SELAMAT BERGABUNG DI MUSLIM CENTER. KAMI AKAN MENYEDIAKAN BERITA DAN KONTEN ISLAMI TERUPDATE SETIAP MINGGUNYA
Post Yang Belum Di Upload

Assalamualaikum waraatullahi wabarakatuh


Haii sobat my inspiration.  Mimin mau ngingatin sobat nie. Tentang acara bergengsi kita yang tingga 6 hari lagi. Waw... Ngga terasa sudah H-6. Sobat MY INSPIRATION sudah pada beli tiket belum?. Karena peserta kita sangat terbatas sekali. Jadi jangan sampai kehabisan tiketnya loh. .

.

Untuk yang masih sekolah bisa beli tiket di agen tiket sekolahnya masing-masing. Bisa juga beli ke mimim. Dan yang umum juga bisa beli ke mimin. Dan ingat jangan sampai kehabisan dan beli on the spot. Karena beli tiket on the spot harganya akan naik juga loh. .

.

Dari acara ini yang kalian dapatkan

* Info seputar beasiswa dalam dan luar negeri

* makan siang

* Sertifikat (nah sertifikat ini sangat berguna sekali ketika kalian ingin apply beasiswa) * Coach selama 3 bulan dari para peraih beasiswa dalam dan luar negeri. 

#MYInspirasi #lingkarinspirasi #beasiswa #scholarships

SEMINAR MY INSPIRATION

Assalamualaikum waraatullahi wabarakatuh


Haii sobat my inspiration.  Mimin mau ngingatin sobat nie. Tentang acara bergengsi kita yang tingga 6 hari lagi. Waw... Ngga terasa sudah H-6. Sobat MY INSPIRATION sudah pada beli tiket belum?. Karena peserta kita sangat terbatas sekali. Jadi jangan sampai kehabisan tiketnya loh. .

.

Untuk yang masih sekolah bisa beli tiket di agen tiket sekolahnya masing-masing. Bisa juga beli ke mimim. Dan yang umum juga bisa beli ke mimin. Dan ingat jangan sampai kehabisan dan beli on the spot. Karena beli tiket on the spot harganya akan naik juga loh. .

.

Dari acara ini yang kalian dapatkan

* Info seputar beasiswa dalam dan luar negeri

* makan siang

* Sertifikat (nah sertifikat ini sangat berguna sekali ketika kalian ingin apply beasiswa) * Coach selama 3 bulan dari para peraih beasiswa dalam dan luar negeri. 

#MYInspirasi #lingkarinspirasi #beasiswa #scholarships

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu

.

.

Seminar beasiswa paling bergengsi Se Tebing Tinggi sudah tinggal beberapa hari lagi. Pastikan sobat semua sudah punya tiket masuknya. Jangan sampai kehabisan. Karena tempat sangat terbatas.

.

.

Pengisinya keren banget loh. Lulusan S2 Australia dan S3 Inggris. Mau tau gimana beliau mendapatkan beasiswa serta tips dan trik agar lulus saat apply beasiswa S1, S2 dan S3. Pastikan ikut acara seminar ini.

.

.

Atau bisa langsung contact mimin melalui DM atau messenger. Atau bisa juga kontak ke nomer +62 822-7576-1880.


#MYSumutTebingTinggi 

#MYInspirasi 

#LingkarInspirasi 

#scholarship 

#pemburubeasiswa

#scholarshiphuntur

ROADSHOW SCHOLARSHIP

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu

.

.

Seminar beasiswa paling bergengsi Se Tebing Tinggi sudah tinggal beberapa hari lagi. Pastikan sobat semua sudah punya tiket masuknya. Jangan sampai kehabisan. Karena tempat sangat terbatas.

.

.

Pengisinya keren banget loh. Lulusan S2 Australia dan S3 Inggris. Mau tau gimana beliau mendapatkan beasiswa serta tips dan trik agar lulus saat apply beasiswa S1, S2 dan S3. Pastikan ikut acara seminar ini.

.

.

Atau bisa langsung contact mimin melalui DM atau messenger. Atau bisa juga kontak ke nomer +62 822-7576-1880.


#MYSumutTebingTinggi 

#MYInspirasi 

#LingkarInspirasi 

#scholarship 

#pemburubeasiswa

#scholarshiphuntur

Hikmah Pagi: Berupaya Khusyuk Dalam Shalat

0
704

BincangSyariah.Com – Banyaknya pertanyaan yang masuk baik melalui kajian atau medsos, sehingga kiranya perlu ditulis kiat-kiat berupaya untuk khusyuk dalam shalat, walau ini sangat berat dan merupakan amalan hati. Paling tidak dengan kiat-kiat ini shalat kita bisa menjadi lebih baik.

Jika kita termasuk dari golongan orang-orang yang khusyuk dalam sholat, maka hal itu patut untuk disyukuri karena hal ini adalah nikmat yang sangat luar biasa. Tapi apabila belum khusyuk disebagian sholat kita, maka mari kita berdoa dan berupaya agar mendapatkan nikmat kekhusyuan bersama dengan Allah. Diantara kiat-kiat itu adalah,

  • Jadikan zikir kepada Allah sebagai bagian dari hidup kita setiap hari walau hanya membaca tasbih (Subhanallah), sehingga ketika kita sholat kita dalam keaadaan berdzikir kepadaNya, dan ketika kita keluar dari sholat kita dalam berdzikir kepada-Nya.
  • Berupaya untuk bersegera pergi ke masjid ketika mendengar azan berkumandang, bacalah al-Quran sebelum masuk sholat, berdzikir, dan beristighfar, karena istighfar itu dapat menyebabkan khusyuk dalam sholat.
  • Jika kita berwudu, mari berdoa kepada Allah agar Allah mensucikan diri dan tingkah laku kita dari kotoran kehidupan, seperti mensucikan jasad ini, sehingga kita menghadap Allah dalam kondisi bersih.
  • Jika kita masuk masjid, tinggalkan sejenak di dunia. Ketika kita masuk pintu, jangan ikutkan dunia bersama diri kita masuk masjid (tinggalkan semua aktifitas yang mengganggu aktifitas shalat). Berfikirlah akan pertemuan dengan Allah, maka kita sekarang sedang menghadap Allah.
  • Sholat tahiyyatul masjid, kemudian dua rakaat sholat sunah sebelum sholat wajib. Siapkan diri kita untuk ikut sholat berjama’ah.
  • Jika Imam berkata: “luruskan shaf”, maka ingatlah kita berdiri di shaf pertama berhadapan langsung dengan Allah, dan katakanlah, Ya Allah baguskanlah keberadaan kami di hadapan-Mu.
  • Jika mengucapkan takbir, angkatlah kedua tangan kita, buanglah semua keresahan dunia untuk berberapa menit saja.
  • Berkhayallah kalau sholat ini adalah sholat yang terakhir kita lakukan di dunia ini.
  • Jika kita ruku’ maka sempurnakanlah rukuknya. Dan jika kita sujud, ketahuilah engkau sekarang sangat dekat kepada Allah, maka gunakan kesempatan ini untuk berdoa kepada-Nya.
  • Berusahalah memahami setiap apa yang kita baca ketika shalat. (Lihat: Sahirul Layali Fi Riyadlil Jannah, h. 178-179 dan sebagian ditambahkan penafsiran para ulama’).

