kembang api neraka yang membubung terasa menyambar mukanya.


Dia menoleh ke belakang lagi, tapi matanya telah kering dari setiap harapan dan dia tidak memiliki apa-apa lagi yang tinggal di dalam dirinya.


Salah satu malaikat menolak dia dan memasukan ke kawah neraka.


Dia mandapati dirinya terus melayang dan akhirnya jatuh ke dalam kawah api neraka yang menjulang tinggi selama 70 tahun.


Setelah 70 tahun sengsara dibakar api, tiba-tiba terasa tangannya diraih oleh satu lengan.


Dia ditarik kembali ke atas.


Ketika dia mengangkat kepalanya, dia melihat seorang pria yang sangat tua dengan jenggot putih yang panjang memegang tangannya.


Pria itu kelihatannya sangat daif.


Sambil menyapu debu di tubuhnya dia bertanya pada pria tua itu:


“Siapakah anda?”


Orang tua itu menjawab: “Akulah sholat anda”


“Mengapa kamu begitu terlambat bantu saya? Wahai shalatku, saya telah terjerumus ke dalam api neraka selama 70 tahun! Kenapa setelah tubuh saya hangus dan hampir hancur baru kamu datang selamatkan saya ? kenapa …?.”


Orang tua itu tersenyum sambil menggelengkan kepalanya dan berkata:


“Apakah kau lupa? Selama hidup di dunia dulu kamu selalu laksanakan saya pada saat-saat akhir !!”


“Setiap kali Maghrib kamu fokus pada sinetron tv dulu ..


“Dzuhur kamu lewat, kamu lebih mementingkan kerja daripada saya. Sholat ashar dan subuh juga selalu diujung waktu.


“Kamu ingatkah itu semua ??”


Penjelasan pria tua itu mengejutkannya dari tidur …


Dia terjaga dan mengangkat kepalanya dari tidur. Seluruh tubuhnya basah oleh keringat ketakutan …

Ya Allah.. Aku mimpi…


Tapi seperti nyata ..

Ketika itu juga ia mendengar suara adzan di kumandangkan menandai masuknya waktu shalat ashar.

Dia bangun dengan cepat dan mengambil wudhu. Dia berjanji tidak akan melalaikan shalat lagi. Dia menyadari kesalahannya sekarang. Dia telah mendapat petunjuk yang maha benar.

Sebarkan kisah ini kepada keluarga dan kawan-kawan anda. Mungkin anda dapat membantu mereka agar mulai sekarang mau menunaikan sholat tepat waktu.

Boleh di share biar lebih bermanfaat buat orang banyak


Rasulullah S.A.W bersabda :”Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya,maka walaupun yang menyampaikan sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala.” (HR. Al-Bukhari)

Lima Manfaat Intropeksi Diri

Penulis Mohammad Hafid - 1 Januari 20190192

BincangSyariah.Com – Fenomena yang ada menjadi bukti kuat bahwa intropeksi diri sudah tidak lagi menjadi fokus perhatian dalam kehidupan umat muslim. Budaya seremonial menjamur layaknya tumbuhan dimusim hujan. Mereka sibuk dengan target seabrek pekerjaan. Kuantitas yang dikejar sedang kwalitas ditinggalkan dan dilupakan.


Lihatlah mereka, betapa banyak yang merasa puas dengan sebuah pekerjaan yang sudah dilaksanakan tanpa melirik kembali apakah hasilnya sudah sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan, kadang kepuasan yang dirasakan menjelma menjadi huru-hara belaka. Sehingga tak ayal jika nilai-nilai negatif masih saja nampak dan mewujud dalam kehidupan mereka.


Hal ihwal demikian terjadi sebagai akibat dari kosongnya kehidupan dari nilai-nilai refleksi dan intropeksi. Padahal intropeksi juga menjadi bagian dari kewajiban layaknya  kewajiban-kewajiban lainnya sebagaimana firman Allah SWT. dan sabda nabi Muhammad SAW. berikut:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ


“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (al-Hasyr: 18)


إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِّنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ


“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya”. (Al-A’raf [7]: 201)


عن ابي يعلى شداد ابن اوس رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم  الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ ، وَعَمِلَ لِمَا بعدَ المَوتِ ، والعَاجِزُ مَنْ أتْبَعَ نَفْسَهُ هَواهَا وَتَمنَّى عَلَى اللهِ الاَمَانِيَّ (رواه الترميذي)


 “Orang yang sempurna akalnya ialah yang mengoreksi dirinya dan bersedia beramal sebagai bekal setelah mati. Dan orang yang rendah adalah yang selalu menurutkan hawa nafsunya. Disamping itu, ia mengharapkan berbagai angan-angan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan)


Maka dari itu penulis tergugah untuk menyampaikan beberapa manfaat intropeksi diri –apalagi sekarang berada dimomen tahun baru- sebagai bentuk  pengajaran dan intropeksi diri agar ditahun deapan kita semua menjadi lebih baik dan positif dalam segala hal.


Menjaga konsistensi dan stabilitas diri dalam kebaikan

Manusia dengan dualisme jiwanya yang kadang baik dan kadang buruk menjadikan tingkah laku hidupnya tidak konsisten dan stabil. Adakalanya ia berwujud layaknya malaikat tapi dilain waktu ia bisa saja berubah wujud menjadi setan.


Mengintropeksi diri baginya merupakan langkah yang luar biasa untuk bisa selalu konsisten dan stabil dalam kebaikan. Karena setiap tindakan yang sudah dilakukan pasti memiliki nilai baik atau buruk. Baik dan buruknya suatu tindakan bisa diketahui jika ia memusatkan pandangan dan pikiran sejenak untuk melihat dan mengintropeksinya, sehingga ia akan bisa menilai baik-buruknya suatu tindakan. Puncaknya ia akan menemukan kesadaran dalam bertingkah laku selanjutnya, yang sudah baik dipertahankan dan ditambah serta yang buruk diganti menjadi baik.


Obat bagi hati yang sakit

Seseorang yang biasa melakukan intropeksi diri akan selamat dari penyakit hati. Hatinya menjadi suci-bersih dan kinclong serta jauh dari kotoran sifat-sifat negatif. Bagaimana tidak? Seseorang yang hatinya terjangkit penyakit, seperti dengki, hasut, sensitif, riya’, kikir dan seterusnya akibat dari kurangnya mengenal dirinya. sehingga maklumlah jika ia mengalami penyakit krisis identitas yang berkelanjutan.


Mengenali diri sendiri atau identitas diri dapat dicapai dengan memedomani salah satu langkah yang dianjurkan dalam islam yaitu koreksi diri. Melihat dan memandang siapa dirinya. Tujuannya hidupnya apa. Dari mana asalnya. Kembali pada siapa. Dan tugasnya apa.


Menyingkap keburukan dan celah diri

Baca Juga :  Hukum Puasa Bagi Pekerja Berat

Disadari atau tidak, seseorang yang melakukan evaluasi diri dalam tindakan yang sudah terejawantahkan dalam hidupnya akan menemukan banyak ketimpanagan dan ketidak sempurnaan dari tindakannya. Ia akan menyingkap keburukan-keburkannya yang akhirnya akan membawa pada suatu kesimpulan bahwa ia tidak boleh tergesa dalam bertindak guna memeperbaikinya.


Abdul Aziz bin Ubay Rawwad mengatakan: “saya tidak masuk dalam sebuah pekejaan, kemudian keluar dan mengoreksinya kecuali saya menemukan bahwa bagian setan didalamnya lebih banyak dari bagian Allah Swt.


Menjaga dari sifat takabur dan tipu muslihat

Kesombongan dan tipu muslihat serigkali ditemukan dalam diri manusia sebagai akibat dari kelalaiannya dalam merenungi dirinya. Seakan-akan hanya dialah manusia yang paling super sehingga dengan kekuatannya ia mudah sekali menipu dan memperdaya orang lain.


Ia tidak sadar bahwa dirinya bukan siapa-siapa dimata Allah SWT. Zat yang maha super. Kesombongannya telah menutup akal dan hatinya untuk melihat Allah Swt. Ia tidak meras bahwa dirinya sangat lemah dan berdaya bibalik kesombongannya sebagaimana sabda Rasul Saw Berikut:


لا يَفْقَهُ الرَّجُلُ كُلَّ الْفِقْهِ حَتَّى يَمْقُتَ النَّاسَ فِي ذَاتِ اللَّهِ , ثُمَّ يَرْجِعَ إِلَى نَفْسِهِ فَيَكُونَ لَهَا أَشَدَّ مَقْتًا


“tidaklah seorang itu berfiqih sebenar-benarnya sebelum mengecam manusia untuk kesucian Dzat Allah Ta’ala dan memandang dirinya. Kemudian ia menghadapkan kepada dirinya sendiri lalu mengecamnya pula secara lebih hebat lagi“. (riwayat Abu Darda’ dalam Ihya’ Ulumuddin karangan al-Ghazzali)


Menjaga dan memanfaatkan waktu

Ketidak pedulian terhadap intropeksi dan perenungan mengakibatkan banyaknya waktu berlalu sia-sia. Ia melewati hidup tanpa memberikan bekas manfaat dan kebaikan. kesadaran bahwa ia telah membunuh kehidupan untuk tidak menabur benih-benih manfaat dan kebaikan juga ikut terbunuh.


Orang arab mengibaratkan waktu adalah pedang sebagai indikasi bahwa manusia harus takut pada waktu agar tidak terhunus dengan ketajamannya. Ia dapat menemukan rasa takut jika ia senantiasi berfikir dan menerung untuk menyelamatkan kehidupannya.


Ibn Asakir mengatakan: “ Abu al-Fath Nasr Bin Ibrahim al-Maqdisi, selalu saja melakukan perenungan dalam setiap waktunya. Ia tidak pernah meninggalkan waktunya berlalu tanpa meninggalkan bekas manfaat dalam kehidupannya.” (Syu’ab al-Iman: 3211).

Lima Manfaat Intropeksi Diri

Lima Manfaat Intropeksi Diri

Penulis Mohammad Hafid - 1 Januari 20190192

BincangSyariah.Com – Fenomena yang ada menjadi bukti kuat bahwa intropeksi diri sudah tidak lagi menjadi fokus perhatian dalam kehidupan umat muslim. Budaya seremonial menjamur layaknya tumbuhan dimusim hujan. Mereka sibuk dengan target seabrek pekerjaan. Kuantitas yang dikejar sedang kwalitas ditinggalkan dan dilupakan.


Lihatlah mereka, betapa banyak yang merasa puas dengan sebuah pekerjaan yang sudah dilaksanakan tanpa melirik kembali apakah hasilnya sudah sesuai dengan yang diharapkan. Bahkan, kadang kepuasan yang dirasakan menjelma menjadi huru-hara belaka. Sehingga tak ayal jika nilai-nilai negatif masih saja nampak dan mewujud dalam kehidupan mereka.


Hal ihwal demikian terjadi sebagai akibat dari kosongnya kehidupan dari nilai-nilai refleksi dan intropeksi. Padahal intropeksi juga menjadi bagian dari kewajiban layaknya  kewajiban-kewajiban lainnya sebagaimana firman Allah SWT. dan sabda nabi Muhammad SAW. berikut:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ


“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan. (al-Hasyr: 18)


إِنَّ الَّذِينَ اتَّقَوْا إِذَا مَسَّهُمْ طَائِفٌ مِّنَ الشَّيْطَانِ تَذَكَّرُوا فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ


“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya”. (Al-A’raf [7]: 201)


عن ابي يعلى شداد ابن اوس رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم  الكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ ، وَعَمِلَ لِمَا بعدَ المَوتِ ، والعَاجِزُ مَنْ أتْبَعَ نَفْسَهُ هَواهَا وَتَمنَّى عَلَى اللهِ الاَمَانِيَّ (رواه الترميذي)


 “Orang yang sempurna akalnya ialah yang mengoreksi dirinya dan bersedia beramal sebagai bekal setelah mati. Dan orang yang rendah adalah yang selalu menurutkan hawa nafsunya. Disamping itu, ia mengharapkan berbagai angan-angan kepada Allah.” (HR. Tirmidzi, ia mengatakan bahwa hadits ini hasan)


Maka dari itu penulis tergugah untuk menyampaikan beberapa manfaat intropeksi diri –apalagi sekarang berada dimomen tahun baru- sebagai bentuk  pengajaran dan intropeksi diri agar ditahun deapan kita semua menjadi lebih baik dan positif dalam segala hal.


Menjaga konsistensi dan stabilitas diri dalam kebaikan

Manusia dengan dualisme jiwanya yang kadang baik dan kadang buruk menjadikan tingkah laku hidupnya tidak konsisten dan stabil. Adakalanya ia berwujud layaknya malaikat tapi dilain waktu ia bisa saja berubah wujud menjadi setan.