Goresan ini hanya sekedar kiat-kiat saja, kesempurnaan adalah milik Allah. Dan boleh jadi diantara para pembaca ada yang shalatnya sangat khusyu’ dan sangat tenang, karena ketenangan dan kekhusyu’an sangat mahal.

Semoga Allah menjaga kita dan menjadikan kita bagian orang-orang yang beruntung mendapatkan kekhusyu’an dalam shalat Aamien Allahumma Aamien. Al-Faqir Ila Allah, ZA.

Hikmah Pagi

Hikmah Pagi: Berupaya Khusyuk Dalam Shalat

0
704

BincangSyariah.Com – Banyaknya pertanyaan yang masuk baik melalui kajian atau medsos, sehingga kiranya perlu ditulis kiat-kiat berupaya untuk khusyuk dalam shalat, walau ini sangat berat dan merupakan amalan hati. Paling tidak dengan kiat-kiat ini shalat kita bisa menjadi lebih baik.

Jika kita termasuk dari golongan orang-orang yang khusyuk dalam sholat, maka hal itu patut untuk disyukuri karena hal ini adalah nikmat yang sangat luar biasa. Tapi apabila belum khusyuk disebagian sholat kita, maka mari kita berdoa dan berupaya agar mendapatkan nikmat kekhusyuan bersama dengan Allah. Diantara kiat-kiat itu adalah,

  • Jadikan zikir kepada Allah sebagai bagian dari hidup kita setiap hari walau hanya membaca tasbih (Subhanallah), sehingga ketika kita sholat kita dalam keaadaan berdzikir kepadaNya, dan ketika kita keluar dari sholat kita dalam berdzikir kepada-Nya.
  • Berupaya untuk bersegera pergi ke masjid ketika mendengar azan berkumandang, bacalah al-Quran sebelum masuk sholat, berdzikir, dan beristighfar, karena istighfar itu dapat menyebabkan khusyuk dalam sholat.
  • Jika kita berwudu, mari berdoa kepada Allah agar Allah mensucikan diri dan tingkah laku kita dari kotoran kehidupan, seperti mensucikan jasad ini, sehingga kita menghadap Allah dalam kondisi bersih.
  • Jika kita masuk masjid, tinggalkan sejenak di dunia. Ketika kita masuk pintu, jangan ikutkan dunia bersama diri kita masuk masjid (tinggalkan semua aktifitas yang mengganggu aktifitas shalat). Berfikirlah akan pertemuan dengan Allah, maka kita sekarang sedang menghadap Allah.
  • Sholat tahiyyatul masjid, kemudian dua rakaat sholat sunah sebelum sholat wajib. Siapkan diri kita untuk ikut sholat berjama’ah.
  • Jika Imam berkata: “luruskan shaf”, maka ingatlah kita berdiri di shaf pertama berhadapan langsung dengan Allah, dan katakanlah, Ya Allah baguskanlah keberadaan kami di hadapan-Mu.
  • Jika mengucapkan takbir, angkatlah kedua tangan kita, buanglah semua keresahan dunia untuk berberapa menit saja.
  • Berkhayallah kalau sholat ini adalah sholat yang terakhir kita lakukan di dunia ini.
  • Jika kita ruku’ maka sempurnakanlah rukuknya. Dan jika kita sujud, ketahuilah engkau sekarang sangat dekat kepada Allah, maka gunakan kesempatan ini untuk berdoa kepada-Nya.
  • Berusahalah memahami setiap apa yang kita baca ketika shalat. (Lihat: Sahirul Layali Fi Riyadlil Jannah, h. 178-179 dan sebagian ditambahkan penafsiran para ulama’).

Goresan ini hanya sekedar kiat-kiat saja, kesempurnaan adalah milik Allah. Dan boleh jadi diantara para pembaca ada yang shalatnya sangat khusyu’ dan sangat tenang, karena ketenangan dan kekhusyu’an sangat mahal.

Semoga Allah menjaga kita dan menjadikan kita bagian orang-orang yang beruntung mendapatkan kekhusyu’an dalam shalat Aamien Allahumma Aamien. Al-Faqir Ila Allah, ZA.

"KISAH WANITA TARIM DI YAMAN YANG RELIGIUS"


Tahukah Wanita Tarim ?

Wanita tarim sudah terbiasa sejak kecil dibesarkan dlm lingkungan beragama. Hidupnya dipenuhi hadir di majlis ilmu. Sedari kecil mereka dididik utk membaca al-Qur’an oleh orangtua mereka. Terdidik dgn akhlak yg mulia & terjaga pergaulannya.


Terjaga pula aurat mereka. Bagi mereka setelah mencapai umur baligh, tempat mereka adalah di dalam rumah. 


Mereka tidak pernah melihat lelaki asing selain daripada saudara2 lelaki dan ayah saudara mereka saja. Mereka dibesarkan dgn tidak mengenal musik & tidak kenal wajah orang fasiq. 


Perbicangan mereka hanya seputar majlis2 ilmu, Al-Qur’an, adab, akhlak, dsb. Begitulah keadaan mereka dibesarkan.


Apabila tiba saat yg sesuai utk menikah, maka mereka dinikahkan pada pasangan yg sesuai. Pilihan keluarga, tanpa ada bantahan. 


Tanpa ada cinta atau ‘dating’ sebelumnya. Kebiasaannya mereka menikah usia masih muda, sekitar belasan tahun. 


Begitulah keadaan mereka, cukup terpelihara dan terjaga. Wanita Tarim juga tidak pernah menyusahkan suami mereka. Begitu juga dengan para suaminya, tidak menyusahkan isteri mereka. 


Bila ada keperluan membeli barang seperti beras susu, dsb kehabisan. Mereka tidak langsung memberitahu suami karena takut mungkin si suami tidak mempunyai uang atau sedang sibuk, maka apa yg mereka lakukan adalah dgn meletakkan bungkusan2 kosong pada tempat yg mudah dilihat oleh suaminya.