Mengintropeksi diri baginya merupakan langkah yang luar biasa untuk bisa selalu konsisten dan stabil dalam kebaikan. Karena setiap tindakan yang sudah dilakukan pasti memiliki nilai baik atau buruk. Baik dan buruknya suatu tindakan bisa diketahui jika ia memusatkan pandangan dan pikiran sejenak untuk melihat dan mengintropeksinya, sehingga ia akan bisa menilai baik-buruknya suatu tindakan. Puncaknya ia akan menemukan kesadaran dalam bertingkah laku selanjutnya, yang sudah baik dipertahankan dan ditambah serta yang buruk diganti menjadi baik.


Obat bagi hati yang sakit

Seseorang yang biasa melakukan intropeksi diri akan selamat dari penyakit hati. Hatinya menjadi suci-bersih dan kinclong serta jauh dari kotoran sifat-sifat negatif. Bagaimana tidak? Seseorang yang hatinya terjangkit penyakit, seperti dengki, hasut, sensitif, riya’, kikir dan seterusnya akibat dari kurangnya mengenal dirinya. sehingga maklumlah jika ia mengalami penyakit krisis identitas yang berkelanjutan.


Mengenali diri sendiri atau identitas diri dapat dicapai dengan memedomani salah satu langkah yang dianjurkan dalam islam yaitu koreksi diri. Melihat dan memandang siapa dirinya. Tujuannya hidupnya apa. Dari mana asalnya. Kembali pada siapa. Dan tugasnya apa.


Menyingkap keburukan dan celah diri

Baca Juga :  Hukum Puasa Bagi Pekerja Berat

Disadari atau tidak, seseorang yang melakukan evaluasi diri dalam tindakan yang sudah terejawantahkan dalam hidupnya akan menemukan banyak ketimpanagan dan ketidak sempurnaan dari tindakannya. Ia akan menyingkap keburukan-keburkannya yang akhirnya akan membawa pada suatu kesimpulan bahwa ia tidak boleh tergesa dalam bertindak guna memeperbaikinya.


Abdul Aziz bin Ubay Rawwad mengatakan: “saya tidak masuk dalam sebuah pekejaan, kemudian keluar dan mengoreksinya kecuali saya menemukan bahwa bagian setan didalamnya lebih banyak dari bagian Allah Swt.


Menjaga dari sifat takabur dan tipu muslihat

Kesombongan dan tipu muslihat serigkali ditemukan dalam diri manusia sebagai akibat dari kelalaiannya dalam merenungi dirinya. Seakan-akan hanya dialah manusia yang paling super sehingga dengan kekuatannya ia mudah sekali menipu dan memperdaya orang lain.


Ia tidak sadar bahwa dirinya bukan siapa-siapa dimata Allah SWT. Zat yang maha super. Kesombongannya telah menutup akal dan hatinya untuk melihat Allah Swt. Ia tidak meras bahwa dirinya sangat lemah dan berdaya bibalik kesombongannya sebagaimana sabda Rasul Saw Berikut:


لا يَفْقَهُ الرَّجُلُ كُلَّ الْفِقْهِ حَتَّى يَمْقُتَ النَّاسَ فِي ذَاتِ اللَّهِ , ثُمَّ يَرْجِعَ إِلَى نَفْسِهِ فَيَكُونَ لَهَا أَشَدَّ مَقْتًا


“tidaklah seorang itu berfiqih sebenar-benarnya sebelum mengecam manusia untuk kesucian Dzat Allah Ta’ala dan memandang dirinya. Kemudian ia menghadapkan kepada dirinya sendiri lalu mengecamnya pula secara lebih hebat lagi“. (riwayat Abu Darda’ dalam Ihya’ Ulumuddin karangan al-Ghazzali)


Menjaga dan memanfaatkan waktu

Ketidak pedulian terhadap intropeksi dan perenungan mengakibatkan banyaknya waktu berlalu sia-sia. Ia melewati hidup tanpa memberikan bekas manfaat dan kebaikan. kesadaran bahwa ia telah membunuh kehidupan untuk tidak menabur benih-benih manfaat dan kebaikan juga ikut terbunuh.


Orang arab mengibaratkan waktu adalah pedang sebagai indikasi bahwa manusia harus takut pada waktu agar tidak terhunus dengan ketajamannya. Ia dapat menemukan rasa takut jika ia senantiasi berfikir dan menerung untuk menyelamatkan kehidupannya.


Ibn Asakir mengatakan: “ Abu al-Fath Nasr Bin Ibrahim al-Maqdisi, selalu saja melakukan perenungan dalam setiap waktunya. Ia tidak pernah meninggalkan waktunya berlalu tanpa meninggalkan bekas manfaat dalam kehidupannya.” (Syu’ab al-Iman: 3211).


Bayangkan Jika Islam Tidak Mengatur Hubungan Laki-laki dan Perempuan.

.

Betapa parahnya dunia jika syariah Islam tidak mengatur hubungan laki-laki dengan perempuan. Akan ada manusia yang tidak mau punya keturunan sebab ada sebagian manusia di dunia ini hanya mau enaknya tapi gak mau anaknya. Adapun jika mempunyai keturunan maka akan sulit menentukan bapaknya, sebab ada saja manusia yang melakukan hubungan bebas. Tidak hanya itu, manusia akan kesulitan membagi harta warisan, yang memungkinkan terjadi pertengkaran sesama manusia akibat perebutan harta warisan.

.

Lebih lanjut efeknya, manusia tidak akan mengenali saudaranya seperti saudara kandung, sepupu, keponakan, paman, kakek serta sudara lain yang berhubungan darah. Sebab jalur keturunannya tidak diketahui akibat adannya pergaulan bebas. Sungguh dunia benar-benar kacau, sampai membuat manusia akan seperti kumpulan makhluk--makhluk lain yang tidak berakal.

.

Beruntunglah sang pencipta manusia Allah Subhanahu Wat'ala, memberikan aturan detail pada manusia dalam urusan interaksi laki-laki dengan perempuan. Dengan aturan tersebut tidak lagi terjadi kekecauan jalur keturunan dan pembagian harta warisan jelas. Aturan Allah subhanahu wata'ala tersebut tertuang dalam syariah Islam yang digali  langsung dari Al Quraan dan al hadist. Salah satu syariah Allah Subhanahu wata'ala  untuk menjaga keturunan manusia adalah dengan jalan pernikahan. 

.

Oleh karena itu, penting dipahami bahwa menikah tujuannya bukan hanya untuk kesenangan semata. Tapi bagian dari menjalankan syariah yang tentu bernilai ibadah yaitu dalam rangka melestarikan keturunan manusia di muka bumi. Sehingga  bumi ciptaan Allah ini, benar-benar dihuni oleh makhluk yang mampu melaksanan tugas dan kewajibannya sebagai seorang khalifah. Sebab itulah tugas manusia sebenarnya, sebagaimana firman Allah:

.

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”  (Al Baqarah:30).

.

Ditulis @LaOdeMunafar, penggagas gerakan @IndonesiaTanpaPacaran

.


#IndonesiaTanpaPacaran #GerakanNikahMuda #CalonUmiShalehah #NikahAsik #DakwahKampus #IslamicWedding #Wedding #DakwahAsik #YukNgaji #IndonesiaBertauhid #GerakanRemajaBerhijrah

Bayangkan Jika Islam Tidak Mengatur Hubungan Laki-laki dan Perempuan.


Bayangkan Jika Islam Tidak Mengatur Hubungan Laki-laki dan Perempuan.

.

Betapa parahnya dunia jika syariah Islam tidak mengatur hubungan laki-laki dengan perempuan. Akan ada manusia yang tidak mau punya keturunan sebab ada sebagian manusia di dunia ini hanya mau enaknya tapi gak mau anaknya. Adapun jika mempunyai keturunan maka akan sulit menentukan bapaknya, sebab ada saja manusia yang melakukan hubungan bebas. Tidak hanya itu, manusia akan kesulitan membagi harta warisan, yang memungkinkan terjadi pertengkaran sesama manusia akibat perebutan harta warisan.

.

Lebih lanjut efeknya, manusia tidak akan mengenali saudaranya seperti saudara kandung, sepupu, keponakan, paman, kakek serta sudara lain yang berhubungan darah. Sebab jalur keturunannya tidak diketahui akibat adannya pergaulan bebas. Sungguh dunia benar-benar kacau, sampai membuat manusia akan seperti kumpulan makhluk--makhluk lain yang tidak berakal.

.

Beruntunglah sang pencipta manusia Allah Subhanahu Wat'ala, memberikan aturan detail pada manusia dalam urusan interaksi laki-laki dengan perempuan. Dengan aturan tersebut tidak lagi terjadi kekecauan jalur keturunan dan pembagian harta warisan jelas. Aturan Allah subhanahu wata'ala tersebut tertuang dalam syariah Islam yang digali  langsung dari Al Quraan dan al hadist. Salah satu syariah Allah Subhanahu wata'ala  untuk menjaga keturunan manusia adalah dengan jalan pernikahan. 

.

Oleh karena itu, penting dipahami bahwa menikah tujuannya bukan hanya untuk kesenangan semata. Tapi bagian dari menjalankan syariah yang tentu bernilai ibadah yaitu dalam rangka melestarikan keturunan manusia di muka bumi. Sehingga  bumi ciptaan Allah ini, benar-benar dihuni oleh makhluk yang mampu melaksanan tugas dan kewajibannya sebagai seorang khalifah. Sebab itulah tugas manusia sebenarnya, sebagaimana firman Allah:

.

"Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.”  (Al Baqarah:30).

.

Ditulis @LaOdeMunafar, penggagas gerakan @IndonesiaTanpaPacaran

.


#IndonesiaTanpaPacaran #GerakanNikahMuda #CalonUmiShalehah #NikahAsik #DakwahKampus #IslamicWedding #Wedding #DakwahAsik #YukNgaji #IndonesiaBertauhid #GerakanRemajaBerhijrah



Terkadang rasa malu terhujam dalam dada. Karena ternyata mengamalkan tak semudah mengucapkan.


Lisan yang sering mengingatkan ini, tak jarang juga lalai dengan apa yang disampaikannya sendiri.


Bersikap dan tampil layaknya seorang pendakwah, nyatanya masih banyak juga berbuat salah


Dinilai seperti orang baik, padahal karena kemurahan-Nya lah yang menutupi segala aib.


Inilah curahan hati seorang hamba, dengan segala kelemahan yang ada, masih terus berbenah dan berupaya, mencari kebahagiaan dalam manisnya iman.


Kadang dalam perjalanan, terfikir untuk berhenti dan mundur dari barisan.


Tapi seorang guru mengingatkan; mereka-mereka yang mengambil peran untuk menyerukan kebaikan, dan melalui seruannya banyak orang tercerahkan, akan masuk dalam daftar target utama syaithan.


Digoncang hatinya, dibisiki secara halus, untuk mundur di tengah jalan.


Dibuat merasa tak layak, merasa tak pantas.


Maka, tetaplah berada dalam barisan, dan teruslah berjalan.


Panjang memang tempuhannya, selalu ada saja ujiannya.


Tapi untunglah kita tidak diminta untuk sampai ke ujungnya, hanya saja kita diminta untuk mati diatasnya.


Teringat pesan dari Imam Ibnul Qayyim;

Jalan menuju Allah adalah jalan dimana:


- Adam kelelahan. 

- Nuh mengeluh.

- Ibrahim dilempar ke dalam api. 

- Ismail dibentangkan untuk disembelih.

- Yusuf dijual dengan harga murah dan dipenjara selama beberapa tahun.

- Zakaria digergaji.

- Yahya disembelih.

- Ayub menderita penyakit.

- Daud menangis melebihi kadar semestinya.

- Isa berjalan sendirian. عليهم السﻻم جميعا


Dan..


- Muhammad صلى الله عليه وسلم mendapatkan kefakiran dan berbagai cemoohan.


 

Sementara kita ingin menempuhnya dengan bersantai ria dan bermain-main?


Demi Allah takkan pernah bisa terjadi.


😢

#PerjalananCintaSeorangHamba



*Sonny Abi Kim*

_Co-Founder PPA Institute & Master Trainer PPA_

PERJALANAN CINTA SEORANG HAMBA



Terkadang rasa malu terhujam dalam dada. Karena ternyata mengamalkan tak semudah mengucapkan.


Lisan yang sering mengingatkan ini, tak jarang juga lalai dengan apa yang disampaikannya sendiri.


Bersikap dan tampil layaknya seorang pendakwah, nyatanya masih banyak juga berbuat salah


Dinilai seperti orang baik, padahal karena kemurahan-Nya lah yang menutupi segala aib.


Inilah curahan hati seorang hamba, dengan segala kelemahan yang ada, masih terus berbenah dan berupaya, mencari kebahagiaan dalam manisnya iman.