Begitu juga para suami, seluruh hajat & keperluan dapur seperti sayur dsb, suami yang belikan. 


Keadaan ini tidak pula menghalang para isteri utk keluar membeli ke pasar seperti membeli baju atau barang keperluan wanita, namun urusan dapur seperti membeli sayur, beras dan lain-lainnya itu merupakan tugas suami atau pembantu.


Si isteri selalu menghias & menjadikan kamar tidur harum wangi. Bila suaminya pulang, kamar sudah rapih, indah dan harum. 


Pakaian suami sudah pasti wangi, kamar mandi juga wangi & semuanya dikemas serapi mungkin. Karena wangi-wangian itu mampu membangkitkan suasana yg tenang & romantis serta menambahkan kasih sayang.


Si isteri juga tdk pernah mengangkat & meninggikan suara pd suami. Mereka tidak pernah marah & memperlihatkan rasa cemburu. Bila mereka merasa kesal, mereka akan menangis & mengadu pada suaminya dgn nada yg lirih. Itulah marah mereka.


Keadaannya sama juga dgn para suami. Mereka tdk pernah marah pd isteri, apalagi mencaci & menghina. Bila suami merasa sangat kesal atas sesuatu perkara, mereka akan menulis sepucuk surat kepada isteri & kemudian mereka akan pergi atau tidur. 


Kemudian nanti isteri akan menjawab surat dr suami tadi, seterusnya suami pula akan menjawab surat dr isteri sampai akhirnya mereka berdua akan saling memaafkan.


Mungkin akan sulit didapati di jaman sekarang, kehidupan yg menjalankan sesuai tuntunan Rasulullah Muhammad صلى الله عليه وآله وسلم 

Tapi sangat mudah ditemukan di kota Tarim.


Di Tarim akan sulit ditemukan kaum perempuan yg memperlihatkan wajahnya di khalayak ramai tatkala mereka bekerja di ladang / mengembala kambing dibukit. Meski jauh dr pandangan kaum lelaki, mereka tetap menutup rapih tubuhnya & berniqab/berpurdah hitam. 


Mereka dapat bertahan walaupun di dalam keadaan panas teriknya matahari di negeri Tarim/Hadhramaut yg terkenal dgn panasnya. 


Begitulah perempuan di Tarim. Kepanasan api neraka lebih di takutkannya daripada panasnya matahari di bumi.


Dan kaum perempuan di Tarim hanya keluar jika ada keperluan saja. Kalau ke pasar / ke kedai selalu ditemani mahram yg akan menemaninya / mereka keluar secara bergerombolan.


Sungguh terpeliharalah mereka dr sembarang fitnah.

Semoga ada sedikit manfaat yg bisa kita ambil dr cerita diatas.


Sumber ;  HALAMAN ISLAM.

KISAH WANITA TARIM DI YAMAN YANG RELIGIUS

"KISAH WANITA TARIM DI YAMAN YANG RELIGIUS"


Tahukah Wanita Tarim ?

Wanita tarim sudah terbiasa sejak kecil dibesarkan dlm lingkungan beragama. Hidupnya dipenuhi hadir di majlis ilmu. Sedari kecil mereka dididik utk membaca al-Qur’an oleh orangtua mereka. Terdidik dgn akhlak yg mulia & terjaga pergaulannya.


Terjaga pula aurat mereka. Bagi mereka setelah mencapai umur baligh, tempat mereka adalah di dalam rumah. 


Mereka tidak pernah melihat lelaki asing selain daripada saudara2 lelaki dan ayah saudara mereka saja. Mereka dibesarkan dgn tidak mengenal musik & tidak kenal wajah orang fasiq. 


Perbicangan mereka hanya seputar majlis2 ilmu, Al-Qur’an, adab, akhlak, dsb. Begitulah keadaan mereka dibesarkan.


Apabila tiba saat yg sesuai utk menikah, maka mereka dinikahkan pada pasangan yg sesuai. Pilihan keluarga, tanpa ada bantahan. 


Tanpa ada cinta atau ‘dating’ sebelumnya. Kebiasaannya mereka menikah usia masih muda, sekitar belasan tahun. 


Begitulah keadaan mereka, cukup terpelihara dan terjaga. Wanita Tarim juga tidak pernah menyusahkan suami mereka. Begitu juga dengan para suaminya, tidak menyusahkan isteri mereka. 


Bila ada keperluan membeli barang seperti beras susu, dsb kehabisan. Mereka tidak langsung memberitahu suami karena takut mungkin si suami tidak mempunyai uang atau sedang sibuk, maka apa yg mereka lakukan adalah dgn meletakkan bungkusan2 kosong pada tempat yg mudah dilihat oleh suaminya.


Begitu juga para suami, seluruh hajat & keperluan dapur seperti sayur dsb, suami yang belikan. 


Keadaan ini tidak pula menghalang para isteri utk keluar membeli ke pasar seperti membeli baju atau barang keperluan wanita, namun urusan dapur seperti membeli sayur, beras dan lain-lainnya itu merupakan tugas suami atau pembantu.


Si isteri selalu menghias & menjadikan kamar tidur harum wangi. Bila suaminya pulang, kamar sudah rapih, indah dan harum. 


Pakaian suami sudah pasti wangi, kamar mandi juga wangi & semuanya dikemas serapi mungkin. Karena wangi-wangian itu mampu membangkitkan suasana yg tenang & romantis serta menambahkan kasih sayang.


Si isteri juga tdk pernah mengangkat & meninggikan suara pd suami. Mereka tidak pernah marah & memperlihatkan rasa cemburu. Bila mereka merasa kesal, mereka akan menangis & mengadu pada suaminya dgn nada yg lirih. Itulah marah mereka.


Keadaannya sama juga dgn para suami. Mereka tdk pernah marah pd isteri, apalagi mencaci & menghina. Bila suami merasa sangat kesal atas sesuatu perkara, mereka akan menulis sepucuk surat kepada isteri & kemudian mereka akan pergi atau tidur. 


Kemudian nanti isteri akan menjawab surat dr suami tadi, seterusnya suami pula akan menjawab surat dr isteri sampai akhirnya mereka berdua akan saling memaafkan.


Mungkin akan sulit didapati di jaman sekarang, kehidupan yg menjalankan sesuai tuntunan Rasulullah Muhammad صلى الله عليه وآله وسلم 

Tapi sangat mudah ditemukan di kota Tarim.