Kadang dalam perjalanan, terfikir untuk berhenti dan mundur dari barisan.


Tapi seorang guru mengingatkan; mereka-mereka yang mengambil peran untuk menyerukan kebaikan, dan melalui seruannya banyak orang tercerahkan, akan masuk dalam daftar target utama syaithan.


Digoncang hatinya, dibisiki secara halus, untuk mundur di tengah jalan.


Dibuat merasa tak layak, merasa tak pantas.


Maka, tetaplah berada dalam barisan, dan teruslah berjalan.


Panjang memang tempuhannya, selalu ada saja ujiannya.


Tapi untunglah kita tidak diminta untuk sampai ke ujungnya, hanya saja kita diminta untuk mati diatasnya.


Teringat pesan dari Imam Ibnul Qayyim;

Jalan menuju Allah adalah jalan dimana:


- Adam kelelahan. 

- Nuh mengeluh.

- Ibrahim dilempar ke dalam api. 

- Ismail dibentangkan untuk disembelih.

- Yusuf dijual dengan harga murah dan dipenjara selama beberapa tahun.

- Zakaria digergaji.

- Yahya disembelih.

- Ayub menderita penyakit.

- Daud menangis melebihi kadar semestinya.

- Isa berjalan sendirian. عليهم السﻻم جميعا


Dan..


- Muhammad صلى الله عليه وسلم mendapatkan kefakiran dan berbagai cemoohan.


 

Sementara kita ingin menempuhnya dengan bersantai ria dan bermain-main?


Demi Allah takkan pernah bisa terjadi.


😢

#PerjalananCintaSeorangHamba



*Sonny Abi Kim*

_Co-Founder PPA Institute & Master Trainer PPA_

Dunia Barat  tidak hanya menyiapkan tempat khusus  untuk saling berinteraksi bebas antara laki-laki  dan perempuan. Tapi juga waktu-waktu khusus untuk saling berkomunikasi, bersenggolan, sampai aktifitas lebih lainnya . Diantara waktu-waktu khusus tersebut adalah malam tahun baru, malam V-day, serta malam-malam maksiat lainnya.

.

Kebiasaan Barat merayakan tahun baru seperti   berdesak-desakan berkumpul di lapangan, di pantai, di jalan-jalan umum serta tempat umum lainnya.  Sayangnya generasi Islam mengikutinya padahal ini adalah bagian dari iktilath (camput baur) yang dilarang dalam Islam.

.

Bahkan lebih parahnya dalam perayaan tahun baru, sering dirayakan dengan minum khamar, tertawa dan hura-hura. Tidak sedikit terjebak pada perzinahan. 

Padahal sebagai muslim melarang terjebak pada kegiatan sia-sia apalagi maksiat. Nabi shalallahu 'alaihi wassalam bersabda "Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara-perkara yang tidak bermanfaat baginya.” (H.R Tirmidzi, hasan)".

.

Oleh karena itu, sebagai muslim harusnya tidak layak mengikuti perayaan dan budaya-budaya yang tidak sesuai dengan Islam. Islam sudah punya hari raya sendiri (idul fitri dan idul adha) dan dalam konsep interaksi antar laki-laki dengan perempuan mengaturnya agar tidak terjebak-terjebak dalam jalan kehinaan.

.

Ditulis oleh @LaOdeMunafar, penggagas gerakan #IndonesiaTanpaPacaran

.

#IndonesiaTanpaPacaran #GerakanNikahMuda #CalonUmiShalehah #NikahAsik #DakwahKampus #IslamicWedding #Wedding #DakwahAsik #YukNgaji #IndonesiaBertauhid #GerakanRemajaBerhijrah

Jangan Terjebak Dalam Maksiat Tahun Baru

Dunia Barat  tidak hanya menyiapkan tempat khusus  untuk saling berinteraksi bebas antara laki-laki  dan perempuan. Tapi juga waktu-waktu khusus untuk saling berkomunikasi, bersenggolan, sampai aktifitas lebih lainnya . Diantara waktu-waktu khusus tersebut adalah malam tahun baru, malam V-day, serta malam-malam maksiat lainnya.

.

Kebiasaan Barat merayakan tahun baru seperti   berdesak-desakan berkumpul di lapangan, di pantai, di jalan-jalan umum serta tempat umum lainnya.  Sayangnya generasi Islam mengikutinya padahal ini adalah bagian dari iktilath (camput baur) yang dilarang dalam Islam.

.

Bahkan lebih parahnya dalam perayaan tahun baru, sering dirayakan dengan minum khamar, tertawa dan hura-hura. Tidak sedikit terjebak pada perzinahan. 

Padahal sebagai muslim melarang terjebak pada kegiatan sia-sia apalagi maksiat. Nabi shalallahu 'alaihi wassalam bersabda "Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara-perkara yang tidak bermanfaat baginya.” (H.R Tirmidzi, hasan)".

.

Oleh karena itu, sebagai muslim harusnya tidak layak mengikuti perayaan dan budaya-budaya yang tidak sesuai dengan Islam. Islam sudah punya hari raya sendiri (idul fitri dan idul adha) dan dalam konsep interaksi antar laki-laki dengan perempuan mengaturnya agar tidak terjebak-terjebak dalam jalan kehinaan.

.

Ditulis oleh @LaOdeMunafar, penggagas gerakan #IndonesiaTanpaPacaran

.

#IndonesiaTanpaPacaran #GerakanNikahMuda #CalonUmiShalehah #NikahAsik #DakwahKampus #IslamicWedding #Wedding #DakwahAsik #YukNgaji #IndonesiaBertauhid #GerakanRemajaBerhijrah

MUSLIM STUDENT ORGANIZATION TEBING TINGGI PEDULI BENCANA TSUNAMI SELAT SUNDA


Tebing Tinggi,Sumut-

Penggalangan dana untuk korban bencana tsunami selat sunda yang digelar di kota Tebing Tinggi ini diadakan oleh pelajar dari Muslim Student Oraganization Kota Tebing Tinggi

Dengan adanya penggalangan dana ini tentunya diharapkan agar nantinya dana yang terkumpul dapat membantu saudara saudara kita yang terkena bencana tsunami selat sunda.

Antusias warga juga baik untuk membantu dalam penggalangan dana ini. Kegiatan ini diadakan oleh Muslim Student Organization dan didukung Oleh My Sumut Tebing Tinggi,MRI Dan ACT

Semoga dengan diadakannya kegiatan ini dapat membantu saudara saudara kita yang ada di banten dan di lampung.

Info from : Grup MSO TEBING TINGGI

MUSLIM STUDENT ORGANIZATION TEBING TINGGI PEDULI BENCANA TSUNAMI SELAT SUNDA

MUSLIM STUDENT ORGANIZATION TEBING TINGGI PEDULI BENCANA TSUNAMI SELAT SUNDA


Tebing Tinggi,Sumut-

Penggalangan dana untuk korban bencana tsunami selat sunda yang digelar di kota Tebing Tinggi ini diadakan oleh pelajar dari Muslim Student Oraganization Kota Tebing Tinggi

Dengan adanya penggalangan dana ini tentunya diharapkan agar nantinya dana yang terkumpul dapat membantu saudara saudara kita yang terkena bencana tsunami selat sunda.

Antusias warga juga baik untuk membantu dalam penggalangan dana ini. Kegiatan ini diadakan oleh Muslim Student Organization dan didukung Oleh My Sumut Tebing Tinggi,MRI Dan ACT

Semoga dengan diadakannya kegiatan ini dapat membantu saudara saudara kita yang ada di banten dan di lampung.

Info from : Grup MSO TEBING TINGGI


WANITA KEBANYAKAN PENGHUNI NERAKA

[ 15 DOSA DI KEPALA WANITA ]


1. TIDAK BERHIJAB (Tidak Menutup Aurat).

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: ”Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.“ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.”

[QS. Al-Ahzab: 59]


“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” 

[QS. An Nuur: 24]


2. MENYAMBUNG RAMBUT / MEMAKAI KONDE.

Dari Asma’ binti Abi Bakar, ada seorang perempuan yang menghadap Rasulullah ﷺ lalu berkata,


“Telah kunikahkan anak gadisku setelah itu dia sakit sehingga semua rambut kepalanya rontok dan suaminya memintaku segera mempertemukannya dengan anak gadisku, apakah aku boleh menyambung rambut kepalanya. Rasulullah ﷺ lantas melaknat perempuan yang menyambung rambut dan perempuan yang meminta agar rambutnya disambung.”

[HR. Bukhari-Muslim]


3. MEWARNAI / MENYEMIR RAMBUT DENGAN WARNA HITAM.

Rasulullah ﷺ bersabda,

"Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau surga.” 

[HR. Abu Daud]


Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, ”Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah (Ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban). Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” 

[HR. Muslim]


4. MENCABUT UBAN

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.” 

[HR. Abu Daud]


5. MEMAKAI BULU MATA PALSU

Fatwa :

“…Menurut kami, tidak diperbolehkan memasang bulu mata buatan (palsu) pada kedua matanya, karena hal tersebut sama dengan memasang rambut palsu, dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melaknat wanita yang memasang dan yang minta dipasangi rambut palsu. Jika Nabi telah melarang menyambungkan rambut dengan rambut lainnya (memasang rambut palsu) maka memasang bulu mata pun tidak boleh.."


Juga tidak boleh memasang bulu MATA palsu karena alasan bulu mata yang asli tidak lentik atau pendek. Selayaknya seorang wanita muslimah menerima dengan penuh kerelaan sesuatu yang telah ditakdirkan Allah, dan tidak perlu melakukan tipu daya atau merekayasa kecantikan, sehingga tampak kepada sesuatu yang tidak dimilikinya, seperti memiliki pakaian yang tidak patut dipakai oleh seorang wanita muslimah…”


6. BERTABARRUJ.

Allah Azza Wa Jalla berfirman, yang artinya:


"Dan janganlah kalian (para wanita) bertabarruj (keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu.”

[QS. Al-Ahzaab : 33]


7. MERENGGANGKAN / MENGIKIR GIGI.

Dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, Rasulullah ﷺ melarang orang mencukur alis, mengkikir gigi, menyambung rambut, dan mentato, kecuali karena penyakit."

[HR. Ahmad]


Dari ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

“Semoga Allah melaknat orang yang mentato, yang minta ditato, yang mencabut alis, yang minta dikerok alis, yang merenggangkan gigi, untuk memperindah penampilan, yang mengubah ciptaan Allah."

[HR. Bukhari]


8. MEMBUAT TATO (Lihat point ke-7)


9. MEMAKAI JILBAB GAUL / TIDAK MEMENUHI SYARAT HIJAB.

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya, yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor-ekor sapi betina yang mereka pakai untuk mencambuk manusia; wanita-wanita yang berpakaian (namun) telanjang, yang kalau berjalan berlenggak-lenggok, menggoyang-goyangkan kepalanya lagi durhaka (tidak ta’at), kepalanya seperti punuk-punuk unta yang meliuk-liuk. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak dapat mencium bau wanginya, padahal bau wanginya itu sudah tercium dari jarak sekian dan sekian (jauh sekali).” 

[HR. Muslim-Ahmad]


10. MEMAKAI RAMBUT PALSU

“Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan minta disambungkan rambutnya.”

[HR. Bukhari-Muslim]


11. MENCUKUR RAMBUT MENYERUPAI LAKI-LAKI ATAU WANITA KAFIR.

A. 👉 Potongan yang menyerupai potongan laki-laki maka hukumnya haram dan dosa besar, sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kaum wanita yang menyerupai kaum pria. Sebagaimana disebutkan dalam hadist, dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, bahwa beliau mengatakan:


“Rasulullah ﷺ melaknat kaum lelaki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai lelaki.” 

[HR. Bukhari]


B. 👉 Potongan yang menyerupai potongan khas wanita kafir, maka hukumnya juga haram, karena tidak boleh menyerupai orang-orang kafir. Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ibn Umar radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi ﷺ bersabda:

“Siapa yang meniru-niru (kebiasaan) suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut.”

[HR. Abu Daud]


12. MENCUKUR / MENCABUT BULU ALIS. (Lihat point ke-7)


13. MEMAKAI LENSA KONTAK BERWARNA UNTUK TABARRUJ.


Syaikh Muhammad shalih Al-Munajjid hafidzahullah berkata:

“Lensa kontak berwarna untuk perhiasan (untuk bergaya). Maka hukumnya sama dengan perhiasan, jika digunakan untuk berhias bagi suaminya maka tidak mengapa." Jika digunakan untuk yang lain maka hendaknya tidak menimbulkan fitnah. Dipersyaratkan juga tidak menimbulkan bahaya (misalnya iritasi dan alergi pada mata) atau menimbulkan unsur penipuan dan kebohongan misalnya menampakkan pada laki-laki yang akan melamar. Dan juga tidak ada unsur menyia-nyiakan harta (israaf) karena Allah melarangnya.”