Di Tarim akan sulit ditemukan kaum perempuan yg memperlihatkan wajahnya di khalayak ramai tatkala mereka bekerja di ladang / mengembala kambing dibukit. Meski jauh dr pandangan kaum lelaki, mereka tetap menutup rapih tubuhnya & berniqab/berpurdah hitam. 


Mereka dapat bertahan walaupun di dalam keadaan panas teriknya matahari di negeri Tarim/Hadhramaut yg terkenal dgn panasnya. 


Begitulah perempuan di Tarim. Kepanasan api neraka lebih di takutkannya daripada panasnya matahari di bumi.


Dan kaum perempuan di Tarim hanya keluar jika ada keperluan saja. Kalau ke pasar / ke kedai selalu ditemani mahram yg akan menemaninya / mereka keluar secara bergerombolan.


Sungguh terpeliharalah mereka dr sembarang fitnah.

Semoga ada sedikit manfaat yg bisa kita ambil dr cerita diatas.


Sumber ;  HALAMAN ISLAM.

✍ 10 Kiat Wafat Husnul Khatimah📚


💧(1). Benarnya aqidah dan ibadah, istiqamah di atas keikhlasan (tidak berbuat syirik) dan mengikuti syariat yang telah Nabi ﷺ ajarkan dan contohkan (QS. Fussilat [41]: 30)


💧(2). Selalu bertaubat dari dosa-dosa, dan tidak menjadikan maksiat sebagai amal yang terus-menerus menjadi kebiasaan


💧(3). Selalu berbaik sangka kepada Allah


"Tidak akan terkumpul 2 rasa ini (rasa takut dan harap) dalam hati seseorang pada saat seperti ini (sakaratul maut), melainkan Allah akan memberi apa yang ia harapkan serta memberikan rasa aman dari apa yang ia takuti" (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, hadits dari Anas bin Malik, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 3383)


💧(4). Sering mengerjakan amal shalih yang telah dikhususkan dalilnya, di antaranya adalah :


"Sesungguhnya sedekah itu benar-benar akan memadamkan kemurkaan Rabb (Allah) dan dapat mencegah kematian yang buruk (su'ul khatimah)" (HR. At-Tirmidzi no. 664, hadits dari Anas bin Malik, ash-Shahiihah no. 1908)


"Malam ini Rabbku mendatangiku, lalu ia menyebutkan hadits sampai ia berkata, Dia berfirman kepadaku : "Ya Muhammad, tahukah engkau dalam urusan apakah para Malaikat di langit berselisih ?" Aku menjawab : "Ya, dalam urusan derajat dan kafarat, melangkahkan kaki menuju shalat jamaah, menyempurnakan wudhu dalam keadaan dingin, menunggu shalat sesudah shalat. Barangsiapa yang menjaganya maka ia hidup dalam kebaikan dan MATI dalam KEBAIKAN dan dosa-dosanya (bersih) sebagaimana hari ia dilahirkan oleh ibunya" (HR. At-Tirmidzi, hadits dari Ibnu Abbas, lihat Shahiihut Targhiib no. 302)


💧(5). Sering beramal shalih secara umum


"Berbagai perbuatan baik akan menghindarkan seseorang dari kematian yang buruk, bencana dan kehancuran..." (HR. Al-Hakim, hadits dari Anas, Shahiihul Jaami' ash-Shaghiir no. 3795)


💧(6). Banyak mengingat kematian dan tidak berlebihan dalam mencintai dunia


(7). Berdoa agar tidak dikuasai oleh syaithan ketika saat menjelang ajal


اللهم اِنّي اَعُوْذُ بِكَ اَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَان عِنْدَ المَوْت


"........Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan syaithan pada saat akan meninggal dunia......" (HR. An-Nasaa'i dan al-Hakim, hadits dari Abi Yasar, Shahiihul Jaami' no. 1282)


💧(8). Sering berdo'a minta husnul khotimah


أَللّٰهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ وَلَا تَخْتِمْ عَلَيْنَا بِسُوْءِ الْخَاتِمَةِ


"Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah dan janganlah engkau akhiri hidup kami dengan su’ul khotimah"


💧(9). Membaca doa sayyidul istighfar


"Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni Surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni Surga" (HR. Bukhari no. 6306, 6323, hadits dari Syaddad bin Aus)


💧(10). Membaca do'a sebelum tidur


"Jika engkau akan tidur, maka berwudhulah seperti wudhumu untuk shalat, lalu berbaring di sisi kananmu, kemudian bacalah :


اَللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِيْ إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِيْ إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِيْ إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ


"Ya Allah aku serahkan diriku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, karena harap dan takut pada-Mu. Tidak ada tempat perlindungan dan keselamatan dari (ancaman)-Mu, kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus". Jika malam itu engkau mati maka engkau mati diatas fitrah dan jadikanlah ia ucapanmu yang terakhir" (HR. Bukhari dan Muslim, hadits dari al-Baraa' bin 'Aazib)


Sesungguhnya seorang hamba akan dicabut nyawanya berdasarkan kehidupan yang biasa ia jalani selama di dunia, dan seseorang yang selamat di alam kubur adalah orang yang selamat ketika di akhir hidupnya...


✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar



➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


📡 Republished by :


┏💐💐━━━━━━━━━━━━━━┓

 💎 *KJM ikhwan/akhwat* 💎

┗━━━━━━━━━━━━━━📚🖋┛


📮 *Channel TG >>>* t.me/KJMuslim


*Silahkan Berbagi, Semoga Menjadi Pembuka Pintu Hidayah Dan Kebaikan Bagi Kita Dan Saudara Kita. آمِينَ.*

✍ 10 Kiat Wafat Husnul Khatimah

✍ 10 Kiat Wafat Husnul Khatimah📚


💧(1). Benarnya aqidah dan ibadah, istiqamah di atas keikhlasan (tidak berbuat syirik) dan mengikuti syariat yang telah Nabi ﷺ ajarkan dan contohkan (QS. Fussilat [41]: 30)


💧(2). Selalu bertaubat dari dosa-dosa, dan tidak menjadikan maksiat sebagai amal yang terus-menerus menjadi kebiasaan


💧(3). Selalu berbaik sangka kepada Allah


"Tidak akan terkumpul 2 rasa ini (rasa takut dan harap) dalam hati seseorang pada saat seperti ini (sakaratul maut), melainkan Allah akan memberi apa yang ia harapkan serta memberikan rasa aman dari apa yang ia takuti" (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, hadits dari Anas bin Malik, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 3383)


💧(4). Sering mengerjakan amal shalih yang telah dikhususkan dalilnya, di antaranya adalah :