14. OPERASI PLASTIK UNTUK KECANTIKAN.

Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya, “Bagaimana hukum melaksanakan operasi kecantikan dan hukum mempelajari ilmu kecantikan?”

Jawaban beliau, ”Operasi kecantikan (plastik) ini ada dua macam.


Pertama, operasi kecantikan untuk menghilangkan cacat yang karena kecelakaan atau yang lainnya. Operasi seperti ini boleh dilakukan, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan izin kepada seorang lelaki yang terpotong hidungnya dalam peperangan untu k membuat hidung palsu dari emas.


Kedua, operasi yang dilakukan bukan untuk menghilangkan cacat, namun hanya untuk menambah kecantikan (supaya bertambah cantik). Operasi ini hukumnya haram, tidak boleh dilakukan, karena dalam sebuah hadis (disebutkan) :


"Rasulullah ﷺ melaknat orang yang menyambung rambut, orang yang minta disambung rambutnya, orang yang membuat tato, dan orang yang minta dibuatkan tato."

[HR. Bukhari]


15. MEMAKAI KAWAT GIGI UNTUK KECANTIKAN/ TABARRUJ.

Syaikh Ibnu Utsaimin pernah ditanya, “Apa hukumnya memperbaiki gigi?” Syaikh menjawab, “Memperbaiki gigi ini dibagi menjadi dua kategori:


Pertama, jika tujuannya supaya bertambah cantik atu indah, maka ini hukumnya haram. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menata giginya agar terlihat lebih indah yang merubah ciptaan Allah. Padahal seorang wanita membutuhkan hal yang demikian untuk estetika (keindahan), dengan demikian seorang laki-laki lebih layak dilarang daripada wanita.


Kedua, jika seseorang memperbaikinya karena ada cacat, tidak mengapa ia melakukannya. Sebagian orang ada suatu cacat pada giginya, mungkin pada gigi serinya atau gigi yang lain. Cacat tersebut membuat orang merasa jijik untuk melihatnya. Keadaan yang demikian ini dimaklumi untuk membenarkannya. Hal ini dikategorikan sebagai menghilangkan aib atau cacat bukan termasuk menambah kecantikan. Dasar argumentasinya (dalil), Nabi ﷺ memerintahkan seorang laki-laki yang hidungnya terpotong agar menggantinya dengan hidung palsu dari emas, yang demikian ini termasuk menghilangkan cacat bukan dimaksudkan untuk mempercantik diri.”


والله أعلمُ بالـصـواب

#AyatAyatMuYaAllah

WANITA KEBANYAKAN PENGHUNI NERAKA


WANITA KEBANYAKAN PENGHUNI NERAKA

[ 15 DOSA DI KEPALA WANITA ]


1. TIDAK BERHIJAB (Tidak Menutup Aurat).

“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: ”Hendaklah mereka menjulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.“ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.”

[QS. Al-Ahzab: 59]


“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya.” 

[QS. An Nuur: 24]


2. MENYAMBUNG RAMBUT / MEMAKAI KONDE.

Dari Asma’ binti Abi Bakar, ada seorang perempuan yang menghadap Rasulullah ﷺ lalu berkata,


“Telah kunikahkan anak gadisku setelah itu dia sakit sehingga semua rambut kepalanya rontok dan suaminya memintaku segera mempertemukannya dengan anak gadisku, apakah aku boleh menyambung rambut kepalanya. Rasulullah ﷺ lantas melaknat perempuan yang menyambung rambut dan perempuan yang meminta agar rambutnya disambung.”

[HR. Bukhari-Muslim]


3. MEWARNAI / MENYEMIR RAMBUT DENGAN WARNA HITAM.

Rasulullah ﷺ bersabda,

"Pada akhir zaman nanti akan muncul suatu kaum yang bersemir dengan warna hitam seperti tembolok merpati. Mereka itu tidak akan mencium bau surga.” 

[HR. Abu Daud]


Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, ”Pada hari penaklukan Makkah, Abu Quhafah (Ayah Abu Bakar) datang dalam keadaan kepala dan jenggotnya telah memutih (seperti kapas, artinya beliau telah beruban). Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ubahlah uban ini dengan sesuatu, tetapi hindarilah warna hitam.” 

[HR. Muslim]


4. MENCABUT UBAN

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Janganlah mencabut uban. Tidaklah seorang muslim yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, melainkan uban tersebut akan menjadi cahaya baginya pada hari kiamat nanti.” 

[HR. Abu Daud]


5. MEMAKAI BULU MATA PALSU

Fatwa :

“…Menurut kami, tidak diperbolehkan memasang bulu mata buatan (palsu) pada kedua matanya, karena hal tersebut sama dengan memasang rambut palsu, dan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melaknat wanita yang memasang dan yang minta dipasangi rambut palsu. Jika Nabi telah melarang menyambungkan rambut dengan rambut lainnya (memasang rambut palsu) maka memasang bulu mata pun tidak boleh.."


Juga tidak boleh memasang bulu MATA palsu karena alasan bulu mata yang asli tidak lentik atau pendek. Selayaknya seorang wanita muslimah menerima dengan penuh kerelaan sesuatu yang telah ditakdirkan Allah, dan tidak perlu melakukan tipu daya atau merekayasa kecantikan, sehingga tampak kepada sesuatu yang tidak dimilikinya, seperti memiliki pakaian yang tidak patut dipakai oleh seorang wanita muslimah…”


6. BERTABARRUJ.

Allah Azza Wa Jalla berfirman, yang artinya:


"Dan janganlah kalian (para wanita) bertabarruj (keluar rumah dengan berhias dan bertingkah laku) seperti (kebiasaan) wanita-wanita Jahiliyah yang dahulu.”

[QS. Al-Ahzaab : 33]


7. MERENGGANGKAN / MENGIKIR GIGI.

Dari Ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan, Rasulullah ﷺ melarang orang mencukur alis, mengkikir gigi, menyambung rambut, dan mentato, kecuali karena penyakit."

[HR. Ahmad]


Dari ibn Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengatakan,

“Semoga Allah melaknat orang yang mentato, yang minta ditato, yang mencabut alis, yang minta dikerok alis, yang merenggangkan gigi, untuk memperindah penampilan, yang mengubah ciptaan Allah."

[HR. Bukhari]


8. MEMBUAT TATO (Lihat point ke-7)


9. MEMAKAI JILBAB GAUL / TIDAK MEMENUHI SYARAT HIJAB.

Rasulullah ﷺ bersabda,

“Ada dua golongan penghuni Neraka yang belum pernah aku lihat sebelumnya, yaitu suatu kaum yang membawa cambuk seperti ekor-ekor sapi betina yang mereka pakai untuk mencambuk manusia; wanita-wanita yang berpakaian (namun) telanjang, yang kalau berjalan berlenggak-lenggok, menggoyang-goyangkan kepalanya lagi durhaka (tidak ta’at), kepalanya seperti punuk-punuk unta yang meliuk-liuk. Mereka tidak akan masuk Surga dan tidak dapat mencium bau wanginya, padahal bau wanginya itu sudah tercium dari jarak sekian dan sekian (jauh sekali).” 

[HR. Muslim-Ahmad]


10. MEMAKAI RAMBUT PALSU

“Allah melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan minta disambungkan rambutnya.”

[HR. Bukhari-Muslim]


11. MENCUKUR RAMBUT MENYERUPAI LAKI-LAKI ATAU WANITA KAFIR.

A. 👉 Potongan yang menyerupai potongan laki-laki maka hukumnya haram dan dosa besar, sebab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang kaum wanita yang menyerupai kaum pria. Sebagaimana disebutkan dalam hadist, dari Ibn Abbas radliallahu ‘anhuma, bahwa beliau mengatakan:


“Rasulullah ﷺ melaknat kaum lelaki yang menyerupai wanita dan para wanita yang menyerupai lelaki.” 

[HR. Bukhari]


B. 👉 Potongan yang menyerupai potongan khas wanita kafir, maka hukumnya juga haram, karena tidak boleh menyerupai orang-orang kafir. Sebagaimana disebutkan dalam hadis dari Ibn Umar radliallahu ‘anhuma bahwa Nabi ﷺ bersabda:

“Siapa yang meniru-niru (kebiasaan) suatu kaum maka dia termasuk kaum tersebut.”

[HR. Abu Daud]


12. MENCUKUR / MENCABUT BULU ALIS. (Lihat point ke-7)


13. MEMAKAI LENSA KONTAK BERWARNA UNTUK TABARRUJ.


Syaikh Muhammad shalih Al-Munajjid hafidzahullah berkata:

“Lensa kontak berwarna untuk perhiasan (untuk bergaya). Maka hukumnya sama dengan perhiasan, jika digunakan untuk berhias bagi suaminya maka tidak mengapa." Jika digunakan untuk yang lain maka hendaknya tidak menimbulkan fitnah. Dipersyaratkan juga tidak menimbulkan bahaya (misalnya iritasi dan alergi pada mata) atau menimbulkan unsur penipuan dan kebohongan misalnya menampakkan pada laki-laki yang akan melamar. Dan juga tidak ada unsur menyia-nyiakan harta (israaf) karena Allah melarangnya.”


14. OPERASI PLASTIK UNTUK KECANTIKAN.

Syekh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya, “Bagaimana hukum melaksanakan operasi kecantikan dan hukum mempelajari ilmu kecantikan?”

Jawaban beliau, ”Operasi kecantikan (plastik) ini ada dua macam.


Pertama, operasi kecantikan untuk menghilangkan cacat yang karena kecelakaan atau yang lainnya. Operasi seperti ini boleh dilakukan, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah memberikan izin kepada seorang lelaki yang terpotong hidungnya dalam peperangan untu k membuat hidung palsu dari emas.


Kedua, operasi yang dilakukan bukan untuk menghilangkan cacat, namun hanya untuk menambah kecantikan (supaya bertambah cantik). Operasi ini hukumnya haram, tidak boleh dilakukan, karena dalam sebuah hadis (disebutkan) :


"Rasulullah ﷺ melaknat orang yang menyambung rambut, orang yang minta disambung rambutnya, orang yang membuat tato, dan orang yang minta dibuatkan tato."

[HR. Bukhari]


15. MEMAKAI KAWAT GIGI UNTUK KECANTIKAN/ TABARRUJ.

Syaikh Ibnu Utsaimin pernah ditanya, “Apa hukumnya memperbaiki gigi?” Syaikh menjawab, “Memperbaiki gigi ini dibagi menjadi dua kategori:


Pertama, jika tujuannya supaya bertambah cantik atu indah, maka ini hukumnya haram. Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menata giginya agar terlihat lebih indah yang merubah ciptaan Allah. Padahal seorang wanita membutuhkan hal yang demikian untuk estetika (keindahan), dengan demikian seorang laki-laki lebih layak dilarang daripada wanita.


Kedua, jika seseorang memperbaikinya karena ada cacat, tidak mengapa ia melakukannya. Sebagian orang ada suatu cacat pada giginya, mungkin pada gigi serinya atau gigi yang lain. Cacat tersebut membuat orang merasa jijik untuk melihatnya. Keadaan yang demikian ini dimaklumi untuk membenarkannya. Hal ini dikategorikan sebagai menghilangkan aib atau cacat bukan termasuk menambah kecantikan. Dasar argumentasinya (dalil), Nabi ﷺ memerintahkan seorang laki-laki yang hidungnya terpotong agar menggantinya dengan hidung palsu dari emas, yang demikian ini termasuk menghilangkan cacat bukan dimaksudkan untuk mempercantik diri.”


والله أعلمُ بالـصـواب

#AyatAyatMuYaAllah

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

Kalender 2019

Kalender 2019
Perfect World Online Spear Thingy

Masehi HijriyahPerhitungan pada sistem konversi Masehi – Hijriah ini memungkinkan terjadi selisih H-1 atau H+1 dari tanggal seharusnya untuk tanggal Hijriyah

SELAMAT BERGABUNG DI MUSLIM CENTER SMKN 2 TEBING TINGGI.AYO SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA UNTUK MENGAJI, DIJAMIN LANGSUNG LANCAR MEMBACA AL QUR'AN AYO BACA CERITA MENARIK HANYA DI BLOG INI SETIAP HARI KAMIS DAN SABTU PUKUL 19.00 WIB .
Islam Ornamental Art 2
SELAMAT DATANG DI BLOG MUSLIM CENTER. SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT UNTUK ANDA DAN DAPATKAN SELURUH INFORMASI DISINI
AYO LIKE AND SUBSCRIBE DAKWAH STOP MOTION,TAQWA MEDIA DAN MUSLIM CENTER SMK 2 DI YOUTUBE KESAYANGAN ANDA.

back to top