"Sesungguhnya sedekah itu benar-benar akan memadamkan kemurkaan Rabb (Allah) dan dapat mencegah kematian yang buruk (su'ul khatimah)" (HR. At-Tirmidzi no. 664, hadits dari Anas bin Malik, ash-Shahiihah no. 1908)


"Malam ini Rabbku mendatangiku, lalu ia menyebutkan hadits sampai ia berkata, Dia berfirman kepadaku : "Ya Muhammad, tahukah engkau dalam urusan apakah para Malaikat di langit berselisih ?" Aku menjawab : "Ya, dalam urusan derajat dan kafarat, melangkahkan kaki menuju shalat jamaah, menyempurnakan wudhu dalam keadaan dingin, menunggu shalat sesudah shalat. Barangsiapa yang menjaganya maka ia hidup dalam kebaikan dan MATI dalam KEBAIKAN dan dosa-dosanya (bersih) sebagaimana hari ia dilahirkan oleh ibunya" (HR. At-Tirmidzi, hadits dari Ibnu Abbas, lihat Shahiihut Targhiib no. 302)


💧(5). Sering beramal shalih secara umum


"Berbagai perbuatan baik akan menghindarkan seseorang dari kematian yang buruk, bencana dan kehancuran..." (HR. Al-Hakim, hadits dari Anas, Shahiihul Jaami' ash-Shaghiir no. 3795)


💧(6). Banyak mengingat kematian dan tidak berlebihan dalam mencintai dunia


(7). Berdoa agar tidak dikuasai oleh syaithan ketika saat menjelang ajal


اللهم اِنّي اَعُوْذُ بِكَ اَنْ يَتَخَبَّطَنِي الشَّيْطَان عِنْدَ المَوْت


"........Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari gangguan syaithan pada saat akan meninggal dunia......" (HR. An-Nasaa'i dan al-Hakim, hadits dari Abi Yasar, Shahiihul Jaami' no. 1282)


💧(8). Sering berdo'a minta husnul khotimah


أَللّٰهُمَّ اخْتِمْ لَنَا بِحُسْنِ الْخَاتِمَةِ وَلَا تَخْتِمْ عَلَيْنَا بِسُوْءِ الْخَاتِمَةِ


"Ya Allah, akhirilah hidup kami dengan husnul khotimah dan janganlah engkau akhiri hidup kami dengan su’ul khotimah"


💧(9). Membaca doa sayyidul istighfar


"Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni Surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni Surga" (HR. Bukhari no. 6306, 6323, hadits dari Syaddad bin Aus)


💧(10). Membaca do'a sebelum tidur


"Jika engkau akan tidur, maka berwudhulah seperti wudhumu untuk shalat, lalu berbaring di sisi kananmu, kemudian bacalah :


اَللَّهُمَّ أَسْلَمْتُ نَفْسِيْ إِلَيْكَ، وَوَجَّهْتُ وَجْهِيْ إِلَيْكَ، وَفَوَّضْتُ أَمْرِيْ إِلَيْكَ، وَأَلْجَأْتُ ظَهْرِيْ إِلَيْكَ، رَغْبَةً وَرَهْبَةً إِلَيْكَ، لَا مَلْجَأَ وَلَا مَنْجَا مِنْكَ إِلَّا إِلَيْكَ، آمَنْتُ بِكِتَابِكَ الَّذِي أَنْزَلْتَ، وَبِنَبِيِّكَ الَّذِي أَرْسَلْتَ


"Ya Allah aku serahkan diriku kepada-Mu, aku hadapkan wajahku kepada-Mu, aku serahkan urusanku kepada-Mu, aku sandarkan punggungku kepada-Mu, karena harap dan takut pada-Mu. Tidak ada tempat perlindungan dan keselamatan dari (ancaman)-Mu, kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada kitab-Mu yang telah Engkau turunkan dan kepada Nabi-Mu yang telah Engkau utus". Jika malam itu engkau mati maka engkau mati diatas fitrah dan jadikanlah ia ucapanmu yang terakhir" (HR. Bukhari dan Muslim, hadits dari al-Baraa' bin 'Aazib)


Sesungguhnya seorang hamba akan dicabut nyawanya berdasarkan kehidupan yang biasa ia jalani selama di dunia, dan seseorang yang selamat di alam kubur adalah orang yang selamat ketika di akhir hidupnya...


✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar



➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


📡 Republished by :


┏💐💐━━━━━━━━━━━━━━┓

 💎 *KJM ikhwan/akhwat* 💎

┗━━━━━━━━━━━━━━📚🖋┛


📮 *Channel TG >>>* t.me/KJMuslim


*Silahkan Berbagi, Semoga Menjadi Pembuka Pintu Hidayah Dan Kebaikan Bagi Kita Dan Saudara Kita. آمِينَ.*

💎🌷 *HINDARI HAL-HAL BERIKUT INI DALAM MENUNTUT ILMU*❗📚


📌 Ada beberapa hal yang harus dihindari oleh seorang penuntut ilmu, karena perkara-perkara tersebut ibarat penyakit ganas yang menjangkiti seorang pasien. Jika tidak menghindarinya, maka ia akan binasa.


1⃣ Hasad, yaitu membenci apa yang Allah karuniakan atas seorang hamba. 

Hampir tidak seorangpun yang lepas dari sifat ini. 

Jika sifat ini melekat pada seseorang, diwajibkan atas manusia untuk tidak berbuat jahat kepadanya dengan perkataan ataupun perbuatan.


2⃣ Berfatwa tanpa ilmu, 

Berfatwa adalah kedudukan yang agung. Oleh karenanya, tidak boleh sembarangan dilakukan kecuali oleh pribadi yang benar-benar pantas.


🔹 Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Sesungguhnya orang yang berfatwa kepada manusia ia telah membawa urusan yang besar. Semestinya orang yang berfatwa mengetahui pendapat-pendapat ulama yang terdahulu. Kalau tidak, jangan berfatwa. Barangsiapa berbicara pada sesuatu yang dia tidak memiliki sandaran (dalil) atas hal tersebut, saya khawatir dia akan salah.”


🔹 Abdurrahman bin Abi Laila mengatakan: 

"Saya mendapati 120 orang Anshar dari para shahabat Nabi radhiallahu'anhum. Tidak seorangpun dari mereka menyebutkan sebuah hadits kecuali ia berharap seandainya shahabat yang lain telah mencukupi. Dan tidaklah mereka dimintai fatwa tentang sesuatu kecuali ia berharap bahwa shahabat yang lain telah mencukupinya dalam berfatwa".

(Adab Syar’iyyah, 2/63-64)


3⃣ Sombong

Nabi bersabda:

“…Tidak akan masuk jannah (surga) siapa yang terdapat dalam hatinya seberat dzarrah (atom) dari kesombongan.”


🔹 Para shahabat berkata: “Wahai Rasulullah bagaimana dengan seseorang yang suka bajunya bagus dan sandalnya bagus?” 


💠 Nabi menjawab:

“Sesungguhnya Allah indah dan mencintai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” 

(Shahih, HR. Muslim dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu'anhu)


4⃣ Ta’ashub, yaitu fanatik baik kepada golongan, guru, kelompok, organisasi tertentu, syi’ar, tertentu atau yang semacamnya. 

Karena hal ini adalah syiar atau ciri khas ahlul bid’ah yang menyimpang dari jalan Nabi shalallahu 'alaihi wa salaam, yang merupakan sifat yang tercela, apalagi pada seorang penuntut ilmu. Seorang penuntut ilmu syar’i semestinya menjadikan ittiba’ kepada Nabi shalallahu 'alaihi wa salaam sebagai syi’ar yang selalu ia junjung tinggi. Ia jadikan syi’ar itu sebagai landasannya.dalam ber-wala‘ (loyalitas) dan ber-bara‘ (berlepas diri).


5⃣ Tashaddur, yaitu tampil sebelum waktunya, karena ini menunjukkan kebanggaannya pada diri sendiri, dan ketidaktahuannya pada banyak permasalahan. 

Ini akan mengakibatkan dia terjerumus kepada dosa yang besar yaitu berkata tentang agama Allah subhanahu wa ta'ala tanpa ilmu yaitu mengatakan sebuah hukum dengan mengatasnamakan ini adalah hukum Allah subhanaju wa ta'ala tanpa dilandasi ilmu yang benar dan akan membawa dia kepada sifat! sombong.


6. Ber-su‘uzhan (buruk sangka) kepada yang lain, baik temannya sendiri lebih-lebih gurunya.

“Wahai orang-orang yang beriman jauhilah oleh kalian banyak sangkaan". 

(Al-Hujurat: 12)


🔎 (Lihat Kitabul ‘Ilmi, hal. 71-83)


🌐 Sumber: http://asysyariah.com/hal-hal-yang-mesti-dihindari-dalam-menuntut-ilmu/


✒ Editor : Admin Asy-Syamil.com



➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


📡 Republished by :


┏💐💐━━━━━━━━━━━━━━┓

 💎 *KJM ikhwan/akhwat* 💎

┗━━━━━━━━━━━━━━📚🖋┛


📮 *Channel TG >>>* t.me/KJMuslim


*Silahkan Berbagi, Semoga Menjadi Pembuka Pintu Hidayah Dan Kebaikan Bagi Kita Dan Saudara Kita. آمِينَ.*

HINDARI HAL-HAL BERIKUT INI DALAM MENUNTUT ILMU

💎🌷 *HINDARI HAL-HAL BERIKUT INI DALAM MENUNTUT ILMU*❗📚


📌 Ada beberapa hal yang harus dihindari oleh seorang penuntut ilmu, karena perkara-perkara tersebut ibarat penyakit ganas yang menjangkiti seorang pasien. Jika tidak menghindarinya, maka ia akan binasa.


1⃣ Hasad, yaitu membenci apa yang Allah karuniakan atas seorang hamba. 

Hampir tidak seorangpun yang lepas dari sifat ini. 

Jika sifat ini melekat pada seseorang, diwajibkan atas manusia untuk tidak berbuat jahat kepadanya dengan perkataan ataupun perbuatan.


2⃣ Berfatwa tanpa ilmu, 

Berfatwa adalah kedudukan yang agung. Oleh karenanya, tidak boleh sembarangan dilakukan kecuali oleh pribadi yang benar-benar pantas.


🔹 Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata: “Sesungguhnya orang yang berfatwa kepada manusia ia telah membawa urusan yang besar. Semestinya orang yang berfatwa mengetahui pendapat-pendapat ulama yang terdahulu. Kalau tidak, jangan berfatwa. Barangsiapa berbicara pada sesuatu yang dia tidak memiliki sandaran (dalil) atas hal tersebut, saya khawatir dia akan salah.”


🔹 Abdurrahman bin Abi Laila mengatakan: 

"Saya mendapati 120 orang Anshar dari para shahabat Nabi radhiallahu'anhum. Tidak seorangpun dari mereka menyebutkan sebuah hadits kecuali ia berharap seandainya shahabat yang lain telah mencukupi. Dan tidaklah mereka dimintai fatwa tentang sesuatu kecuali ia berharap bahwa shahabat yang lain telah mencukupinya dalam berfatwa".

(Adab Syar’iyyah, 2/63-64)


3⃣ Sombong

Nabi bersabda:

“…Tidak akan masuk jannah (surga) siapa yang terdapat dalam hatinya seberat dzarrah (atom) dari kesombongan.”


🔹 Para shahabat berkata: “Wahai Rasulullah bagaimana dengan seseorang yang suka bajunya bagus dan sandalnya bagus?” 


💠 Nabi menjawab:

“Sesungguhnya Allah indah dan mencintai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” 

(Shahih, HR. Muslim dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu'anhu)


4⃣ Ta’ashub, yaitu fanatik baik kepada golongan, guru, kelompok, organisasi tertentu, syi’ar, tertentu atau yang semacamnya. 

Karena hal ini adalah syiar atau ciri khas ahlul bid’ah yang menyimpang dari jalan Nabi shalallahu 'alaihi wa salaam, yang merupakan sifat yang tercela, apalagi pada seorang penuntut ilmu. Seorang penuntut ilmu syar’i semestinya menjadikan ittiba’ kepada Nabi shalallahu 'alaihi wa salaam sebagai syi’ar yang selalu ia junjung tinggi. Ia jadikan syi’ar itu sebagai landasannya.dalam ber-wala‘ (loyalitas) dan ber-bara‘ (berlepas diri).


5⃣ Tashaddur, yaitu tampil sebelum waktunya, karena ini menunjukkan kebanggaannya pada diri sendiri, dan ketidaktahuannya pada banyak permasalahan. 

Ini akan mengakibatkan dia terjerumus kepada dosa yang besar yaitu berkata tentang agama Allah subhanahu wa ta'ala tanpa ilmu yaitu mengatakan sebuah hukum dengan mengatasnamakan ini adalah hukum Allah subhanaju wa ta'ala tanpa dilandasi ilmu yang benar dan akan membawa dia kepada sifat! sombong.


6. Ber-su‘uzhan (buruk sangka) kepada yang lain, baik temannya sendiri lebih-lebih gurunya.

“Wahai orang-orang yang beriman jauhilah oleh kalian banyak sangkaan". 

(Al-Hujurat: 12)


🔎 (Lihat Kitabul ‘Ilmi, hal. 71-83)


🌐 Sumber: http://asysyariah.com/hal-hal-yang-mesti-dihindari-dalam-menuntut-ilmu/


✒ Editor : Admin Asy-Syamil.com



➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


📡 Republished by :


┏💐💐━━━━━━━━━━━━━━┓

 💎 *KJM ikhwan/akhwat* 💎

┗━━━━━━━━━━━━━━📚🖋┛


📮 *Channel TG >>>* t.me/KJMuslim


*Silahkan Berbagi, Semoga Menjadi Pembuka Pintu Hidayah Dan Kebaikan Bagi Kita Dan Saudara Kita. آمِينَ.*

◾ 👉  *LISANMU, SURGAMU atau NERAKAMU*‼️ ◾


📚Jika setelah belajar agama ternyata lisan semakin pedas dengan celaan dan sindiran, lebih banyak membahas fitnah dan bantahan daripada ilmu, semakin sombong serta merendahkan manusia, maka itu pertanda bahwa ilmu yang diperoleh "Tidak Berkah".


Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :


أَكْثَرُ خَطَايَا ابْنِ آدَمَ فىِ لِسَانِهِ


"Kebanyakan dosa anak adam itu ada pada lisannya" (HR. Ath-Thabrani dalam al-Kabiir X/243 dan al-Baihaqi dalam asy-Syu'ab IV/240, hadits dari Abdullah bin Mas'ud, lihat Shahiihul Jaami’ ash-Shaghiir no. 1201)


👉Dengan lisan itu mereka berdusta, bersaksi, bersumpah palsu, mencaci maki, mencela, mengutuk, berkata keji, mengejek, berfatwa tanpa ilmu, namimah, berdakwah kepada kesesatan, melakukan fitnah, ghibah dll.


Namun di masa sekarang ini dosa lisan banyak juga yang dituangkan dalam bentuk tulisan di buku-buku, majalah-majalah, tabloid-tabloid, surat-surat kabar, tulisan di internet melalui facebook, twitter, wa dll.


Bahkan terkadang dijumpai bahasa tulisan lebih tajam dan lebih berbahaya dari pada bahasa lisan, karena berdampak sangat buruk bagi seseorang, suatu komunitas ataupun masyarakat.


☝️Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :


يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلم يَدْخُل الإيمَانُ قَلْبَهُ ! لاَ تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِيْنَ وَلاَ تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ اتبع عَوْرَاتهم تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ


"Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya, akan tetapi iman belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian mengghibahi kaum muslimin, dan jangan pula mencari-cari aib mereka. Karena sesungguhnya barangsiapa yang mencari-cari aib mereka, niscaya Allah pun akan mencari-cari aib-aibnya, dan barangsiapa yang dicari-cari aibnya oleh Allah, niscaya Dia akan menyingkapnya (meskipun) ia berada di rumahnya" (HR. Abu Dawud no. 4880 dan Ahmad no. 19776, hadits dari Abu Barzah al-Aslami, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 2340)


من ذَبَّ عن عِرضِ أخيه بالغَيْبةِ كان حقًّا على اللهِ أن يُعتِقَه من النَّارِ


"Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya (sesama muslim) disebabkan ghibah, maka sungguh wajib bagi Allah untuk membebaskannya dari api Neraka" (HR. Ahmad, ath-Thabrani dan Ibnu Abid Dunya, hadits dari Asma' binti Yazid, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 2847)


وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيكَ فَلاَ تُعَيِّرْهُ بِمَا تَعْلَمُ فِيهِ فَإِنَّمَا وَبَالُ ذَلِكَ عَلَيْهِ


"Apabila seseorang mencelamu karena dia tahu aib-aibmu, maka janganlah engkau membalasnya dengan mencela aib-aibnya yang engkau ketahui ada padanya. Karena sesungguhnya akibat jelek hal itu akan menimpanya" (HR. Abu Dawud no. 4084 dan at-Tirmidzi no. 2722, hadits dari Abu Jurai Jabir bin Sulaim, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 2782)


✍Syaikh al-Utsaimin rahimahullah berkata:


واعلم أنك إذا نشرت عيوب أخيك، فإن الله يسلط عليك من نشر عيوبك، جزاء وفاقا.


"Ketahuilah bahwa sesungguhnya jika engkau menyebarkan aib-aib saudaramu, maka sesungguhnya Allah akan menguasakan terhadap dirimu orang lain yang akan menyebarkan aib-aibmu, sebagai balasan yang setimpal" (Tafsir Surat al-Hujurat I/52) https://t.me/menhajsalafi/2701)


Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata :


"Sesungguhnya kebanyakan perkara yang dapat memasukkan manusia ke dalam api Neraka adalah lisannya. Karena maksiat lisan masuk ke dalamnya kesyirikan yang merupakan dosa paling besar di sisi Allah, yang masuk ke dalamnya adalah berkata atas nama Allah tanpa ilmu dan persaksian palsu yang merupakan tandingannya syirik. Masuk juga ke dalamnya sihir, menuduh zina dan lainnya baik dari dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil seperti dusta, ghibah, mengadu domba, bahkan seluruh maksiat yang sifatnya perbuatan yang tidak luput dari perkataan-perkataan yang menyertainya dan menopangnya" (Jaami'ul 'Uluum wal Hikam hal 450) 


✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar



➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


📡 Republished by :


┏💐💐━━━━━━━━━━━━━━┓

 💎 *KJM ikhwan/akhwat* 💎

┗━━━━━━━━━━━━━━📚🖋┛


📮 *Channel TG >>>* t.me/KJMuslim


*Silahkan Berbagi,Semoga Menjadi Pembuka Pintu Hidayah Dan Kebaikan Bagi Kita Dan Saudara Kita. آمِينَ.*

LISANMU, SURGAMU ATAU NERAKAMU

◾ 👉  *LISANMU, SURGAMU atau NERAKAMU*‼️ ◾


📚Jika setelah belajar agama ternyata lisan semakin pedas dengan celaan dan sindiran, lebih banyak membahas fitnah dan bantahan daripada ilmu, semakin sombong serta merendahkan manusia, maka itu pertanda bahwa ilmu yang diperoleh "Tidak Berkah".


Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :


أَكْثَرُ خَطَايَا ابْنِ آدَمَ فىِ لِسَانِهِ


"Kebanyakan dosa anak adam itu ada pada lisannya" (HR. Ath-Thabrani dalam al-Kabiir X/243 dan al-Baihaqi dalam asy-Syu'ab IV/240, hadits dari Abdullah bin Mas'ud, lihat Shahiihul Jaami’ ash-Shaghiir no. 1201)


👉Dengan lisan itu mereka berdusta, bersaksi, bersumpah palsu, mencaci maki, mencela, mengutuk, berkata keji, mengejek, berfatwa tanpa ilmu, namimah, berdakwah kepada kesesatan, melakukan fitnah, ghibah dll.


Namun di masa sekarang ini dosa lisan banyak juga yang dituangkan dalam bentuk tulisan di buku-buku, majalah-majalah, tabloid-tabloid, surat-surat kabar, tulisan di internet melalui facebook, twitter, wa dll.


Bahkan terkadang dijumpai bahasa tulisan lebih tajam dan lebih berbahaya dari pada bahasa lisan, karena berdampak sangat buruk bagi seseorang, suatu komunitas ataupun masyarakat.


☝️Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :


يَا مَعْشَرَ مَنْ آمَنَ بِلِسَانِهِ وَلم يَدْخُل الإيمَانُ قَلْبَهُ ! لاَ تَغْتَابُوا الْمُسْلِمِيْنَ وَلاَ تَتَّبِعُوا عَوْرَاتِهِمْ فَإِنَّهُ مَنْ اتبع عَوْرَاتهم تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ وَمَنْ تَتَبَّعَ اللهُ عَوْرَتَهُ يَفْضَحْهُ فِي بَيْتِهِ


"Wahai orang-orang yang beriman dengan lisannya, akan tetapi iman belum masuk ke dalam hatinya, janganlah kalian mengghibahi kaum muslimin, dan jangan pula mencari-cari aib mereka. Karena sesungguhnya barangsiapa yang mencari-cari aib mereka, niscaya Allah pun akan mencari-cari aib-aibnya, dan barangsiapa yang dicari-cari aibnya oleh Allah, niscaya Dia akan menyingkapnya (meskipun) ia berada di rumahnya" (HR. Abu Dawud no. 4880 dan Ahmad no. 19776, hadits dari Abu Barzah al-Aslami, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 2340)


من ذَبَّ عن عِرضِ أخيه بالغَيْبةِ كان حقًّا على اللهِ أن يُعتِقَه من النَّارِ


"Barangsiapa yang membela kehormatan saudaranya (sesama muslim) disebabkan ghibah, maka sungguh wajib bagi Allah untuk membebaskannya dari api Neraka" (HR. Ahmad, ath-Thabrani dan Ibnu Abid Dunya, hadits dari Asma' binti Yazid, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 2847)


وَإِنِ امْرُؤٌ شَتَمَكَ وَعَيَّرَكَ بِمَا يَعْلَمُ فِيكَ فَلاَ تُعَيِّرْهُ بِمَا تَعْلَمُ فِيهِ فَإِنَّمَا وَبَالُ ذَلِكَ عَلَيْهِ


"Apabila seseorang mencelamu karena dia tahu aib-aibmu, maka janganlah engkau membalasnya dengan mencela aib-aibnya yang engkau ketahui ada padanya. Karena sesungguhnya akibat jelek hal itu akan menimpanya" (HR. Abu Dawud no. 4084 dan at-Tirmidzi no. 2722, hadits dari Abu Jurai Jabir bin Sulaim, lihat Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 2782)


✍Syaikh al-Utsaimin rahimahullah berkata:


واعلم أنك إذا نشرت عيوب أخيك، فإن الله يسلط عليك من نشر عيوبك، جزاء وفاقا.


"Ketahuilah bahwa sesungguhnya jika engkau menyebarkan aib-aib saudaramu, maka sesungguhnya Allah akan menguasakan terhadap dirimu orang lain yang akan menyebarkan aib-aibmu, sebagai balasan yang setimpal" (Tafsir Surat al-Hujurat I/52) https://t.me/menhajsalafi/2701)


Imam Ibnu Rajab rahimahullah berkata :


"Sesungguhnya kebanyakan perkara yang dapat memasukkan manusia ke dalam api Neraka adalah lisannya. Karena maksiat lisan masuk ke dalamnya kesyirikan yang merupakan dosa paling besar di sisi Allah, yang masuk ke dalamnya adalah berkata atas nama Allah tanpa ilmu dan persaksian palsu yang merupakan tandingannya syirik. Masuk juga ke dalamnya sihir, menuduh zina dan lainnya baik dari dosa-dosa besar dan dosa-dosa kecil seperti dusta, ghibah, mengadu domba, bahkan seluruh maksiat yang sifatnya perbuatan yang tidak luput dari perkataan-perkataan yang menyertainya dan menopangnya" (Jaami'ul 'Uluum wal Hikam hal 450) 


✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar



➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖


📡 Republished by :


┏💐💐━━━━━━━━━━━━━━┓

 💎 *KJM ikhwan/akhwat* 💎

┗━━━━━━━━━━━━━━📚🖋┛


📮 *Channel TG >>>* t.me/KJMuslim


*Silahkan Berbagi,Semoga Menjadi Pembuka Pintu Hidayah Dan Kebaikan Bagi Kita Dan Saudara Kita. آمِينَ.*

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

Total Tayangan Halaman

Cari Blog Ini

Kalender 2019

Kalender 2019
Perfect World Online Spear Thingy

Masehi HijriyahPerhitungan pada sistem konversi Masehi – Hijriah ini memungkinkan terjadi selisih H-1 atau H+1 dari tanggal seharusnya untuk tanggal Hijriyah

SELAMAT BERGABUNG DI MUSLIM CENTER SMKN 2 TEBING TINGGI.AYO SEGERA DAFTARKAN DIRI ANDA UNTUK MENGAJI, DIJAMIN LANGSUNG LANCAR MEMBACA AL QUR'AN AYO BACA CERITA MENARIK HANYA DI BLOG INI SETIAP HARI KAMIS DAN SABTU PUKUL 19.00 WIB .
Islam Ornamental Art 2
SELAMAT DATANG DI BLOG MUSLIM CENTER. SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT UNTUK ANDA DAN DAPATKAN SELURUH INFORMASI DISINI
AYO LIKE AND SUBSCRIBE DAKWAH STOP MOTION,TAQWA MEDIA DAN MUSLIM CENTER SMK 2 DI YOUTUBE KESAYANGAN ANDA.

back to top